Apa Itu Tanah Urug? Ini Fungsi, Kriteria, Jenis dan Harganya

Last update: 23 September 2024 3 min read
Author:

Apa itu tanah urug? Istilah ini sebenarnya merujuk pada material yang digunakan dalam proses menguruk atau pengurukan.

Merujuk KBBI, pengurukan sendiri adalah proses, cara, perbuatan menguruk atau penimbunan dengan tanah dan sebagainya.

Jadi, tanah urug dapat diartikan sebagai material yang dipakai dalam proses menguruk atau menimbun permukaan tanah agar lebih rata.

Tanah urug sendiri diperoleh dari galian bukit, lereng gunung, sungai, dan laut.

Selain rumah, proses menguruk juga penting dalam berbagai proyek besar, termasuk membangun infrastruktur jalan raya.

Nah, agar tidak keliru mengartikan apa itu tanah urug, simak ulasannya di bawah ini.

Fungsi Tanah Urug

fungsi tanah urug

Foto: tokopedia.com/aspal hotmix beton

Seperti yang telah disebutkan, proses urug atau menguruk penting untuk meninggikan permukaan tanah yang sebelumnya tidak rata.

Contohnya bila Anda hendak membangun rumah, maka perlu adanya proses urug jika level tanahnya lebih rendah dari jalan utama.

Jika tinggi tanah dan permukaan jalan sudah sama, rumah tersebut diharapkan akan terbebas dari risiko banjir dan longsor.

Tidak cuma itu, tanah uruk juga diperlukan untuk menimbun area tanah yang lunak.

Jika permukaan tanahnya kuat dan padat, maka bangunan di atasnya akan lebih kukuh dan tahan terhadap goncangan.

Kriteria Tanah Uruk

Tidak semua tanah bisa dimanfaatkan untuk menguruk, lho.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan saat memilih tanah urug, yaitu:

  • Tanah dalam bentuk butiran
  • Tidak berlumpur
  • Kandungannya bebas dari humus
  • Bersih dari sampah
  • Di dalamnya tidak mengandung batu berdiameter lebih dari 10 cm

Baca juga: Struktur dan Tekstur Tanah: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

Jenis-Jenis Tanah Urug

jenis tanah urug

Foto: siplah.tokoladang.co.id

Selain kriteria, tanah urug juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Tiap-tiap jenis tersebut memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda.

Biar tidak salah pilih, berikut jenis-jenis tanah urug yang penting diketahui.

1. Tanah Merah

Jenis tanah urug yang pertama adalah tanah merah atau tanah laterit.

Tanah merah dianggap sebagai tanah urugan yang cukup padat dan kokoh.

Jenis tanah urug ini bisa didapatkan di daerah pantai dan pegunungan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Bentuk fisik tanah ini berwarna cokelat dan kemerah-merahan.

Selain padat dan kukuh, tanah merah merah juga gampang menyerap air.

2. Tanah Padas

Selanjutnya, ada tanah padas yang banyak dipakai untuk membangun berbagai infrastruktur besar.

Jenis tanah ini tergolong cukup kukuh, meski sulit untuk menyerap air.

Karena itu, tanah padas jarang digunakan untuk kebutuhan pertanian.

Serupa seperti tanah merah, tanah padas tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

3. Tanah Semi-padas

Lalu, ada pula tanah semi-padas atau biasa disebut tanah liat.

Tanah semi-padas merupakan campuran dari tanah merah dan tanah padas, sehingga karakteristiknya mirip kedua jenis tanah tersebut.

Tanah semi-padas disebut memiliki tingkat kesuburan yang baik sehingga bisa digunakan untuk sektor pertanian.

4. Tanah Murni

Terakhir, terdapat jenis tanah murni yang dianggap sebagai jenis tanah urug terbaik.

Tanah ini biasanya digunakan pada konstruksi bangunan, bahkan baik untuk mendorong pertumbuhan tanaman.

Tekstur tanah murni padat dan tidak menimbulkan becek saat terkena air.

Tanah murni bisa ditemukan di lereng pegunungan dan sungai.

Namun, sayangnya harga tanah urug ini cukup mahal di pasaran.

Harga Tanah Urugan 1 Truk

Lantas, berapa harga tanah urug? Jawabannya berbeda-beda di setiap daerah, tetapi tanah ini biasanya dijual dalam hitungan per 1 truk.

Sebagai gambaran, berikut harga rata-rata tanah urugan 1 truk:

  • Tanah merah: Rp900.000 (per 1 truk/7 kubik)
  • Tanah padas: Rp700.000 (per 1 truk/7 kubik)
  • Tanah semi-padas: Rp800.000 (per 1 truk/7 kubik) 
  • Tanah murni: Rp1.200.000 (per 1 truk/7 kubik)

Itulah pembahasan mengenai apa itu tanah urug yang perlu Anda ketahui.

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.