Apa itu Transit Oriented Development? Cek Selengkapnya di Sini!

11 Jun 2020 - Imam

Apa itu Transit Oriented Development? Cek Selengkapnya di Sini!

Mungkin Anda sudah mendengar tentang konsep baru pengembangan kota dengan singkatan TOD beberapa tahun belakangan ini ramai diperbincangkan. 

Konsep TOD sendiri memang mulai banyak direncanakan dan telah dibangun di Ibu Kota Jakarta. 

Kepanjangan TOD adalah transit-oriented development, sebuah konsep perencanaan kota yang berpusat pada pemanfaatan kawasan transit transportasi publik secara optimal. 

Sebelum diaplikasikan di Indonesia, konsep TOD ini sebenarnya telah lebih dulu diaplikasikan di berbagai kota besar mancanegara. 

Dengan mengoptimalkan penggunaan moda transportasi umum, kota-kota yang menerapkan konsep TOD telah berhasil mengurangi angka penggunaan kendaraan pribadi dan hasilnya juga mengurangi angka kemacetan. 

Misalnya saja di kota-kota di Amerika Serikat, Eropa, lalu juga di Tokyo, Hongkong, Seoul dan Singapura.

Apa itu TOD?

foto: pixabay

Transit-oriented development alias TOD adalah metode pengembangan kawasan urban yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, kawasan bisnis dan tempat hiburan dengan jarak yang dekat dari akses transportasi umum. 

Jadi, TOD adalah metode urban planning yang mengintegrasikan pengunaan transportasi umum dengan kawasan urban yang padat. 

Tujuan dari metode TOD adalah untuk meningkatkan penggunaan moda transportasi umum. Dengan demikian, angka pemakaian kendaraan pribadi dan kemacetan bisa menurun. 

Hal ini menciptakan kawasan urban yang lebih memudahkan penghuni kawasan tersebut dalam mengakses kawasan bisnis, pusat hiburan dan akses transportasi. Selain itu, metode TOD juga lebih menunjang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Konsep TOD

foto: pixabay

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, TOD adalah pengembangan kawasan urban yang berfokus pada pengoptimalan area transit. 

Maka transit-oriented development biasanya memiliki sebuah pemberhentian transit. Contohnya bisa berupa pemberhentian bus, LRT dan stasiun kereta. Area transit ini dikelilingi oleh kawasan hunian, bisnis dan pusat belanja serta hiburan. 

Pada pusat area transit terdapat kawasan padat yang terdiri dari pengembangan mixed-use

Mixed-used development adalah area perpaduan kawasan hunian dan kawasan bisnis. Makin jauh dari titik transit, terdapat kawasan yang tidak terlalu padat. 

Karena tujuan konsep TOD adalah mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, maka kawasan pengembangan ini umumnya dirancang untuk menjadi area yang ramah pejalan kaki.

Alasan Penerapan Transit Oriented Development

Munculnya tren pengembangan kawasan berorientasi area transit ini dilandasi beberapa alasan. Beberapa alasan pengembangan konsep TOD meliputi:

  • Semakin naiknya tingkat kemacetan, terutama di kota-kota besar

  • Keinginan untuk meningkatan kualitas hidup urban

  • Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan jalan kaki

Ciri-Ciri TOD

Transit-oriented development merupakan kawasan dengan tata ruang terintegrasi dimana Anda dapat dengan mudah menjangkau beragam fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan berjalan kaki. 

Konsep ini memiliki beberapa ciri yang mudah diidentifikasi. Beberapa ciri-ciri TOD di antaranya adalah:

  • Kepadatan populasi yang tinggi, tersedia banyak hunian vertikal yang memanfaatkan lahan terbatas

  • Terdapat mixed-use development dimana kawasan hunian berdampingan dengan kawasan bisnis dan perkantoran

  • Tersedia fasilitas pendukung lainnya meliputi pusat perbelanjaan, sarana kesehatan, pusat pendidikan, kawasan hiburan, fasilitas perbankan dan sarana olahraga

Manfaat TOD

Berdasarkan pengertian TOD yang telah dibahas di atas, transit-oriented development memiliki tujuan untuk mempermudah kehidupan di kawasan urban dengan pemanfaatan area transit secara optimal. 

Berikut ini merupakan manfaat TOD:

  • Masyarakat lebih mudah untuk bepergian

  • Naiknya angka pemakaian transportasi publik

  • Turunnya tingkat kemacetan

  • Turunnya angka kecelakaan lalu lintas

  • Kualitas hidup yang lebih baik

  • Kawasan hunian yang lebih terjangkau karena berkurangnya biaya transportasi

  • Gaya hidup yang lebih menyehatkan karena mengutamakan berjalan kaki

  • Harga properti yang lebih stabil

  • Lebih banyak pengunjung untuk kawasan komersial

  • Lebih ramah lingkungan karena lebih sedikit memakai bahan bakar minyak

foto: unsplash

Transit-oriented development merupakan konsep yang padat dan serba terhubung. Dengan konsep TOD, waktu tempuh dan angka kemacetan menurun. 

