Berita Ragam

11 Cara Mengatasi Stress akibat Pekerjaan Disertai Gejala dan Penyebabnya | Karyawan Wajib Tahu!

7 menit

Stres akibat pekerjaan, siapa sih yang tak pernah mengalaminya? Itulah kenapa kali ini Blog 99 Indonesia akan membahas cara mengatasi stres akibat pekerjaan yang perlu diketahui terutama oleh para karyawan.

Mengalami stress akibat pekerjaan sebetulnya adalah hal yang pasti dialami oleh setiap orang yang memiliki pekerjaan.

Bagaimana tak stres, setiap hari pekerjaan datang tanpa henti dan bahkan terus menumpuk dari hari ke hari.

Apalagi bila atasan banyak tuntutan dan kurang perhatian, pasti akan semakin menambah beban dan tekanan pekerjaan.

Belum lagi misalnya ketika ada masalah keluarga, pasti akan semakin stres jadinya, ‘kan?

Itulah kenapa setiap orang perlu menguasai manajemen stress, sehingga ketika hal ini menyerang tiba-tiba, kita sudah tahu cara menyiasatinya.

Soalnya, yang terpenting itu bukan seberapa berat tekanan stres yang dirasa, namun seberapa paham Anda dengan cara mengatasi stres kerja yang tepat.

Memang cara mengatasi stres kerja tidaklah gampang, namun bukan juga berarti hal ini tak bisa dikuasai lo!

Jangan lupa, menguasai cara mengatasi stress kerja tak hanya bermanfaat untuk saat ini saja, tetapi juga untuk bekal jangka panjang Anda.

Siap bebas stress akibat pekerjaan?

Yuk, pelajari lebih jauh mengenai manajemen stress dan cara mengatasi stress akibat pekerjaan di bawah ini.

Jenis Jenis Stress

jenis jenis stress

Sebelum kita menggali cara mengatasi stress kerja, pertama-tama kita perlu terlebih dahulu memahami jenis jenis stress yang ada.

Stres yang ditimbulkan dari emosi negatif atas keadaan psikologis seseorang memiliki beberapa jenis yang berbeda.

Ternyata, tak semua jenis jenis stress berefek buruk bagi tubuh lo karena ada juga stres baik yang bermanfaat bagi tubuh.

Lalu, apa saja jenis stress yang dimaksud?

Dilansir dari laman kompas.com, berikut ini beberapa jenis stress yang perlu Anda ketahui:

  • Stress baik
  • Distress internal
  • Distress akut
  • Hipostress
  • Eustress

1. Jenis Stress Baik

Sesuai namanya, stres baik ini dibutuhkan tubuh untuk pengaturan sistem imun kita dan membantu memproduksi energi yang baik bagi tubuh.

Stres baik tak dipicu oleh pengalaman negatif, namun oleh pengalaman positif seperti acara kelulusan atau pernikahan.

2. Distress Internal

Internal distress adalah jenis stress negatif yang dihasilkan dari pengalaman buruk dalam hidup seseorang.

Pengalaman buruk yang dirasakan tanpa disadari memicu munculnya emosi dan gangguan psikologis negatif yang merugikan kita.

3. Distress Akut

Distres akut diakibatkan oleh pengalaman buruk yang terjadi pada seseorang dan berlalu dengan cepat.

Jenis stress ini juga dipicu oleh stress kronik yang merupakan endapan stress yang tertahan dalam waktu yang lama.

Kedua pemicu tersebut kemudian dapat memengaruhi timbulnya kondisi hiperstress.

4. Hipostress

Siapa bilang tak ada tantangan dan tak ada kegiatan membuat Anda bisa terhindar dari stres? Salah besar!

Hipostress atau “ketiadaan” stress ternyata seringkali muncul pada mereka yang tak memiliki tantangan, kegiatan, atau kekhawatiran.

Tanda yang paling jelas yaitu adanya kebosanan yang ekstrem di mana hal ini sangat mungkin menyebabkan perasaan depresi di kemudian hari.

5. Jenis Stress Eustress

Eustress mirip seperti stres baik karena jenis stress ini berguna untuk membuat tubuh tetap waspada.

Dengan adanya eustress, tubuh jadi lebih siap untuk menghadapi banyak tantangan, persis seperti efek hormon endorfin.

Manfaat lainnya, eustress dapat membantu meningkatkan kekuatan dalam menentukan keputusan atau mencari jalan keluar dari masalah.

Baca Juga:

Terkuak! Inilah Manfaat Tidur Siang yang Belum Banyak Diketahui

Gejala Stress Kerja

cara mengatasi stress

Jadi sebenarnya apa itu stres?

