Berita

Bonus Demografi Jadi Peluang Besar bagi Bisnis Properti. Tertarik Investasi?

2 menit

Bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2030 diprediksi akan berdampak besar pada bisnis properti, terutama sektor hunian. Banyaknya penduduk usia produktif akan menjadi peluang besar untuk sektor bisnis ini.

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Adi Setianto, mengatakan bahwa bonus demografi adalah faktor pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Di sektor properti, bonus demografi menjadi peluang bisnis yang besar bagi pengembang dan perbankan dari segi pembiayaan pembelian rumah.

Peluang ini tentu bisa dimanfaatkan untuk siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis properti atau yang ingin memulai berinvestasi properti.

Peluang Bisnis Properti di Era Bonus Demografi

Menurut United Nations Population Fund, bonus demografi adalah potensi pertumbuhan ekonomi sebuah negara dikarenakan perubahan struktur usia penduduk.

Di tahun 2030, proporsi penduduk usia produktif (15-65 tahun) akan lebih banyak dibandingkan proporsi usia penduduk nonproduktif (0-14 tahun dan di atas 65 tahun).

Dengan begitu, bisnis properti memiliki peluang yang semakin besar seiring adanya pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi ini juga dibarengi dengan banyaknya penduduk usia produktif yang membutuhkan rumah.

persentase orang

Dalam sebuah acara diskusi virtual pada Senin (19/10/2020), Adi Setianto mengatakan bahwa BP Tapera sangat yakin dapat menyediakan pembeli potensial untuk sektor perumahan untuk menggerakkan sektor bisnis properti.

“Tumbuhnya sektor sekunder di Indonesia membuka lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja. Pertumbuhan tersebut juga dapat mendorong investasi dan inovasi teknologi pada sektor sekunder,” kata Adi, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Untuk menyambut bonus demografi, lanjut Adi, BP Tapera menyiapkan sejumlah program untuk mendongkrak sektor bisnis properti.

Satu di antaranya adalah menyiapkan akses dan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjadi peserta Tapera.

“Kemudahan akses untuk menjadi peserta ini juga akan mengarah kepada dorongan sektor properti untuk dapat mengakomodasi demand yang muncul,” ujarnya.

Investasi Properti Paling Menjanjikan

bisnis properti

Melihat hal tersebut, investasi di sektor properti tentu menjadi peluang besar untuk digeluti dari sekarang.

Selain itu, investasi di sektor properti juga disebut menjadi sektor paling aman di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Crown Group, Iwan Sunito, saat konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2020).

Dia berkaca pada fenomena di Australia, ketika banyak orang menginvestasikan uangnya ke sektor properti.

“Saat ini di Australia banyak orang yang memilih menginvestasikan uangnya ke sektor properti karena sektor keuangan masih diliputi ketidakpastian akibat corona,” ujarnya, seperti dikutip dari Republika.co.id.

Menurut dia, investasi di sektor properti memiliki potensi keuntungan sekira 2,5% sampai 3%.

Hal ini lebih menguntungkan ketimbang berinvestasi di sektor tak menentu seperti pasar saham.

“Itulah, mengapa investasi properti tetap memiliki banyak peminat walaupun di tengah pandemi Covid-19. Karena selain aman, juga memiliki return yang menarik,” ujarnya.

***

Bagaimana menurut kamu? 

Dengan peluang yang begitu besar, tentu berinvestasi di bisnis properti sangat menarik bukan?

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bali?

Bisa jadi Damara Village di Kuta Selatan adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts