Hukum

Ini Aturan Hukum Soal Tanah Terjepit Seperti Kasus Rumah Pak Eko

19 September 2018
Rumah Pak Eko

Eko Purnomo gamang dengan kondisi rumahnya yang terletak di kecamatan Ujungberung, Bandung. Pasalnya, kediamannya tersebut terkepung oleh rumah tertangga sehingga tak memiliki akses jalan. Otomatis, rumah Pak Eko tersebut pun tak bisa dimasuki dan terbengkalai.

Frustasi dengan keadaan tersebut, pria berusia 37 tahun ini pun menjual rumahnya seharga Rp150 juta.

Tergolong murah memang untuk sebuah rumah yang berada di kawasan Bandung Timur.

Iklan rumah tanpa akses jalan tersebut pun mendadak viral sehingga menyita perhatian banyak orang.

Ihwal Tertutupnya Akses Jalan ke Rumah Pak Eko

Rumah Pak Eko yang terletak di Kampung Sukagalih, Desa Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung, Bandung yang kini terblokade tersebut merupakan tanah warisan dari sang ayah.

Setelah mendapatkan sertifikat rumah pada 1998, Pak Eko pun kemudian mulai membangun rumah seluas 76 m² di tahun 1999.

Dikutip 99.co dari tribunnews.com, Eko mengaku bahwa ada warga yang membeli tanah di samping kiri dan depan rumahnya.

Pada akhirnya, tepatnya 2016, akses jalan menuju kediamannya pun tertutup akibat pembangunan di kedua bagian tanah tersebut.

Baca Juga :  Inspirasi Desain Rumah Bergaya Kolonial Belanda, Elegan dan Klasik

Eko pun mencari solusi agar bisa memiliki akses masuk ke rumahnya yang terhimpit tersebut.

Ia berusaha membeli sebagian tanah milik kedua tetangganya tersebut, namun ditolak karena tak ada kesepakatan harga.

Versi lain, sang tetanggalah yang menawarkan tanah tersebut kepada Eko yang akhirnya ditolak karena ketiadaan uang.

Hingga saat ini kasus rumah Pak Eko pun masih bergulir dengan melibatkan para pemilik tanah, pemilik rumah, dan camat serta BPN setempat.

Sayangnya, hingga tulisan ini diturunkan, belum ada kesepakatan di antara pihak-pihak terkait.

Hukum Soal Tanah Terjepit yang Tak Memiliki Akses

Kasus rumah Pak Eko pun ternyata banyak dialami masyarakat Indonesia.

Agar dapat menyelesaikannya, seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut perlu memahami aturan yang berlaku.

Aturan mengenai tanah terjepit tersebut telah dituangkan dalam Pasal 667 dan Pasal 668 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Pedata).

Seperti ini bunyi kedua pasal tersebut:

Pasal 667 KUHPerdata

Pemilik sebidang tanah atau pekarangan, yang demikian terjepit letaknya antara tanah-tanah orang lain, sehingga ia tak mempunyai pintu keluar ke jalan atau parit umum, berhak menuntut kepada pemilik-pemilik pekarangan tetangganya supaya memberikan jalan kepadanya melalui pekarangan pemilik tetangga itu, dengan mengganti ganti rugi yang seimbang.”

Pasal 668 KUHPerdata:

Jalan keluar itu harus diadakan pada sisi pekarangan atau tanah yang terdekat dengan jalan atau parit umum, namun dalam suatu jurusan yang demikian sehingga menimbulkan kerugian yang sekecil-kecilnya, bagi pemilik tanah yang dilalui.”

Itu berarti, Pak Eko dapat memberikan ganti rugi atas tanah yang dibuka untuk dijadikan jalan rumahnya kepada sang tetangga.

Baca Juga :  Terganggu Kursus Mengemudi di Komplek Perumahan, Harus Lakukan Apa?

Sang tetangga pun perlu merelakan tanah miliknya tersebut untuk dibeli dengan harga wajar.

Musyawarah dan juga kelapangan hati dari seluruh pihak yang terlibat memang diperlukan untuk dapat memecahkan masalah seperti kasus rumah Pak Eko.

***UPDATE***

Dilansir dari artikel “Eko Akhirnya Miliki Akses Jalan ke Rumahnya” (regional.kompas.com), solusi atas masalah jalan ke rumah Pak Eko telah ditemukan.

Tetangga belakang Eko yaitu keluarga almarhumah Imas dan para ahli warisanya bersedia memberikan sebagian area rumahnya untuk dibuatkan jalan.

Akses jalan tersebut memiliki luas satu meter dan panjang enam meter.

Disebutkan, pada bagian kanan rumah almarhumas Imas, terdapat celah yang menembus bagian kiri rumah Eko. Lebarnya sendiri sekitar 15 sentimeter.

Bagian itulah yang akan dibongkar dan dibuat akses menuju rumah Pak Eko.

Sementara itu, biaya pembongkaran dan pembuatan jalan akan ditanggun oleh pemerintah setempat.

Semoga ulasan di atas tadi juga dapat bermanfaat untuk Anda, Urbanites!

Jangan ragu untuk membagikan ulasan ini melalui aplikasi chatting atau media sosial milik Anda agar lebih banyak lagi orang yang tahu.

Baca Juga :  Tinggal Serumah dengan Mertua, Begini Hukumnya

Baca terus blog 99.co untuk mendapatkan ulasan seputar Hukum setiap hari Rabu.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like