Tips & Trik

Cara Menanam Temulawak, Tanaman Rimpang Penuh Manfaat

2 menit

Gemar berkebun di rumah? Jangan lupa budidayakan rempah satu ini ya. Selain sebagai bumbu masak, temulawak memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh kita. Berikut cara menanam temulawak yang efektif agar cepat tumbuh..

Temulawak merupakan tanaman berbatang semu dan berakar rimpang yang berasal dari suku zingiberaceae.

Saat ditanam, tanaman ini mampu mencapai ketinggian hingga 2 meter dengan batang berwarna hijau atau cokelat tua.

Yuk, kita kupas tuntas cara menanam temulawak di rumah berikut ini!

Cara Menanam Temulawak

1. Cara Menanam Temulawak Berdasarkan Media dan Ketinggian Tempat

Sesungguhnya perakaran temulawak bisa beradaptasi dengan sangat baik di berbagai jenis tanah.

Entah itu tanah berkapur, berpasir, agak berpasir, ataupun tanah yang berliat.

Akan tetapi, untuk memproduksi rimpang dengan baik dan optimal baiknya Anda menggunakan tanah yang gembur dan subur dengan drainase yang sangat baik.

Agar pertumbuhannya optimal, sebaiknya Anda menanam temulawak di ketinggian 5 – 1000 meter dpl.

Sementara untuk kandungan pati paling melimpah, dimiliki oleh temulawak yang ditanam pada ketinggian 240 meter dpl.

Kendati demikian, Anda tetap bisa menanamnya di manapun karena tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

2. Mulai dengan Proses Pembibitan

Bibit temulawak bisa Anda dapatkan dari rimpang induk yang besar dan telah berusia 10-12 bulan.

Potong-potong rimpang menjadi 3 hingga 4 bagian, yang masing-masingnya memiliki 2 atau 3 mata tunas.

Curcuma zanthorrhiza

Baca Juga:

Cara Menanam Jahe, Rempah Efektif Penangkal Virus Corona!

Kemudian jemur terlebih dahulu potongan tersebut selama 3 jam per hari.

Masa penjemuran ini dapat berlangsung selama 5 hari.

3. Siapkan Media Tanamnya

Media tanam yang akan kita gunakan adalah campuran pupuk kompos atau pupuk kandang dengan tanah gembur, komposisinya yakni 1:1.

Campurkan keduanya dengan rata, kemudian diamkan selama semalaman agar nutrisi dalam kompos terserap oleh tanah.

Masukkan media tanam ke dalam wadah atau polybag yang sudah Anda persiapkan, jangan lupa memberi lubang jika Anda menggunakan polybag.

Agar nantinya air yang berlebih bisa keluat melalui lubang-lubang tersebut.

4. Cara Menanam Temulawak dalam Polybag

Ambil rimpang yang sudah dijemur selama 5 hari, pastikan ukurannya minimal 10 cm.

Tancapkan rimpang ke dalam media tanam dengan mata tunas menghadap ke atas.

Tutup kembali dengan tanah dan beri sedikit air untuk menjaga kelembapan tanaman.

5. Penyiraman dan Pemupukan Ideal untuk Temulawak

Saat masa awal penanaman, Anda harus menyiraminya dengan rajin.

Minimal 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Setelah tanaman tumbuh lebih besar, intensitas penyiraman bisa dikurangi menjadi satu kali dalam sehari.

Sementara untuk pemupukan, cukup lakukan sekali seminggu.

Menggunakan pupuk kompos, kandang, atau organik cair.

cara menanam temulawak

Proses pemberian pupuk yang benar adalah dengan menggali media tanam…

Lalu taburkan pupuk yang sudah dipersiapkan.

Kemudian siram tanaman dengan menggunakan air bersih.

Jika Anda menggunakan pupuk cair, cukup alirkan pupuk di dekat rimpang.

6. Proses Pemeliharaan Temulawak

Langkah-langkah pemeliharaan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Penyulaman atau penggantian tanaman yang mati atau mengalami gagal tumbuh
  • Penyiangan untuk memusnahkan gulma-gulma yang mengganggu
  • Pengairan yang dilakukan secara rutin setiap harinya
  • Pemupukan susulan demi menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah
  • Penyemprotan pestisida untuk mencegah atau menanggulangi hama serta penyakit yang muncul

Baca Juga:

Menanam Bunga Jam 9 dengan Teknik Stek Batang | Indah & Menawan!

7. Pemanenan Temulawak

Temulawak dapat dipanen ketika berumur 8 hingga 10 bulan.

Namun jika menanam dalam polybag, maka proses pemanenan bisa dilakukan kapan saja saat dibutuhkan tanpa menunggu musim panen serentak tiba.

Bongkar tanah, lalu ambil rimpang temulawak yang sudah siap dipanen, potong batangnya, dan bersihkan dari kotoran serta tanah.

Kemudian simpan temulawak pada tempat yang kering.

***

Semoga informasinya bermanfaat ya Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi situs berita properti Blog 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impian Anda di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts