Berita

13 Bahan Bangunan Alternatif untuk Dinding Rumah | Pilih Mana?

25 Agustus 2019
bahan material alternatif
4 menit

Sebelum merancang sebuah kontruksi bangunan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu bahan material seperti apa yang ingin kamu gunakan? Tidak hanya bahan yang berasal dari pabrik saja ternyata ada bahan bangunan alternatif untuk kontruksi pembangunan.

Batu bata merupakan material yang paling lazim digunakan orang-orang untuk dijadikan dinding rumah.

Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak pilihan gaya rumah, makin banyak pula alternatif bahan yang digunakan untuk dinding.

Berikut beberapa pilihan bahan material bangunan alternatif material yang bisa menjadi pilihan kamu.

13 Bahan Bangunan Alternatif Dinding Rumah

1. Batako

bahan material alternatif

Dibandingkan menggunakan batu bata yang bentuknya kecil, orang-orang bisa memilih menggunakan batako atau beton ringan aerasi yang bentuknya lebih besar.

Dengan menggunakan bahan material alternatif tersebut kamu bisa berhemat, baik waktu atau biaya pembangunan.

2. Mycelium

bahan material alternatif

Bahan bangunan alternatif selanjutnya berasal dari sejenis jamur, lho!

Cara ditumbuhkannya dengan menaruhnya di sekitar bahan-bahan organik seperti, batang jerami atau yang lainnya.

Setelah tumbuh sesuai dengan bentuk yang diinginkan, jamur ini akan dikeringkan menjadi batu bata yang kuat.

3. Bambu dan Jerami

bahan material alternatif

Material yang berasal dari alam dapat memberikan kesan natural di rumah.

Contohnya, bahan bangunan seperti bambu merupakan bahan yang cocok dijadikan dinding karena kuat.

Bambu sangat mudah ditemukan apa lagi di negara tropis seperti Indonesia.

Selain bambu, jerami yang dipadatkan juga bisa menjadi pilihan dinding rumah dengan kesan alami.

4. Ferrock

bahan material alternatif

Bahan bangunan lainnya yang bisa dijadikan sebagai alternatif adalah ferrock.

Ferrock berasal dari daur ulang bahan-bahan bekas termasuk, debu baja dari industri baja sehingga menghasilkan bangunan yang lebih kuat dari beton.

Hal yang lebih menarik lagi, bahan ini sangat unik karena bisa menyerap dan menahan CO2 pada saat proses pengeringan dan pengerasan.

5. Tanah Lempung

bahan material alternatif

Sumber: digitalmania.id

Berdasarkan penelitian di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, tanah lempung dikatakan bisa menjadi pilihan material dinding yang relatif lebih murah dari pada bata merah.

Sebab, tanah lempung yang dibentuk menjadi batu bata memiliki beberapa kelebihan lainnya yaitu ramah lingkungan, hemat energi, tidak meninggalkan sisa banyak blok.

Selain itu, bentuknya lebih berseni karena mudah dibentuk sesuai keinginan.

6. Beton Rumput

bahan material alternatif

Bahan ini biasanya digunakan pada jalur pejalan kaki namun, memiliki lubang-lubang yang cukup untuk rumput di sela-selanya.

Jika kamu memilih bahan material ini sebagai pondasi bangunan maka akan mengurangi pemakaian beton dan juga bisa menjadi jalan masuknya air hujan ke tanah.

7. Tanah yang Dipadatkan

bahan material alternatif

Sumber: sejatiteknik.com

Memakai tanah pada bahan bangunan akan merasakan kesan alam pada hunian.

Betuk tidak?

Bahkan sebenarnya dinding yang mirip dengan beton bisa saja dibuat dengan memadatkan tanah di rangka kayu.

Pemadatan tanah adalah teknologi yang digunakan oleh peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu dan ternyata mampu bertahan hingga sekarang, lho!