Hal ini tak hanya menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, namun juga merangsang pertumbuhan ekonomi karena tidak banyak waktu terbuang di jalan. 

Konsep perencanaan urban yang tidak berbasis transit-oriented development menciptakan transportasi umum yang tidak efisien. 

Suatu moda transportasi publik yang memiliki rute jarak jauh dengan kawasan berpopulasi rendah memiliki jam operasional yang tidak tetap dengan rute dan stasiun yang lebih sedikit. 

Alhasil, dana operasional dan ongkos pun naik.

Dengan konsep transit-oriented development, pengembangan kawasan urban berpusat pada area transit transportasi umum, menciptakan moda transportasi yang lebih berkualitas dan efisien. 

Moda transportasi memiliki rute yang lebih pendek dengan penumpang yang lebih banyak.

Konsep TOD juga bermanfaat untuk ekonomi lokal dengan adanya mixed-use development. Perumahan yang tidak berada dalam pengembangan TOD, memiliki lokasi yang jauh dari fasilitas penting dan kawasan komersial. 

Jarak yang jauh antara kawasan hunian ini dengan beragam fasilitas memaksa penghuni dan pemerintah untuk mengeluarkan biaya lebih. 

Dengan adanya pengembangan mixed-use yang dibangun, aktivitas ekonomi juga dapat dijalankan secara lokal, sehingga mudah pula diakses oleh masyarakat sekitar.

Transit Oriented Development di Indonesia

foto: unsplash

Konsep TOD di Indonesia banyak dibangun di kawasan Jakarta, seperti di Citra Sentul Raya dan transit-oriented development Dukuh Atas. Selain di kawasan Ibu Kota Jakarta, transit-oriented development juga dikembangkan di Palembang, Medan dan Surabaya. 

Konsep TOD di Indonesia sangatlah dibutuhkan, terutama melihat padatnya kota-kota besar Indonesia oleh kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan yang parah. 

Angka kepemilikan kendaraan pribadi pada tahun 1980an di Jakarta berada pada rasio kisaran 50:50. Kini, angka kepemilikan kendaraan di berbagai kota besar di Indonesia menyentuh angka 80%. 

Dengan konsep TOD di Indonesia, telah terbukti adanya penurunan angka ketergantungan pada moda kendaraan pribadi. 

Tak heran, dengan adanya akses transportasi publik yang lebih mudah, cepat dan murah, masyarakat lebih memilih moda ini.

Citra Sentul Raya

foto: citra-sentul-raya.id

Citra Sentul Raya merupakan kawasan hunian terintegrasi hasil pengembangan developer properti terkemuka Ciputra Group. 

Kawasan rumah di Bogor ini mengusung tema "The New Integrated City" dimana kawasan hunian berdampingan dengan fasilitas penting mencakup titik akses moda transportasi publik, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kawasan pusat bisnis, pusat perbelanjaan dan gaya hidup. 

Dirancang dengan konsep TOD (transit-oriented development), perumahan Citra Sentul Raya menawarkan gaya hidup baru dimana Anda dapat bepergian dengan lebih mudah dan lebih cepat menjangkau beragam fasilitas yang tersedia dekat dari rumah.

Beberapa akses transportasi dekat dari Citra Sentul Raya meliputi Tol Jagorawi (exit Sirkuit Sentul), Stasiun LRT Sirkuit Sentul yang masih dalam pembangunan dan Gerbang Tol Sentul. 

Selain itu, kawasan perumahan Bogor ini juga masih terus berkembang dengan ada perencanaan dan pembangunan infrastruktur aksesibilitas, di antaranya:

  • Tol Bogor Outer Ring Road (BORR)

  • Bogor Inner Ring Road (BIRR)

  • Jalan Poros Tengah Timur (Jalur Puncak Dua)

  • Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi (Bocimi)

  • Tol Bogor - Bandung

Untuk info detail mengenai kawasan hunian dengan konsep transit-oriented development ini, Anda dapat mengaksesnya sekarang juga di laman Citra Sentul Raya.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai transit-oriented development, meliputi pengertian TOD dan konsepnya.

Semoga informasi ini bermanfaat dalam memahami konsep perencanaan kota.

Baca juga:

7 Pilihan Apartemen Jakarta Timur yang Dekat dengan Stasiun

Author:

Imam