Tentang Waterfront City, Pengertian, Jenis hingga Rekomendasi Huniannya

29 Jun 2020 - Miyanti Rahman

Tentang Waterfront City, Pengertian, Jenis hingga Rekomendasi Huniannya

Foto: Unsplash

Menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Indonesia memiliki sekitar 516 kota.

Hampir setengahnya dari jumlah tersebut merupakan kota yang dikelilingi oleh perairan seperti laut, sungai, dan danau.

Jadi tidak heran apabila pengelolaan wilayah di Tanah Air banyak yang menerapkan konsep kota tepi air alias waterfront city.

Saat ini pemerintah sendiri sedang mengerjakan empat proyek waterfront city, yaitu di Bengkulu, Semarang, Tegal dan Pontianak.

Lalu ada pula proyek waterfront city pertama di Indonesia yang sudah rampung, yaitu waterfront city Labuan Bajo yang berstandar internasional.

Mengingat potensi Indonesia dalam hal ini, pihak swasta pun tidak mau ketinggalan, banyak perusahaan pengembang yang mengerjakan proyek hunian dengan konsep waterfront city

Anda ingin tahu rekomendasi  rumah dengan konsep waterfront city

Nah sebelum tiba di pembahasan yang satu ini, ada baiknya pahami dulu pengertian dan jenis-jenis waterfront city. 

Pengertian Waterfront City

Menurut John Echols, pengertian waterfront city adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai, ataupun danau.

Secara harfiah dalam Bahasa Indonesia  waterfront city berarti daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air.

Namun tahukah Anda, sebenarnya penerapan konsep waterfront city sudah dilakukan sejak zaman dahulu?

Hanya saja dulu belum ada penamaan resmi waterfront city.

Daerah tepian air pada saat itu ramai oleh kegiatan perdagangan, kemudian budaya, ekonomi, serta desa-desa dan pemukiman penduduk pun berkembang. 

Waterfront city sendiri pertama kali dikenal pada 1980, tepatnya saat terjadi revitalisasi untuk menata kembali kawasan industri yang berada di pesisir San Fransisco, Amerika Serikat.

Setelah itu, banyak kota di negara maju dan berkembang seperti Dubai serta beberapa kota di Eropa dan Asia termasuk Indonesia melakukan pengelolaan wilayah dengan konsep waterfront city.

Lalu apa saja jenis-jenis waterfront city?

Jenis-jenis Waterfront City


Foto: Unsplash

Jenis-jenis waterfront city dibagi menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan tipe pembangunannya dan berdasarkan fungsinya.

Nah, kedua pembagian tersebut memiliki turunan lagi yang akan dijelaskan secara lebih detail melalui pemaparan di bawah ini.

Jenis Waterfront City Berdasarkan Tipe Pembangunan

Berdasarkan tipe pembangunannya, ada tiga jenis waterfront city  yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut.

Konservasi

Konservasi mengacu pada usaha pemeliharaan dan perlindungan daerah tepian air dengan cara mempertahankan komponen-komponen lingkungan.

Contohnya konservasi hutan mangrove yang banyak tumbuh di pesisir pantai dan bermanfaat untuk melestarikan habitat hewan-hewan air.

Redevelopment

Istilah pembangunan kembali atau redevelopment di sini, merujuk pada upaya untuk meningkatkan nilai dan fungsi sebuah kawasan yang sudah ada sebelumnya.

Dengan adanya redevelopment, diharapkan tidak hanya kondisi fisik suatu kawasan saja yang membaik, tetapi diharapkan juga ada perubahan positif dari segi ekonomi dan budaya masyarakat.

Development

Jika redevelopment merujuk pada upaya untuk meningkatkan nilai dan fungsi waterfront city yang sudah ada sebelumnya, maka development memulai semuanya dari nol.

Waterfront city development tentunya harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

Jenis Waterfront City Berdasarkan Fungsi

Selanjutnya jenis waterfront city berdasarkan fungsi dibagi menjadi empat, yaitu:

Mixed Use Waterfront

Mixed use waterfront adalah jenis waterfront kombinasi yang memadukan perumahan, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit, dan atau tempat-tempat kebudayaan.

Fasilitas publik yang menunjang kehidupan tersebut difungsikan dalam satu atau lebih bangunan multifungsi (mixed use building).

