Berita, Berita Properti

5 Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

20 Agustus 2019
3 menit

Bisnis rumah kontrakan bisa jadi salah satu investasi menggiurkan yang dapat kita lakukan. Namun, segala hal itu tak datang semerta-merta. Butuh usaha ekstra dan tekun dalam menjalankan setiap proses. Agar tidak salah kaprah, mari simak aspek-aspeknya lewat artikel satu ini!

Sahabat 99, siapa sih yang tidak menginginkan penghasilan tambahan secara berkelanjutan dengan mudah?

Banyak orang memulai langkah besar dengan cara menjalankan bisnis rumah kontrakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Jika belum memiliki properti untuk disewakan, kita harus mencari hunian dijual terlebih dahulu.

Sebelum membeli properti untuk disewa, pikirkan terlebih dahulu beberapa hal yang akan mempengaruhi keputusan perihal pembelian hunian untuk disewakan.

Apa saja, kira-kira? Berikut adalah lima hal yang harus kamu pertimbangkan.

5 Tips untuk Bisnis Rumah Kontrakan

1. Menaruh Target Pendapatan

bisnis rumah kontrakan

Sebelum menyewakan properti, cari tahu berapa harga pasaran yang sesuai dengan lokasi dan kualitas dari properti yang hendak dibeli.

Hal ini sangat penting agar Sahabat 99 tahu harga sewa pada umumnya…

Sekaligus memperkirakan keseimbangan antara harga beli dan uang sewa yang akan didapatkan kelak.

Contoh:

  • Kamu membeli rumah dengan harga Rp300 juta
  • Sesuai penelitian harga sewa rumah di area sekitar, kamu bisa mendapatkan sekitar Rp1,5 juta per bulan
  • Sesuai dengan perhitungan, maka kamu akan mendapatkan Rp18 juta per tahun.

Selanjutnya adalah perhitungan pengeluaran tahunan yang harus dikeluarkan sebagai pemilik properti.

Tentunya hal ini menjadi penting agar kita tidak mengalami kerugian.

2. Pahami Pengeluaran Tahunan

bisnis rumah kontrakan

Ada dua jenis pengeluaran tahunan, yakni pengeluaran tetap dan pengeluaran tak terduga.

Pada pengeluaran tetap, Sahabat 99 akan mengeluarkan uang untuk membayar pajak, asuransi, maintenance secara rutin dan berbagai perbaikan properti yang harus dilakukan secara rutin.

Sedangkan pada pengeluaran tak terduga, kita mesti menyiapkan dana darurat jika ada kejadian yang tak diinginkan.

Misalnya kerusakan AC, pemanas air, dan lain-lain.

Dengan berbagai kemungkinan, sebaiknya sediakan dana yang sama besar dengan pengeluaran tetap.

Jika mengalokasikan dana untuk pengeluaran tetap sebesar Rp3 juta, maka Sahabat harus menyediakan dana untuk pengeluaran tak terduga sebesar Rp3 juta juga.

Baca Juga:

7 Mitos Bisnis Properti yang Salah dan Tak Perlu Dipercaya

Jika anggaran ini dihitung per tahun, berarti Sahabat 99 hanya akan mendapatkan Rp12 juta…

Berdasarkan rincian biaya sewa per tahun (Rp18 juta), pengeluaran tetap per tahun (Rp3 juta), serta biaya tak terduga per tahun (Rp3 juta).

Perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya berlaku kalau ada orang yang menyewa properti.

Bila tidak, berarti kita harus membiayai pengeluaran tahunan itu dari kantong sendiri.

Apakah Sahabat 99 sanggup menutupi anggaran tersebut?

3. Siap dengan Segala Risiko

bisnis rumah kontrakan

Sebelum membeli properti, perhitungkan berbagai risiko yang mungkin akan dihadapi sebagai berikut:

  • Selama beberapa jangka waktu tertentu, mungkin tidak ada orang yang ingin mengontrak rumah.
  • Saat baru membeli properti tersebut, kita harus mendesain interior dengan baik.
  • Harus sanggup mengusir orang yang menyewa properti jika terjadi masalah yang tidak diinginkan.
  • Mesti siap memperbaiki beberapa bagian dari properti akibat pihak penyewa tidak bertanggung jawab.

Untuk menghindari hal tersebut, mungkin ada baiknya untuk berkonsultasi dengan lembaga yang bisa mengurus masalah properti…

Sehingga bisa membantu mendapatkan penyewa dengan kualitas mumpuni.

Alhasil, properti yang disewakan mampu tetap dalam keadaan baik.

4. Rutin Melakukan Perawatan

bisnis rumah kontrakan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kita harus rutin melakukan perawatan terhadap rumah yang disewakan.

Rajin membersihkan rumah sudah tentu menjadi kewajiban setiap minggu.

Tak lupa, perhatikan setiap sudut ruangan jika terjadi kerusakan.

Bila rumah kosong untuk waktu yang lama, koordinasikan dengan pihak keamanan sekitar agar tetap terjaga.

Pasalnya, pencurian listrik hingga pompa air kerap terjadi lho Sahabat 99!

Meski rumah telah diisi oleh pengontrak, tetaplah untuk bertukar kabar soal rumah tersebut…

Pastikan agar dirimu sigap menangani kerusakan serta melakukan perawatan properti.

Bagaimanapun, bisnis rumah kontrakan tak cuma soal strategi dan promosi…

Namun juga peduli dengan perawatan sehari-hari.

5. Iklankan dengan Cara Tepat

bisnis rumah kontrakan

Bisnis rumah kontrakan sudah jalan, namun masih merasa kurang tersebar dari segi pemasaran?

Itu tandanya, Sahabat 99 kurang mempromosikan dengan tepat!

Satu-satunya cara adalah intens dan iklan rumah tersebut dengan cara yang tepat.

Hubungi agen properti terpercaya untuk membantu mengiklankan rumah.

Bisa juga dengan mengakses 99.co/id dan pajang rumah disewakan.

Jangan sungkan pula untuk menyebarkan di media sosial pribadi…

Siapa tahu ada keluarga hingga rekan sejawat yang sedang mencari rumah disewa.

Baca Juga:

Memahami Bisnis Properti Lebih Dalam Bersama 7 Artis Indonesia Ini

Memiliki properti yang disewa tentu bisa menjadi sumber pendapatan tetap.

Namun, kita tetap harus mengerti segala hal yang berkaitan dengan properti tersebut sebelum membelinya.

Sebagai tambahan, jika Sahabat 99 benar-benar berminat untuk memulai bisnis rumah kontrakan…

Banyaklah berkonsultasi dengan orang-orang yang terbiasa bergelut di bidang properti.

Upaya tersebut dilakukan agar kita dapat mengerti berbagai sudut pandang serta pro dan kontra pada setiap pilihan.

***

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya, hanya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, segera iklankan properti milikmu lewat 99.co/id untuk disewakan.

 

You Might Also Like