Berita Berita Properti

Syarat, Prosedur, Biaya & Cara Mengurus IMB Rumah Baru. Terlengkap!

3 menit

Sebelum membangun atau merenovasi rumah, pemilik rumah harus mengurus kewajiban berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sudah tahu cara mengurus IMB yang benar?

IMB sendiri diartikan sebagai izin untuk mendirikan, memperbaiki, menambah, mengubah atau merenovasi suatu bangunan.

Di dalamnya termasuk izin kelayakan membangun bangunan yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Jadi jika Anda berencana untuk membangun rumah, Anda harus memastikan untuk mengurus IMB Rumah Bangunan Baru.

IMB diatur dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 2001 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Tujuan IMB adalah menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman dan sesuai peruntukkan tanah.

Dengan adanya cara mengurus IMB, diharapkan tercipta keserasian dan keseimbangan antara lingkungan dan bangunan, apalagi di kota besar seperti Jakarta yang sangat padat dengan bangunan.

Bisa dibayangkan bagaimana tata letak kota Jakarta jika pendirian bangunan tidak diatur, tentunya semakin semerawut dan merugikan banyak pihak.

Bukan hanya mereka yang ingin membangun atau merenovasi rumah, cara mengurus IMB secara bertahap juga penting dipahami.

Apalagi jika Anda berniat melakukan pembelian properti atau melalui fasilitas KPR.

Pasalnya, menerapkan cara mengusur IMB yang benar adalah gerbang kelancaran menuju proses pengajuan kredit ke bank.

Meskipun termasuk kewajiban yang harus dipenuhi ketika membangun atau merenovasi rumah, kenyataannya banyak warga Jakarta yang enggan mengurus IMB.

Selama ini, banyak yang mengira prosedur pengurusan IMB rumah bangunan baru berbelit-belit dan rumit. Namun, ternyata sebenarnya tidak sesulit itu.

Syarat IMB Rumah Baru yang Harus Dipenuhi

Secara umum, syarat-syarat dan cara mengurus IMB rumah bangunan baru relatif mudah.

Anda hanya perlu menyiapkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Formulir Permohonan Izin IA untuk IMB rumah tinggal yang sudah diisi dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000
  2. Fotokopi bukti kepemilikan tanah tanah
  3. Untuk surat tanah, perlu dilampirkan juga surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan/atau   dimiliki tidak dalam sengketa
  4. Fotokopi KTP pemilik rumah (1 lembar)
  5. Gambar konstruksi bangunan minimal 7 set (denah, tampak muka, samping, belakang, rencara utlitas)
  6. Persetujuan tetangga (untuk bangunan berhimpit dengan batas persil)
  7. Bukti pelunasan PBB terakhir
  8. Surat perjanjian penggunaan lahan (jika tanah bukan milik pemohon IMB)
  9. Formulir dilegalisir kelurahan dan kecamatan tempat bangunan akan didirikan
  10. Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pembangunan dikerjakan dengan sistem ‘borongan’
  11. Data hasil penyelidikan tanah bagi yang disyaratkan

Prosedur pengurusan IMB sebelumnya dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B).

Namun, sejak akhir Desember 2014 lalu, pengurusan IMB kini dialihkan ke Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BTSP). Sementara, lama pembuatan IMB adalah sekitar 20-21 hari.

Baca Juga:

8 Surat Izin Perumahan yang Wajib Disiapkan Dalam Bisnis Properti

Alur dan Cara Mengurus IMB

Jika rumah yang hendak dibangun berukuran di bawah 500 meter persegi, maka pengurusannya bisa langsung ke kecamatan.

Anda bisa menuju ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kecamatan tersebut.

Langkah selanjutnya, Anda harus mengisi formulir pengajuan pengukuran tanah.

Sekitar satu minggu kemudian akan datang petugas pengukur tanah sekaligus membuat gambar denah rumah Anda.

Setelah itu, gambar denah yang sudah berupa blueprint akan dijadikan untuk IMB.