Stres adalah kondisi gangguan pikiran dan perasaan yang diakibatkan oleh keadaan psikologis yang tak seimbang.

Sedangkan menurut para ahli, stres adalah sebuah reaksi adaptif yang berkaitan dengan karakteristik dan keadaan psikologis suatu individu.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, baik dari internal ataupun eksternal.

Namun dalam hal ini, tentu penyebab utamanya adalah faktor eksternal yaitu tuntutan pekerjaan, faktor atasan, ataupun rekan kerja.

Semakin besar tekanan yang dirasakan maka semakin besar pula efek stres yang ditimbulkannya.

Artinya, stress akibat pekerjaan yang tak dikelola dengan baik bukan tak mungkin akan memengaruhi hal-hal lainnya, semisal kehidupan bersama keluarga.

Gejala stres kerja menurut para ahli ditandai dengan berbagai ciri-ciri baik itu dari pertanda fisik ataupun perilaku yang tak wajar.

Gejala lainnya akan dibahas lebih lengkap pada ulasan di bawah ini.

Gejala Stress Secara Fisik

Pertanda stress sebetulnya dapat diketahui dari gejala fisik yang ditimbulkan, lho.

Meskipun tak pasti terjadi, namun gejala stress secara fisik ini merupakan pertanda yang cukup sering muncul pada para penderita stress.

Pertanda-pertanda ini bisa menjadi acuan karena merupakan akibat stress yang cukup mudah diamati.

Lalu, apa saja gejala stress secara fisik?

1. Tahap Pertama

Pada tahap pertama, stress masih berada dalam kondisi normal dan tak perlu dikhawatirkan.

Dengan kata lain, keadaan stressnya masih mampu diatasi dengan baik, seperti misalnya gugup sebelum presentasi atau wawancara.

2. Tahap Kedua

Pada tahap kedua ini kondisi stress sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari karena masalah besar yang ditimbulkan, seperti misalnya kehilangan orang terkasih.

Dengan kondisi stress yang tak tertahankan, otomatis akan mempengaruhi kondisi fisik misalnya tak berenergi, badan lesu, jantung berdebar, hingga nyeri badan.

3. Tahap Ketiga

Stress tahap kedua yang tak teratasi akan mengakibatkan efek yang lebih parah dan dari situlah stress masuk ke tahap ketiga.

Perubahan fisik yang ditimbulkan pun akan semakin parah semisal insomnia, adanya gangguan pencernaan, atau bahkan memburuknya penyakit lain di tubuh.

4. Tahap Keempat

Stress tahap keempat adalah kondisi paling kritis di mana biasanya akan sangat sulit diatasi dan memerlukan bantuan dari seorang profesional.

Akibat yang ditimbulkan pun sangat parah, semisal gangguan kognitif, depresi, serangan panik, gangguan kecemasan, hingga gangguan bipolar.

Beberapa Gejala Stress Kerja yang Umum Terjadi

Selain gejala fisik yang dijelaskan di atas, tanda stress kerja juga dapat diperhatikan dari beberapa gejala lainnya berikut ini:

  • Sering sakit kepala
  • Sering gugup dan gelisah
  • Panik
  • Sulit fokus
  • Perilaku obsesif kompulsif
  • Gangguan daya ingat
  • Merasa sering lelah
  • Sensitif atau mudah tersinggung
  • Merasa kewalahan dengan beban yang ada
  • Mengalami kesulitan tidur atau sebaliknya, tidur berlebih

Kenali Penyebab Stress sebelum Cara Mengatasi Stres

cara mengatasi stress

Stres bisa terjadi pada siapa saja tak hanya pada orang dewasa tapi sangat mungkin terjadi pada remaja.

Di tempat kerja hampir semua orang, tua maupun muda, pasti mengalami serangan stress.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun secara umum ada tiga faktor penyebab stress utama di tempat kerja yaitu tuntutan pekerjaan, atasan, dan rekan kerja.

Tapi, karena stres adalah gangguan psikologis maka sumbernya pun biasanya berasal dari kondisi psikologis seseorang.

Nah, gangguan psikologis tersebut bisa dipicu oleh beberapa penyebab stress berikut ini:

  • Ketatnya deadline kerja
  • Tingginya beban kerja
  • Masalah dengan rekan kerja
  • Ketidakjelasan status
  • Mengisi beberapa posisi
  • Karir mentok
  • Sikap perfeksionis

Yuk, bahas selengkapnya.

1. Ketatnya Deadline Kerja

Faktor penyebab stress kerja yang pertama adalah deadline kerja yang sangat ketat.

Deadline atau tenggat waktu kerja memang suatu hal yang lumrah dalam dunia kerja, namun tenggat waktunya terlalu ketat juga cukup merepotkan.

Apalagi bila tuntutan pekerjaannya pun sangat besar, pasti akan semakin meningkatkan risiko stress yang dialami pekerjanya.

2. Tingginya Beban Kerja

Setiap pekerjaan memiliki beban kerjanya tersendiri. Biasanya, semakin tinggi jabatannya, semakin besar pula beban kerja dan tanggung jawabnya.

Maka tak heran bila karyawan yang memegang jabatan tinggi lebih sering stress dibanding karyawan di bawahnya.

Oleh karena itu, selain sadar akan tanggung jawab dan beban kerja yang diemban, Anda pun harus siap dengan risiko yang ditimbulkan nantinya.

3. Masalah dengan Rekan Kerja

Tak bisa dipungkiri, hal ini sering terjadi di tempat kerja baik itu dengan kolega sejawat, dengan atasan, ataupun dengan bawahan.

Konflik yang terjadi dengan rekan kerja pasti akan menimbulkan polemik berkepanjangan yang sudah tentu akan mengganggu kenyamanan di lingkungan kerja.

Bayangkan bila Anda berkonflik dengan atasan, pasti keadaannya jauh lebih tak nyaman dan jauh lebih bikin stress, kan?

4. Ketidakjelasan Status

stres akibat pekerjaan

Penyebab stress ini biasanya dialami oleh para karyawan yang masih berstatus “kontrak” alias belum menjadi karyawan tetap.

Ketidakpastian ini pasti akan membuat seorang karyawan kontrak galau hingga stress.

Tak jarang, karyawan kontrak mengalami stress karena memikirkan masa depan yang belum pasti dan membayangkan sulitnye mencari pekerjaan saat ini.

5. Mengisi Beberapa Posisi

Umumnya, keadaan ini hanya terjadi di perusahaan kecil atau perusahaan rintisan yang memiliki sumber daya terbatas.

Di bidang kerja seperti ini, tuntutan dan beban kerjanya pasti jauh lebih besar karena Anda harus mengerjakan pekerjaan dari beberapa posisi sekaligus.

Keadaan ini bisa menjadi pemicu stress utama, oleh karena itu perlu diatasi segera.

6. Karir Mentok

Penyebab stress yang tak kalah signifikannya yaitu perkembangan karir yang mentok atau jalan di tempat.

Setiap orang pasti ingin terus maju dan berkembang, termasuk dalam soal jenjang karir.

Mengalami karir mentok setelah mengeluarkan segala potensi dalam bekerja dan memaksimalkan kinerja pasti bisa membuat Anda stress berat.

7. Sikap Perfeksionis

Mengerjakan pekerjaan sebaik-baiknya memang sebuah sikap yang bagus. Namun, jangan sampai Anda terpapar sikap perfeksionis ya!

Sikap perfeksionis bukan sikap yang bisa dibanggakan karena hanya akan merepotkan dan membuat diri Anda stress.

Cukup kerjakan saja pekerjaan sebaik mungkin, namun jangan pernah mengharapkan kesempurnaan karena Anda takkan pernah bisa mencapainya!

11 Cara Mengatasi Stres Kerja

cara mengatasi stress

Setelah mengetahui jenis, penyebab, serta gejala stress yang mungkin timbul, maka selanjutnya Anda bisa fokus untuk memahami cara mengatasi stres kerja.

Yuk, mulai bebaskan diri dari stres dengan 11 cara mengatasi stres kerja berikut ini:

  • Cari tahu penyebab stress
  • Menentukan prioritas kerja
  • Fokus pada tugas pribadi
  • Mengomunikasikan masalah
  • Membuat tempat kerja nyaman
  • Istirahat cukup
  • Atur pola makan
  • Rajin berolahraga
  • Mencari hiburan
  • Berlibur
  • Berkonsultasi dengan profesional

1. Cari Tahu Penyebab Stress

Cara mengelola stress seperti apapun takkan mujarab bila Anda tak mengetahui apa penyebab stress utamanya.

Apakah dari faktor internal atau eksternal?

Apakah karena pekerjaannya, atasan, atau karena rekan kerja Anda?

Gagal mengidentifikasi penyebab stress hampir pasti akan membuat usaha Anda untuk keluar dari cengkraman stress gagal, lo.

2. Tentukan Prioritas Kerja

Misalnya Anda ditugaskan menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu, bagaimana cara menyelesaikannya agar tak membuat stres?

Cara terbaik untuk mengurangi stress akibat pekerjaan berlebih yaitu dengan menentukan prioritas kerja utama.

Solusinya? Kerjakan pekerjaan dengan deadline terdekat paling awal, baru kemudian disusul dengan pekerjaan lainnya.

