DIY Tips & Trik

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur. Mudah Dilakukan di Rumah!

3 menit

Pupuk organik cair untuk tanaman bisa dibuat dari sampah dapur, lo! Ini bisa jadi alternatif pengelolaan sampah di rumah. Berikut cara membuat pupuk organik cair yang bisa kamu coba di rumah.

Kamu punya kebun kecil atau hobi memelihata tanaman hias di rumah?

Jika iya, ketimbang bolak-balik membeli pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, lebih baik kamu membuatnya sendiri di rumah.

Tak hanya menghemat biaya, dengan langkah ini kamu juga bisa memberi nilai manfaat pada sampah dapur.

Berikut cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur yang mudah untuk dilakukan.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur

1. Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

sampah dapur bahan pupuk cair

Sumber: bibitbunga.com

Jenis pupuk cair merupakan pupuk tambahan yang umumnya diaplikasikan pada daun, bunga, dan batang tanaman.

Pupuk ini akan merangsang pertumbuhan bagian-bagian tersebut menjadi lebih cepat.

Untuk itu kamu memerlukan banyak unsur hara di dalamnya.

Oleh sebab itu kamu akan memerlukan bahan-bahan berikut dalam cara membuat pupuk organik cair:

  • Sampah dapur basah sebagai nitrogen, bisa berupa sayuran basi, parutan kelapa, buah busuk, dan bahan organik lainnya
  • Batang pisang yang sudah berbuah (opsional)
  • Kotoran hewan ternak, entah kambing, sapi, ayam, dan lainnya
  • Urin hewan
  • Air cucian beras
  • Air cucian ikan
  • Gula pasir/merah
  • Tetesan tebu
  • Air secukupnya
  • Sabut kelapa tanpa kulit
  • Bubuk kayu gergajian
  • Mikroba pengurai atau starter SOT, EM4, dan lainnya

Sementara untuk alat pembuatan, cukup siapkan bahan-bahan berikut:

  • Ember atau tong, lengkap dengan tutup
  • Pisau tajam
  • Jerigen plastik
  • Kayu panjang untuk mengaduk
  • Selang plastik
  • Lakban atau perekat lainnya
  • Botol plastik

Hal yang perlu kamu ingat, jangan gunakan wadah maupun pengaduk yang mengandung material besi.

Hal ini karena besi dapat mengurangi kualitas pupuk organik cair yang dibuat.

Baca Juga:

6 Bahan Pupuk Organik dari Limbah Dapur. Aman & Tak Berbahaya untuk Tanaman!

2. Proses Persiapan Bahan Pupuk Organik Cair

Sebelum masuk proses pembuatan, persiapkan dulu bahan-bahan yang akan digunakan.

Untuk sampah dapur, sebaiknya cuci atau bersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir.

Ini diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan adanya zat berbahaya di dalam bahan tersebut yang mungkin dapat menghambat proses fermentasi nantinya.

Kemudian cincang seluruh bahan hingga halus, semakin kecil maka akan semakin baik.

Sebab proses fermentasi akan berjalan dengan lebih sempurna jika bahannya kecil.

3. Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Jika sudah selesai mempersiapkan bahan sampah dapur, barulah kamu bisa memulai proses pembuatan pupuk organik cair.

Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan:

  • Larutkan mikroba pengurai seperti EM ke dalam air secukupnya
  • Tambahkan pemanis alami berupa gula dan air tebu, lalu diamkan minimal 20 menit
  • Sembari menunggu mikroba bangkit, tuang kotoran ternak segar ke dalam ember/tong
  • Masukkan sampah dapur yang sudah dicincang dengan halus, lalu aduk agar merata
  • Tambahkan semua bahan padat lainnya, yakni batang pisang, sabut kelapa, dan bubuk kayu gergajian
  • Tuangkan larutan bioaktivator yang sudah didiamkan selama 20 menit
  • Jika ingin mempercepat proses penguraian, kamu bisa menambahkan terasi ke dalam wadah
  • Masukkan sisa bahan cair, yakni urine hewan, air cucian beras, dan air cucian ikan, lalu aduk hingga tercampur rata.
  • Tambahkan air secukupnya, perbandingan bahan cair dan padat adalah 7:13
cara membuat pupuk organik cair

Sumber: 8villages.com

  • Aduk kembali hingga merata dan tutup rapat wadah tersebut
  • Lubangi bagian atas tutup untuk menciptakan jalur masuk selang ke dalam wadah.
  • Pasang selang dan rekatkan sekelilingnya untuk menutup celah udara
  • Masukkan ujung selang yang berada di luar ke dalam botol berisi air
  • Tutup sekeliling mulut botol agar tak ada celah udara di permukaannya

Reaksi di dalam wadah akan terjadi secara anaerob dan selang akan membantu menyetabilkan suhu di dalam tong dengan membuangnya lewat ujung botol.

Diamkan tong dan botol selama kurang lebih 10 hari.

Jika pupuk sudah matang akan ada aroma fermentasi tape.

Namun bila setelah 10 hari atau bahkan 30 hari aroma tersebut tidak muncul, maka proses fermentasi gagal.

Kamu pun perlu melakukan tahapan dari awal.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Merek & Harga Pupuk Buah Terbaik 2020 agar Tanaman Makin Subur!

4. Cara Penyaringan dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair

wadah pupuk organik cair

Sumber: bibitbunga.com

Setelah fermentasi berhasil, pisahkanlah cairan pupuk dan ampasnya.

Proses ini bisa dilakukan dengan penyaringan menggunakan kain tipis.

Agar kemungkinan ampas tertinggal dalam cairan pupuk lebih kecil.

Masukkan pupuk cair ke dalam wadah lain dan tutup rapat agar kualitasnya tidak berubah.

Ampas yang tersisa bisa digunakan sebagai pupuk organik padat yang ditabur di atas media tanam.

Ternyata bermanfaat dua-duanya ‘kan?

***

Semoga informasinya bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu tertarik tinggal di perumahan di sidoarjo?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan properti menarik!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts