Rumah Tips & Trik

Intip Nih 10 Cara Menghilangkan Milia yang Aman dengan Bahan Alami

5 menit

Milia disebut sebagai kista kecil. Meski tak berbahaya, milia bisa menganggu penampilanmu, lho. Ini dia cara menghilangkan milia yang aman dilakukan.

Dilansir dari Health Line, sebuah kelompok riset medis di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa bintil putih atau milia di kulit ini muncul akibat kulit mati.

Jadi, saat serpihan kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit.

Milia adalah sekelompok benjolan kecil yang biasanya menggerombol banyak pada kulit wajah.

Milia dibagi ke dalam kategori primer atau sekunder.

Kategori primer terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap di bawah kulit.

Kista ini biasanya ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa.

Berikut ini ada beberapa cara menghilangkan milia yang sudah bertahun tahun dengan bahan alami.

10 Cara Menghilangkan Milia dengan Bahan Alami Aman

1. Cara Menghilangkan Milia dengan Lemon

Selain kaya akan vitamin C, lemon juga mengandung asam sitrat yang baik untuk atasi milia, lho.

Tak hanya mencerahkan, lemon dapat menghilangkan milia beserta bekasnya.

Berikut caranya:

  • Peras buah lemon dan tambahkan sedikit garam
  • Aduk rata dan oleskan pada area wajah yang terkena milia dengan kapas
  • Bilas dengan air hangat
  • Lalu, diamkan selama 20 menit
  • Lakukan setiap hari pada malam hari sebelum tidur.

Jika kamu memiliki kulit yang berminyak, kamu dapat menggosokkan irisan lemon ke area yang terdapat milia.

Biarkan hingga cairan alami lemon meresap, lalu bilas dengan air.

2. Gunakan Masker Madu Manuka

Sebuah studi menunjukkan bahwa madu yang dicampur dengan kulit kayu manis sangat efektif dalam memerangi milia.

Berikut cara menerapkan masker madu manuka pada wajah:

  • Campurkan tiga atau empat sendok makan madu manuka dan satu sendok makan kayu manis
  • Panaskan selama 30 detik di dalam microwave
  • Oleskan lapisan tipis campuran ke wajah
  • Diamkan selama 10 menit
  • Bilas hingga bersih.

3. Cara Menghilangkan Milia dengan Pasta Gigi

Pasta gigi mengandung fluoride yang dapat menghilangkan gejala milia.

Aplikasikan pada wajah yang ada di milia.

Lalu, biarkan selama 25 menit dan bilas dengan air bersih.

4. Semprotkan Air Mawar

cara menghilangkan milia

Air mawar adalah air demineral yang mengandung minyak mawar.

Nah, jika kamu memiliki kulit yang sensitif gunakanlan air mawar untuk mendapatkan anti inflamasi yang dipercaya bisa menyegarkan kulit wajahmu.

Cara menghilangkan milia dengan air mawar cukup mudah yaitu, semprotkan airnya sebanyak dua atau tiga kali sehari.

Hati-hati dan hindari area mata sebab dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga:

19 Cara Menghilangkan Kantung Mata dengan Cepat dan Efektif

5. Masker Lidah Buaya

Cara menghilangkan milia dengan lidah buaya bisa dengan mengambil gelnya dan oleskan pada area yang terdapat milia.

Biarkan gel tersebut meresap ke dalam kulit.

Jika tak mau repot mengupas daun lidah buaya, kamu bisa memakai produk kecantikan yang mengandung ekstrak lidah buaya.

Rupanya lidah buaya memiliki kandungan anti oksidan, penenang dan penyembuh serta anti peradangan kulit.

6. Uap Wajah

Uap wajah atau facial steam merupakan salah satu cara mengatasi berbagai gangguan kulit wajah.

Cara menghilangkan milia secara alami yang satu ini sangat mudah.

Ini dia caranya:

  • Bersihkan wajah terlebih dahulu,
  • Gunakan air hangat dan tuang ke wadah mangkuk besar atau baskom,
  • Kamu bisa menambahkan minyak esensial seperti minyak chamomile, mint, minyak zaitun, dan sebagainya,
  • Letakan handuk di kepala kamu untuk menjebak uap air agar terkonsentrasi ke wajah,
  • Hadapkan wajah dekat mangkuk tersebut selama uap air mengepul,
  • Steam wajah selama 7-10 menit dan pastikan tidak terlalu dekat dengan wajah agar tidak terlalu panas,
  • Steam wajah akan membuka pori-pori wajah, lanjutkan dengan perawatan menggunakan masker wajah, dan
  • Setelah selesai, bilas wajah dan lanjutkan dengan menggunakan pelembap wajah.

Manfaat uap wajah adalah untuk meningkatkan sirkulasi darah, membersihkan sebum, mencegah jerawat, membersihkan kulit sampai ke pori-pori, dan lain-lain.

7. Cara Menghilangkan Milia dengan Gula Pasir

Gula pasir untuk menghilangkan milia berperan sebagai exfoliator yang bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan milia.

Bahan-bahan yang diperlukan olehmu selain gula pasir yaitu, air lemon dan minyak zaitun.