Baca juga:

Mengenal Konsep Penataan Ruang, dari Mixed Use hingga Waterfront

Recreational Waterfront

Jenis waterfront city yang satu ini menyediakan semua sarana-sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan hiburan dan rekreasi.

Oleh sebab itu, tersedia fasilitas taman, arena bermain, tempat pemancingan, hingga fasilitas untuk kapal pesiar di sini.

Residential Waterfront

Nah, jenis waterfront city yang satu ini mengacu pada kawasan pemukiman atau hunian di daerah tepian air.

Anda bisa menemukan perumahan, apartemen alias hunian vertikal, hotel, resort, dan lain sebagainya di residential waterfront ini.

Working Waterfront

Kemudian yang terakhir adalah working waterfront, jenis waterfront city ini berfungsi sebagai area bisnis dan komersial.

Tak heran apabila banyak terdapat tempat-tempat penangkapan ikan, reparasi kapal pesiar, industri berat, dan fungsi-fungsi pelabuhan.

Seperti itulah pengertian dan jenis-jenis waterfront city yang patut Anda pahami di tengah masifnya pembangunan kota dan hunian.

Rekomendasi Hunian dengan Konsep Waterfront Living

Tahukan Anda, tinggal di hunian dengan konsep waterfront living dapat meningkatkan kualitas kehidupan terutama dari sisi psikologis.

Bayangkan saja, saat penat melanda Anda bisa langsung refresh pikiran dengan cara memandang indahnya laut biru apabila hunian berada di tepi laut.

Bagaimana, berminat tinggal di hunian dengan konsep waterfront living? Berikut rekomendasinya untuk Anda.

Nava Park


Foto: Nava Park

Nava Park merupakan sebuah kawasan pemukiman yang menerapkan konsep waterfront dalam pengembangannya.

Kawasan permukiman yang satu ini merupakan persembahan dari perusahaan pengembang terpercaya di Indonesia, Sinar Mas Land yang berkolaborasi dengan Hong Kong Land.

Nava Park berada di lokasi yang sangat strategis, yaitu di Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Diketahui bahwa lokasi tersebut memiliki akses mudah jalan tol seperti Jakarta–Serpong, BSD–Pondok Indah dan Stasiun Rawa Buntu. 

Adapun jenis hunian yang dibangun di atas lahan seluas 68 hektare ini, yaitu rumah tapak premium serta apartemen high rise dan mid rise.

Keduanya dilengkapi oleh fasilitas yang sangat memadai yang dapat memanjakan dan memudahkan kehidupan penghuninya.

Sebut saja country club, sprint walk, man made lake, feature bridge, playzone dan multipurpose park, bahkan ada villa untuk rekreasi.

Selain itu, ada juga area mixed use building komersial yang menjadi pusat bisnis dan perbelanjaan di Nava Park.

Borneo Bay City


Foto: Borneo Bay City

Rekomendasi hunian selanjutnya adalah Borneo Bay City yang berada di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Hunian yang satu ini merupakan sebuah maha karya dari Agung Podomoro Group untuk menyambut calon ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur.

Borneo Bay City lokasinya berada di tepi Selat Makassar dan posisinya menghadap ke laut lepas nan biru, terbayang bagaimana indahnya, kan?

Lokasi itu tidak jauh dari Pelabuhan Semayang, pelabuhan terbesar di Pulau Kalimantan yang berada di Kecamatan Prapatan.

Saking dekatnya Borneo Bay City ke Pelabuhan Semayang, waktu tempuh yang diperlukan bahkan hanya 15 menit.

Superblok dengan konsep waterfront city ini dilengkapi oleh fasilitas super mewah seperti infinity swimming pool yang menghadap ke laut.

Tidak tanggung-tanggung, ada juga tiga pusat perbelanjaan besar, yaitu Plaza Balikpapan, Balikpapan Trade Center dan Branded Mall.

Lalu fasilitas keamanannya pun disiapkan dan dikelola dengan baik untuk memberi kenyamanan dan keamanan kepada penghuni.

Bagaimana, menarik bukan?

Namun apabila Anda masih ingin mencari rekomendasi hunian dengan konsep waterfront living lainnya, langsung saja mampir ke 99.co/id.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Author:

Miyanti Rahman