Rumah Tips & Trik

7 Cara Budidaya Ayam Kampung Minim Biaya, Bisa Diterapkan di Rumah

3 menit

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memulai budidaya ayam kampung, yaitu perihal cara dan persiapan yang dibutuhkan.

Ayam kampung adalah salah satu jenis ayam yang paling diminati masyarakat karena dagingnya lebih bernutrisi dan lezat.

Nama ayam ini diambil dari ciri khasnya yang biasanya hidup di perkampungan.

Ayam ini hidup lebih alami dibanding ayam petelur atau ayam boiler yang cara budidayanya sudah melibatkan bahan kimia.

Dilihat dari segi kesehatan, ayam ini lebih aman dikonsumsi. Apalagi kalau kamu membudidayakan ayam ini sendiri.

Nah, sebelum memulai budidaya ayam kampung, pelajari sistem dan persiapannya, yuk!

Cara Budidaya Ayam Kampung di Rumah

1. Sistem Umbaran

sistem umbaran cara ternak ayam kampung

Sumber: satujam.com

Sistem ini membiarkan ayam berkeliaran bebas di pekarangan rumah tanpa perlu repot-repot dimasukkan ke kandang ayam.

Meski demikian, kamu tetap perlu menyediakan kandang.

Dengan sistem ini, kamu bisa menekan biaya pakan karena ayam akan mencari makanan sendiri di pekarangan rumah.

Sayangnya, pertumbuhan ayam jadi tidak terlalu intensif dan sifat ayam pun jadi lebih liar.

Baca Juga:

Inilah 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Siap Jadi Jutawan?

2. Sistem Semi Intensif

Sistem Semi Intensif ayam kampung

Sumber: sinauternak.com

Sistem ini mirip dengan sistem sebelumnya, di mana budidaya ayam kampung membatasi ruang gerak ayamnya.

Ayam yang tidak banyak bergerak bisa menghasilkan daging yang lebih banyak.

Dengan sistem ini, sebaiknya kamu membuat kandang yang diisi satu ayam jantan dan beberapa ayam betina untuk mempercepat proses kembang biak.

Saat bertelur, kamu bisa memisahkan telur-telurnya dan menetaskannya menggunakan inkubator.

Namun, kamu perlu mengeluarkan biaya pakan lebih karena ruang gerak ayam lebih terbatasi.

3. Persiapan Kandang

kandang ayam kampung

Sumber: kompas.com

Setelah memilih sistem yang sesuai, kini saatnya mulai mempersiapkan kandang ayam sebagai tempat berlindung dan berkembang biak.

Agar fungsi kandang lebih maksimal, kamu perlu memperhatikan ketentuan ini:

  • Letakkan kandang berdekatan dengan rumah agar pengawasannya lebih mudah
  • Kandang bisa dibuat menggunakan bambu atau kayu dengan bentuk dinding yang rapat agar tidak dimasuki hewan lain
  • Tinggi kandang minimal 3 meter
  • Sekat kandang menjadi dua area, untuk ayam dewasa dan untuk anakan ayam
  • Seminggu sebelum ditempati, semprot kandang dengan pestisida untuk menghilangkan parasit-parasit pengganggu

4. Memilih Induk Ayam Kampung

induk ayam kampung

Budidaya ayam kampung yang sukses bermula dari pemilihan indukan yang unggul agar bisa memberikan keturunan yang baik.

Perhatikan ketentuan indukan yang baik berikut ini:

  • Indukan jantan harus bisa berkokok dengan lantang, bulunya mengkilap, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat
  • Indukan betina harus memiliki warna yang menarik, bulunya mengkilap, ukuran tubuh besar, siap kawin, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat
  • Tidak ada patokan perbandingan antara jantan dan betina, tapi kamu bisa mengisi satu kandang dengan 1 jantan dan 10 betina
  • Setelah indukan dipilih, tempatkan ke dalam kandang

5. Mengawinkan Indukan

ayam kampung kawin

Setelah indukan ditempatkan di kandang, mereka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi.

Selama masa adaptasi, jangan lupa untuk terus memberikan makanan tambahan.

Proses perkawinan tidak bisa dipercepat karena terjadi secara alamiah saat indukan memang telah siap kawin.

Indikator keberhasilan perkawinan bisa dilihat dari perilaku ayam betina yang jadi lebih rewel dan terus berkokok.

Kalau sudah seperti itu, kamu harus memisahkan ayam betina dan menempatkannya di tempat khusus untuk bertelur.

Telur yang dihasilkan biasanya 5-14 butir dalam sekali bertelur.

6. Menetaskan Telur

telur ayam menetas

Cara tercepat menetaskan telur adalah menggunakan inkubator karena telur bisa menetas dalam 14-20 hari.

Berikut ketentuannya:

  • Sesuaikan ukuran kotak penetasan
  • Gunakan lampu 10 watt, bohlam atau neon
  • Letakkan telur di bawah lampu

7. Memelihara Anakan

anak ayam

Tempatkan anakan yang telah menetas di bagian kandang khusus anakan.

Anakan ini memerlukan perawatan intensif dengan pemberian makanan khusus berupa jagung yang digiling halus.

Berikan pakan tersebut hingga anakan berusia 2 bulan.

Setelah lewat dua bulan, pindahkan anakan ke bagian kandang dewasa.

Baca Juga:

Cara Budidaya Maggot BSF | Pangan Ternak Laku, Bikin Untung Selangit!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang! 

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts