Keuangan, Tips & Trik

Bayar Zakat Fitrah dengan Uang. Apa Bisa Dilakukan?

1 Juni 2019
zakat fitrah dengan uang
3 menit

Selain menggunakan beras, ternyata kita juga bisa membayar zakat fitrah dengan uang. Apakah benar? Bagaimana hukum dan ketentuannya? Baca disini!

Zakat fitrah merupakan jenis zakat yang dikeluarkan saat akhir bulan Ramadan.

Zakat ini hukumnya wajib bagi orang-orang yang memiliki harta lebih dan harus dibayarkan sebelum matahari terbenam saat Hari Raya Idul Fitri, atau hukumnya akan haram.

Pada dasarnya, cara pembayaran zakat fitrah dilakukan menggunakan beras.

Aturan jumlah yang diberikan untuk zakat fitrah adalah 3,5 litera atau 2,5 kg beras.

Nah, selain menggunakan beras, kita juga bisa menukarnya dengan uang, yaitu dengan mengganti harga 2,5 beras tersebut.

Namun, akhir-akhir ini bayar zakat fitrah dengan uang sedang hangat diperbincangkan.

Apa benar menjadi bid’ah?

Simak saja langsung penjelasannya menurut ulama ternama Ustadz Abdul Somad di bawah ini!

Kekhawatiran Zakat Fitrah dengan Uang

Desas-desus membayar zakat fitrah dengan uang memang masih sering terdengar di telinga.

Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah dilarangnya membayar menggunakan uang karena hukumnya bid’ah.

Menurut pengertiannya, bid’ah adalah perbuatan yang pengerjaannya tidak mengikuti contoh yang sudah ditetapkan sebelumnya, termasuk menambah dan mengurangi ketetapan.

Namun, apakah benar membayar zakat fitrah dengan uang itu salah?

Kekhawatiran masyarakat luas tentang metode bayar zakat pakai uang ini muncul karena Rasulullah SAW tidak pernah menuntaskan zakat fitrahnya menggunakan uang.

Pada zamannya, Rasulullah SAW menggunakan sistem barter.

Karena hal tersebut, otomatis membayar zakat fitrah dengan uang memang terkesan bid’ah.

Tapi, apakah benar hukumnya seperti itu?

Baca Juga:

Persiapan Idul Fitri. Yuk, Buat Lentera Ramadan & Amplop THR Lebaran!

Jadi, Bisakah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Uang?

Kesimpulan singkatnya, menurut Ustadz Abdul Somad, sebenarnya tindakan ini sah-sah saja.

Sang ulama berpendapat demikian dengan alasan bahwa pada zaman dahulu, Nabi Muhammad SAW membayar zakat menggunakan sistem barter, yang mana sudah sesuai dengan Mazhab Hanafi.

Walaupun pada masanya, untuk Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali bayar zakat disarankan mengunakan makanan pokok.

Ustadz Abdul Somad berkata bahwa Rasulullah SAW membayar zakatnya menggunakan empat barang…

…Yaitu kurma, gandum, kismis, dan susu kambing yang sudah dijemur kering (seperti mentega).

Apabila dilihat dari barang-barang di atas, berarti membayar zakat pakai beras juga bid’ah, dong?

Lagi, lagi, sang ulama menangkal opini tersebut karena pada zaman dahulu, keempat barang di atas merupakan barang pokok.

Itulah sebabnya sekarang kita berani membayar pakai beras, karena memang sudah menjadi barang pokok disini.

Jadi, menurut beliau, membayar zakat dengan uang atau beras sudah mengikuti ajaran Islam.

Pada video berjudul Serba-serbi Zakat Fitrah, ia berkata, “…Saya tidak menyalahkan yang pakai duit, karena Mazhab Hanafi membolehkan. Satu Mazhab membolehkan (pakai duit). Yang pakai beras atau makanan pokok tiga (Mazhab).”

Ketentuan Zakat Fitrah

Tata Cara Membayar

Setelah kita pelajari membayar zakat dengan uang itu sah-sah saja, yuk kita pelajari tata cara membayarnya!

Zakat fitrah bisa kamu salurkan melalui sebuah lembaga zakat resmi atau dengan cara memberikannya sendiri-sendiri.

Biasanya apabila melewati lembaga amil zakat, kamu akan diberikan waktu tertentu untuk mengumpulkan uang atau beras yang hendak disumbangkan.

Tapi, apabila kamu berencana memberikan zakat secara personal, waktunya adalah sebelum matahari tenggelam pada Hari Raya Idul Fitri, seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud)

Niatan Zakat Fitrah

Sebagaimana hukumnya dalam ajaran Islam, memulai sesuatu dengan niat akan membuat amalan dan tindakan tersebut sah di mata Allah SWT…

…Tidak terkecuali zakat fitrah.

Berikut adalah niatan zakat fitrah untuk keluarga:

  • Diri sendiri: ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk istri: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk anak laki-laki: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama anak laki-laki), fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk anak perempuan: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama anak perempuan), fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk diri sendiri dan seluruh anggota keluarga: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk orang yang diwakilkan: ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
    “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama orang tersebut), fardu karena Allah Ta’ala”
  • Untuk penerima zakat: ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
    “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Baca Juga:

9 Tradisi Lebaran yang Unik di Dunia. Indonesia Juga Punya Ternyata!

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id.

You Might Also Like