Caranya adalah:

  • Campurkan perasan air lemon (½ buah) dengan 2 sdm gula pasir dan 1 sdm minyak zaitun hingga merata
  • Kemudian,oleskan campuran ini ke kulit wajah yang bermilia sambil digosok-gosok pelan selama beberapa menit
  • Biarkan selama 20 menit sebelum membersihkannya dengan air hangat ya

Kamu bisa melakukan cara ini 2 kali seminggu selama beberapa bulan ya, Sahabat 99!

8. Menggunakan Tomat

Kemudian, kamu bisa menggunakan cara menghilangkan milia dengan tomat.

Salah satu bahan dapur ini bisa kamu gunakan untuk mengatasi bintik susu atau milia.

Cara mengaplikasikannya antara lain:

  • Iris tomat menjadi dua bagian
  • Peras air tomat
  • Lalu, potong-potong tomat dan gosokkan pada area yang mengalami milia
  • Biarkan selama 20 menit lalu bilas.

9. Minyak Kastor atau Minyak Jarak

Aplikasikan ½ sendok minyak kastor, dan pijat lembut wajah dengan gerakan melingkar.

Biarkan beberapa menit hingga minyak tersebut menyerap ke dalam kulit.

10. Cara Menghilangkan Milia dengan Kentang

cara menghilangkan milia

Kentang dapat menjadi salah satu cara mengatasi milia pada wajah.

Kandungannya terdapat anti oksidan yang dapat membantu mengontrol produksi sebum berlebih.

Cara menggunakannya yaitu:

  • Bersihkan kentang dan simpan di dalam kulkas untuk beberapa saat hingga dingin
  • Setelah itu, kupas dan parut kentang
  • Oleskan parutan kentang pada area kulit wajah yang terdapat milia
  • Biarkan mengering secara alami
  • Bilas dengan air dan lakukan dua hingga tiga kali sehari.

Baca Juga:

13 Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah dengan Cepat & Alami

Penyebab Hadirnya Milia

cara menghilangkan milia

Penyebab milia pada bayi tidak dapat dipastikan, namun 50% bayi yang baru lahir mengalami milia.

Namun, tidak membahayakan dan akan hilang tanpa pengobatan khusus dalam beberapa minggu.

Sementara pada orang dewasa, berikut ini adalah penyebab milia yang paling umum, yaitu:

  • Terpapar sinar matahari terlalu lama
  • Kulit terbakar
  • Penggunaan krim steroid jangka panjang
  • Efek samping prosedur kecantikan seperti dermabrasi dan perawatan dengan laser
  • Kulit melepuh karena beberapa gangguan kulit, seperti epidermolysis bullosa (EB), pemfigoid cicatricial, atau porphyria cutanea tarda (PCT)
  • Kulit kehilangan kemampuan untuk eksfoliasi secara alami
  • Penyebab milia juga dikaitkan dengan penuaan atau tanda kerusakan kulit.

Jenis-Jenis Milia

Dikutip dari Healthline, milia dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Neonatal

Jenis ini muncul pada bayi setelah lahir.

Milia ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang.

Ditambah lagi, kondisi ini terjadi pada sekitar 50% bayi di dunia sehingga dianggap wajar dan akan hilang sendiri.

2. Primer

Jenis ini dapat muncul pada anak-anak maupun orang dewasa.

Milia primer sering muncul di kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin pada anak-anak atau orang dewasa.

3. Sekunder atau Traumatis

Jenis ini sering muncul di dekat luka, misalnya luka bakar atau ruam.

Bisa juga muncul setelah kamu mengoleskan krim jenis tertentu macam krim kulit kortikosteroid.

Lalu, bintik susu ini juga bisa disebabkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan.

tipe jenis milia

4. En Plaque

Kista kecil ini sangat langka, berkembang tumbuh berdempetan sehingga terlihat seperti terdapat permukaan kulit yang meninggi.

Jenis kista kecil ini umumnya menggumpal dengan kulit mati.

Umumnya muncul di belakang telinga, pada kelopak mata, di pipi, atau rahang.

Jenis en plaque cenderung mempengaruhi terutama wanita paruh baya.

5. Multiple Eruptive

Jenis ini umumnya bisa hilang setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan ini dan juga tergolong sangat langka.

6. Juvenille

Ini adalah jenis yang disebabkan oleh kelainan genetik.

Berikut adalah  kondisi kelainan yang menjadi penyebabnya:

  • Sindrom karsinoma sel basal Nevoid

Sindrom ini dapat menyebabkan karsinoma sel basal (BCC).

  • Pachyonychia congenita

Kondisi ini dapat menyebabkan kuku tebal atau tidak normal.

  • Sindrom Gardner

Kelainan genetik langka ini dapat menyebabkan kanker usus besar seiring waktu.

  • Sindrom Bazex-Dupré-Christol

Sindrom ini mempengaruhi pertumbuhan rambut dan kemampuan untuk berkeringat.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu.

Baca terus kumpulan Berita Properti ter-update hanya di 99 Indonesia

Dapatkan pula properti yang sedang kamu cari di situs 99.co/id.

Cynthia Novianti

Content Writer for 99.co. Love cats eyes and ice cube. *krok-krok*
Follow Me:

Related Posts