Baca Juga:

Wallpaper Lantai, Solusi Alternatif untuk Rumah Anda!

8. Kayu

bahan material alternatif

Selama tumbuh, kayu menyerap gas CO2.

Kemudian, cara pengolahannya untuk menjadi sebuah bahan bangunan tidak menghabiskan banyak energi.

Hutan yang mana jadi penghasil kayu harus dikelola dengan baik agar bisa berkelanjutan menghasilkan kayu.

9. Plastik Daur Ulang

bahan material alternatif

Plastik sudah terbukti sangat merusak lingkungan makhluk hidup.

Maka dari itu, sekarang para peniliti membuat bahan bangunan alternatif bangunan yang didalamnya mengandung plastik daur ulang dan sampah.

Sehingga, bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hasil yang akan kamu dapatkan adalah bahan bangunan yang ringan dan bisa membantu pengurangan sampah.

10. HemCrete

bahan material alternatif

Hemcrete adalah beton yang dibuat dari serat tanaman hemp.

Serat tersebut dicampur dengan kapur untuk membentuk sebuah bahan yang mirip beton namun, kuat dan ringan.

Bahan alternatif bangunan ini sangat ringan, energi yang diperlukan untuk memindahkannya sangat rendah karena hemcrete tumbuh sendiri dengan cepat di alam dan berkelanjutan.

Namun, seperti yang kita tahu tanaman hemp berasal dari ganja industri yang mana peredarannya tak lazim digunakan di Indonesia.

Padahal menurut situs Livescience disebutkan bahwa hemp memiliki kandungan zat psikoaktif psychotropic chemical tetrahydrocannabinol (THC) yang rendah, yakni di bawah 0,5 %.

Sementara, tanaman marijuana yang lainnya biasanya mengandung THC hingga 15 %.

Beberapa negara contohnya di Inggris, seorang petani bernama Nick Voase membuat sendiri rumahnya yang ramah lingkungan dengan bahan bangunan dari tanaman hemp.

Indonesia enggak tertarik, nih?

11. Ashcrete

bahan material alternatif

Berbeda dengan hemcrete, untuk ashcrete bahan bangunan ini menggunakan abu terbang sebagai ganti semen tradisional.

Abu terbang adalah produk sampingan dari hasil pembakaran batu bara.

12. Timbercrete

bahan material alternatif

Selanjutnya, bahan material bangu

nan alternatif bisa didapat dari pemadatan bubuk gergaji kau yang dicampur dengan semen.

Ini disebut dengan timbercrete.

Bahannya lebih ringan daripada beton, lho!

Lalu, proses transportasinya pun lebih mudah dan proses pembentukannya dapat mengurangi sampah.

13. Barang-Barang Bekas

bahan material alternatif

Terakhir, bahan material bangunan bisa kamu dapatkan dari barang-barang bekas yang ada di rumah.

Seperti, botol bekas, kaleng bekas, hingga kertas bekas juga bisa dimanfaatkan menjadi material dinding rumah.

Untuk botol-botol dan kaleng pengguna adalah disusun secara horizontal kemudian dieratkan dengan bahan mortar.

Agar tidak monoton botol atau kaleng bekas tersebut bisa dicat dengan berbagai warna.

Selanjutnya, untuk menyulap kertas bekas menjadi bata (papercrete), kertas harus dilumatkan terlebih dulu dengan air, dicampur dengan semen, kemudian dicetak dan dikeringkan.

Bata dari kertas bekas ini dinilai lebih ekonomis dan menjadi solusi di tengah meningkatnya harga bahan bangunan.

Baca Juga:

11 Model Keramik Lantai Rumah Minimalis untuk Rumah Impian

Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk mendapatkan bahan bangunan alternatif, ya!

Jangan lupa baca informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia

Ingin mendapatkan properti idaman tanpa kesulitan mencarinya? Temukan lewat situs 99.co/id .

***CYN/BAP

You Might Also Like