3. Fokus Pada Tugas Pribadi

Cara mengatasi stres akibat kerja berikutnya yaitu fokus pada tugas dan pekerjaan pribadi!

Jangan terlalu hiraukan ketika rekan kerja menggunjingkan atau atasan terus mengomeli Anda bila itu hanya akan mengganggu kinerja Anda.

Dengarkan hal-hal baik dari mereka, abaikan perkataan tak penting dari mereka, dan fokuslah mengerjakan tugas Anda sebaik-baiknya.

4. Komunikasikan Masalah

Hambatan di tempat kerja tentunya harus dibicarakan dengan orang-orang terkait di tempat kerja Anda, begitu pun halnya dengan stress.

Apapun yang menjadi penyebab stress, bila hal itu menghambat atau mengganggu pekerjaan Anda, pastikan untuk selalu mengomunikasikannya.

Coba bicarakan dengan rekan kerja yang Anda percayai, atasan, kemudian dengan pihak dari HRD agar menemukan jalan keluarnya.

5. Buat Tempat Kerja Nyaman

cara mengatasi stres pekerjaan

Salah satu cara mengatasi stres yang seringkali luput dari perhatian yaitu soal pengelolaan meja kerja atau tempat kerja pribadi.

Padahal, hal ini bisa meminimalisir risiko stress yang muncul misalnya ketika pekerjaan sedang padat atau ketika tenggat waktu tinggal sebentar lagi.

Jangan lupa, slogan “home sweet home” juga bisa berlaku untuk meja kerja Anda!

6. Cara Mengatasi Stres dengan Istirahat Cukup

Kurangnya istirahat seringkali menjadi salah satu penyebab stres di lingkungan kerja.

Selain itu, kurangnya istirahat juga membuat performa atau kinerja tak maksimal sehingga memengaruhi kualitas pekerjaan Anda.

Selalu pastikan Anda mendapat istirahat yang cukup setiap hari ya!

7. Cara Mengatasi Stres dengan Mengatur Pola Makan

Tahu kan kalau makanan bisa jadi salah satu cara mengatasi stres dan obat stress yang mujarab?

Konsumsilah makanan sehat dan makanan yang Anda sukai karena hal ini akan berimplikasi langsung pada meningkatnya kualitas suasana hati Anda.

Lebih dari itu, makanan yang baik dan pola makan yang baik juga akan membantu menjaga tubuh Anda tetap bugar dan tak rentan diserang stress.

8. Cara Mengatasi Stres dengan Berolahraga

Kombinasi antara pola makan yang baik dan olahraga yang baik terbukti mampu mencegah dan mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk stres.

Saat berolahraga tubuh memproduksi hormon endorfin yang dapat membuat tubuh lebih positif dan lebih bahagia.

Alhasil, tingkat stres bisa jauh lebih berkurang, bahkan bisa hilang dengan olahraga!

Baca Juga:

7 Alat Olahraga Rumahan dari Barang Rumah Tangga

9. Cara Mengatasi Stres Cari Hiburan

Cara mengurangi stress berikutnya yaitu dengan melakoni jenis hiburan yang paling disenangi.

Apakah jenis hiburan yang paling suka Anda lakukan di waktu senggang? Menonton, jalan-jalan, membaca, tidur, atau karaoke?

Bila Anda merasa stres, tak ada salahnya melarikan diri pada jenis hiburan yang Anda senangi tersebut agar tak merasa stress berkelanjutan.

10. Cara Mengatasi Stres dengan Liburan

Kalau stres yang dirasa sudah tak tertahankan, mungkin sudah saatnya Anda liburan!

Duh, siapa sih yang stres saat liburan? Sepertinya enggak ada deh ya!

Enggak perlu liburan mahal-mahal kok, staycation di hotel yang unik pun sudah jadi liburan yang cukup untuk membebaskan diri dari stres!

11. Konsultasikan pada Ahlinya

Bila cara mengatasi stres yang telah dijelaskan di atas belum berhasil dan masih merasa stres yang tak tertahankan, harus bagaimana lagi?

Mungkin ini saatnya bagi Anda meminta bantuan dari ahlinya yaitu psikolog profesional.

Mereka adalah orang yang lebih ahli dan lebih memahami cara terbaik yang dapat membantu Anda mengatasi stress.

Kapanpun Anda merasa tak sanggup lagi menghadapi stress yang dirasa, langsung konsultasikan pada ahlinya ya!

***

Semoga cara mengatasi stres di atas bermanfaat untuk Anda, Sahabat 99!

Bila Anda punya cara lain untuk mengatasi stres, bagikan langsung lewat komentar ya.

Simak terus informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek 99.co/id untuk segala kebutuhan propertimu, ya!

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts