KPR

Bagaimana Cara KPR Rumah Bekas Tanpa Uang Muka? Ini Penjelasannya!

3 menit

Cara KPR rumah bekas sebenarnya tidak berbeda jauh dengan cara KPR seperti biasanya. Namun, bisakah jika dilakukan tanpa uang muka?

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR merupakan solusi untuk mengurangi beban biaya saat membeli rumah second atau bekas.

Selain itu, Down Payment (DP) alias uang muka kerap juga menjadi masalah yang dihadapi orang saat hendak membeli rumah.

Uang muka memang cukup memberatkan, sebab menetapkan angka yang cukup tinggi yakni sekitar 10-20 persen dari harga rumah tersebut.

Bisakah Melakukan KPR Rumah Bekas Tanpa Uang Muka?

Para penjual rumah biasanya meminta pembayaran uang muka terlebih dahulu sebagai tanda jadi jual beli rumah. Sehingga hal ini cukup sulit untuk dihindari.

Cara lain untuk mendapatkannya adalah dengan melakukan negosiasi agar pemilik rumah dapat memberikan keringanan untuk meniadakan uang muka.

Anda juga dapat mengatakan kepada pemilik rumah untuk membayar uang muka dengan cara menicicilnya atau langsung membayarkan cicilan pertama.

Sehingga, Anda harus membayar sejumlah uang yang cukup besar untuk membayar cicilan pertama rumah tersebut.

Bagaimana jika Anda ingin membeli rumah tanpa DP?

Caranya dengan melakukan pengajuan KPR pembelian rumah tanpa DP yang diberikan oleh beberapa penyedia layanan KPR, baik bank swasta, negeri, atau bank syariah.

Tetapi, pengajuan KPR rumah nol persen juga hanya berlaku untuk pembelian rumah pertama dan hanya berlaku untuk pembelian rumah baru, bukan bekas.

Melihat hal tersebut, maka sepertinya cukup sulit untuk diwujudkan.

Baca Juga:

Mengenal KPR Cicilan Flat Dan Manfaatnya. Apakah Menguntungkan?

Tahapan Mengajukan KPR Rumah Bekas

Mengajukan KPR rumah bekas tanpa uang muka bisa dikatakan tidak memungkinkan.

Meski tidak memungkinkan untuk diwujudkan, kami punya solusi untuk Anda.

Anda tetap bisa membeli rumah dengan harga yang cukup murah, yakni dengan pengajuan KPR rumah bekas.

Proses pengajuannya pun tidak sulit, cukup dengan mengikuti segala proses dan melengkapi semua persyaratan saat mengajukannya.

Untuk lebih jelasnya, simak tahap pengajuan KPR rumah bekas berikut:

1. Temukan Dulu Rumah Impian

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memiliki referensi rumah yang ingin dibeli.

Untuk memudahkan Anda menemukan rumah impian, gunakan situs properti seperti 99.co Indonesia.

Sebagai situs jual beli rumah terbesar di Indonesia, 99.co akan membantu Anda menemukan rumah impian.

Situs 99.co Indonesia menyediakan berbagai macam listing rumah dari seluruh daerah di tanah air yang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda.

Setelah mendapatkan rumah yang ingin dibeli, langkah selanjutnya adalah melakukan dealing atau kesepakatan kepada pemilik rumah.

Cobalah untuk menawar dengan harga murah untuk mengurangi anggaran Anda dalam membeli rumah tersebut.

2. Pilih Penyedia Layanan KPR yang Sesuai

Saat ini, banyak sekali bank penyedia layanan KPR yang bisa kamu pilih.

Bank-bank tersebut juga menawarkan skema KPR dan besaran uang muka yang berbeda-beda.

Pilihlah bank yang memberikan skema KPR yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tentunya kemampuan Anda.

Carilah bank yang menawarkan bunga rendah agar cicilan rumah yang Anda bayarkan jadi lebih murah.

Setelah mendapatkan bank penyedia KPR, persiapkan dokumen yang menjadi syarat umum pengajuan KPR rumah bekas, seperti:

  • Kartu Keluarga dan KTP.
  • NPWP.
  • Surat nikah.
  • Slip gaji 3 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja.
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

3. Cara KPR Rumah Bekas dengan Memulai Proses Penilaian

Sudah mengajukan KPR, maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian atau appraisal terkait kelayakan dan kesanggupan pemohon kredit dalam melunasi cicilannya.

Proses penilaian ini dilakukan dengan cara BI Checking, yakni melihat kondisi keuangan dan riwayat kredit yang telah dilakukan.

Appraisal juga meliputi penilaian harga rumah, pihak bank akan melakukan survei secara langsung dan menilai berapa estimasi harga rumah tersebut.

Proses penilaian harga rumah cukup penting, sebab hal ini menjadi penentu plafon pinjaman yang akan diberikan pihak bank kepada debitur.

4. Mengurus Surat Pernjanjia Kredit (SPK)

Selanjutnya adalah mengurus Surat Perjanjian Kredit atau SPK.

SPK cukup penting karena seluruh ketentuan terkait kredit tertera di dalamnya serta memiliki kekuatan hukum yang tinggi.

Proses pengecekan SPK dimaksudkan agar poin-poin yang tertera di dalamnya cukup untuk menjaga keamanan pembeli dan penyedia layanan KPR, khususnya dalam kasus jual beli rumah bekas.

Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah:

  • Suku bunga yang ditetapkan.
  • Biaya appraisal.
  • Biaya tambahan lain, seperti biaya provisi, administrasi, asuransi, notaris, pajak dan lainnya.
  • Ketentuan penalty atau denda pelunasan dipercepat.
  • Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen tersebut.

5. Cara KPR Rumah Bekas dengan Proses Tanda Tangan Akad

Setelah menyelesaikan semua rangkaian proses pengajuan KPR, selanjutnya adalah melakukan tanda tangan akad.

Proses akad ini dilakukan di hadapan notaris yang telah ditunjuk dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti pembeli, penjual rumah, dan pihak bank.

Tetapi sebelum menyelesaikan akad sebagai pihak pembeli, Anda diwajibkan untuk menyelesaikan beberapa hal, di antaranya:

  • Melunasi biaya KPR.
  • Melunasi biaya jasa notaris.
  • Menyerahkan dokumen; KTP, KK. NPWP, sertifikat rumah, IMB, dan PBB.
  • Menunggu notaris mengecek keabsahan dokumen.
  • Hadir pada saat akan dan melakukan tanda tangan. Jika sudah menikah, wajib membawa serta pasangan.
  • Mendengar hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Baca Juga:

Mau KPR Ruko? Perhatikan Dulu Persyaratan, Dokumen Dan 3 Tips Pentingnya!

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Saabat 99!

Baca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Jangan lupa kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impian di Bandung, Jakarta, Bali dan lokasi lainnya.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts