
Ketika merenovasi atap rumah, salah satu faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah pemilihan ukuran genteng.
Ukuran genteng secara tidak langsung berpengaruh pada jumlah yang dibutuhkan dalam proses renovasi.
Jika dilihat secara sekilas, genteng mungkin tampak memiliki ukuran yang seragam.
Namun, sebenarnya, terdapat berbagai variasi ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.
Salah dalam memilih ukuran genteng dapat menyebabkan kebocoran serta membuat struktur atap rumah menjadi kurang stabil.
Untuk memahami lebih lanjut tentang ukuran genteng berdasarkan jenisnya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Ragam Ukuran Genteng di Pasaran
Foto: Kompas.com
1. Genteng Keramik
Keramik merupakan material yang paling populer untuk atap rumah.
Sebab, genteng keramik sangat mudah dipasang dan dapat menjadikan tampilan rumah terlihat lebih modern.
Ukuran genteng keramik standar yakni sebesar 31×32 cm dengan bobot 3,5 kg.
Baca juga: Macam-macam Ukuran Keramik Tangga Rumah yang Ideal
2. Genteng Beton
Genteng beton merupakan material bangunan yang memiliki bobot berat.
Meskipun demikian, jenis genteng ini dikenal sangat awet dan kokoh.
Ada dua jenis genteng beton yang dijual di pasaran, yakni minimalis dengan permukaan datar (flat) dan bergelombang.
Untuk genteng beton minimalis flat berukuran 42×32 cm dengan bobot 3,5 sampai 4,5 kg.
Sedangkan genteng beton gelombang berukuran 42×33,5 cm dengan bobot 4,2 kg.
3. Genteng Tanah Liat
Selanjutnya terdapat genteng tanah liat.
Tanah liat merupakan jenis genteng yang sudah digunakan sejak tahun 1920-an.
Kendati sudah ada cukup lama, hingga kini genteng tanah liat masih banyak digunakan di rumah atau bangunan lain karena kualitasnya.
Ukuran genteng tanah liat standar di pasaran sebesar 30×20 cm.
4. Genteng Mantili
Foto: YouTube/Ora Aji Chanel
Salah satu jenis genteng yang sering digunakan untuk hunian minimalis adalah mantili.
Mantili sendiri merupakan genteng polos yang memiliki karakteristik lengkungan di salah satu sisinya.
Sementara di sisi lain, tampilannya datar.
Genteng mantili memiliki panjang 32,5 cm dengan lebar 23 cm.
Untuk ketebalannya sekitar 1,5 cm.
5. Genteng Metal
Kemudian terdapat genteng metal yang belakangan ini banyak digunakan oleh masyarakat.
Biasanya genteng metal digunakan untuk carport, teras, atau kanopi rumah.
Jika dibandingkan jenis genteng yang sudah disebutkan, ukuran genteng metal pasir memang lebih besar, yakni sekitar 60 cm hingga 120 cm.
Meski ukurannya lebih besar, tetapi ketebalan dari genteng metal kurang dari 1 mm.
6. Genteng Multiroof
Multiroof atau metal pasir adalah genteng yang terbuat dari plastik PVC dan serat fiberglass.
Jenis genteng ini sangat tahan terhadap korosi dan memiliki bobot ringan.
Selain itu, genteng multiroof juga sangat mudah dipasang karena dapat langsung menyesuaikan dengan bentuk atap.
Genteng multiroof berukuran 77×100 cm untuk tipe klasik dan 77×87,5 cm untuk tipe permata.
7. Genteng Aspal
Sesuai dengan namanya, jenis genteng ini memang terbuat dari bahan utama aspal yang dicampurkan dengan material pasir batu serta fiberglass.
Genteng aspal atau yang juga dikenal sebagai bitumen biasanya dijual dalam bentuk lembaran.
Namun, beberapa penjual juga menawarkan genteng aspal dalam bentuk gelombang.
Ukuran genteng aspal lembaran di pasaran bervariasi, mulai dari 98,5×34 cm, 99×34 cm, dan 100×33,3 cm.
Sementara itu, ketebalan dari genteng aspal lembaran sekitar 3 mm dengan bobot 8,5 hingga 13,4 kg.
Di sisi lain, genteng aspal gelombang berukuran sebesar 200×94 cm dengan ketebalan 3 mm.
Baca juga: Daftar Ukuran Cat Tembok di Pasaran untuk Kebutuhan di Rumah
Itulah informasi lengkap seputar ukuran genteng berdasarkan jenisnya.
Semoga ulasan ini bermanfaat!