Terdapat perbedaan biaya cara mengurus IMB tergantung kebijakan di setiap kota, kabupaten dan daerah.

Di Jakarta sendiri, pembuatan IMB terbilang mahal karena Jakarta sudah sangat penuh dengan bangunan dan sulit untuk mendapatkan tanah yang kosong.

Biaya Mengurus IMB

Perhitungan biaya IMB memperhatikan beberapa poin, yaitu:

  1.   Luas bangunan
  2.   Indeks konstruksi
  3.   Indeks fungsi
  4.   Indeks lokasi
  5.   Tarif dasar

Indeks fungsi digunakan untuk membedakan fungsi bangunan, apakah untuk hunian, usaha atau keagamaan.

Setiap fungsi pasti punya indeksnya tersendiri.

Untuk menghitung biaya IMB rumah Bangunan Baru, ada rumus yang digunakan.

Rumusnya yaitu tarif dasar masing-masing daerah x indeks fungsi x indeks lokasi x indeks konstruksi x luas bangunan.

Sebagai gambaran, tarif dasar pembuatan IMB saat ini sekitar Rp2.500 per meter persegi dan dihitung berdasarkan luas rumah tersebut.

Prosedur Pengurusan IMB Bangunan Baru

contoh cara mengurus imb

Setelah memenuhi syarat administrasi untuk pengurusan IMB bangunan baru, Anda bisa langsung mengajukan permohonan IMB kepada pemerintah yang bersangkutan.

Lalu, setelah mengisi formulir permohonan IMB, Anda harus membayar biaya pengukuran.

Menurut pengalaman beberapa orang, besarnya biaya pengukuran berbeda di daerah satu dengan daerah lain.

Namun, sebagai gambaran, berdasarkan data 2014, biaya untuk bangunan 60 meter persegi adalah sekitar Rp 1,5 juta.

Sebagai informasi, Anda bisa melakukan negosiasi biaya pengukuran kepada petugas. Surat Izin Pengukuran biasanya selesai dalam waktu satu minggu.

Usai proses pengukuran, Anda bisa meminta persetujuan atas gambar konstruksi bangunan.

Jika gambar konstruksi bangunan disetujui, gambar tersebut dapat dijadikan blueprint untuk acuan pembangunan.

Setelah seluruh pembayaran selesai dilakukan, Anda akan mendapatkan Izin Pembangunan (IP). Artinya, Anda diperbolehkan mulai membangun rumah sambil menunggu terbitnya IMB rumah bangunan baru Anda.

Contoh IMB yang Berlaku

Seperti apa sih bentuk surat IMB itu?

Pasalnya, terdapat banyak surat izin yang bentuknya hampir serupa yang pasti akan sangat membingungkan.

Namun, Anda tak perlu khawatir akan tertukar karena Anda bisa membaca penjelasan yang tertera dengan cukup mudah.

IMB ada yang terdiri dari beberapa lembar dan juga ada yang terdiri dari satu lembar.

Namun, secara garis besar, informasi yang tertera adalah pernyataan yang menandakan turunnya izin mendirikan bangunan dari pemerintah setempat kepada pemohon IMB.

Di dalamnya akan dicatat informasi lengkap pemohon, luas bangunan beserta batas-batasnya, dan juga status tanah yang dijadikan objek IMB.

Kemudian, pihak pemerintah sebagai pemberi izin akan menyertakan informasi terkait mengenai bangunan yang akan dibangun seperti spesifikasi lengkap dan alamatnya.

Agar tak semakin bingung, yuk perhatikan contoh IMB yang berlaku lewat gambar berikut ini.

cara mengurus imb contoh surat

Sumber: jasaperizinanimbjakarta.com

Baca Juga:

Mau Buat Tempat Usaha? Jangan Lupakan Surat Izin Tetangga, Ya!

Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengurus IMB ya, Sahabat 99!

Jangan lupa kunjungi 99.co Indonesia untuk mendapatkan berita properti menarik lainnya.

Sedang butuh properti? Cari saja di 99.co/id.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts