Berita Berita Properti

Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan | Lengkap, dari Prosedur hingga Syarat Teknis

4 menit
Jika kamu akan membangun rumah tanpa melalui pengembang, maka kamu perlu tahu apa itu izin mendirikan bangunan. Bahkan, kamu juga perlu mengurusnya secara mandiri.

Mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) secara mandiri memang susah-susah gampang.
Artinya, kamu perlu menyiapkan segala administratif supaya pengajuan tersebut bisa di proses di dinas setempat.
Ini berbeda jika kamu membeli rumah secara langsung pada pengembang.
Kamu tak perlu repot-repot mengurus IMB karena sudah diurus oleh developer tersebut.
Mengantongi IMB juga sangat penting sebagai bentuk legalitas.
Nah, untuk mengetahui apa saja prosedur dan tata cara pengurusan IMB maka perlu menyimak artikel berikut.
Dikutip dari Indonesia.go.id, berikut penjelasannya.

Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan

1. Siapkan Administrasi

data administrasi imb

Sebelum mengajukan, kamu perlu mempersiapkan berkas-berkas berikut:
  • Formulir Permohonan Izin IA untuk IMB rumah tinggal yang sudah diisi dan ditandatangani di atas materai Rp6.000.
  • Fotokopi bukti kepemilikan tanah.

Untuk surat tanah, perlu dilampirkan juga surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan/atau dimiliki tidak dalam sengketa.

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pemohon sebanyak satu lembar.

Bagi pemohon berbadan hukum dilampirkan akta pendirian usaha.

Jika tidak diurus sendiri maka wajib melampirkan surat kuasa kepada yang diwakilkan dengan dilengkapi fotokopi KTP.

  • Gambar konstruksi bangunan minimal tujuh set terdiri dari denah, tampak muka, samping, belakang, dan rencana utilitas.
  • Surat pemberitahuan kepada tetangga sekitar yang ditembuskan kepada pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga dilampiri surat jaminan kesanggupan penanggulangan dampak (khusus untuk bangunan posisi berhimpit dengan batas persil).
  • Bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru.
  • Surat perjanjian penggunaan lahan (jika tanah bukan milik pemohon IMB).
  • Formulir permohonan yang telah dilegalisir pihak kelurahan dan kecamatan tempat bangunan akan didirikan.
  • Dilampiri Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pembangunan dikerjakan dengan sistem borongan.
  • Data hasil penyelidikan tanah bagi yang disyaratkan.

2. Ketentuan Teknis

gambar rencana arsitektur

Tak cukup disitu, kamu juga perlu menyiapkan ketentuan teknis sebagai berikut:

  • Gambar rencana arsitektur (gambar denah, tampak, potongan, dan detail bangunan) dan gambar rencana struktur (pondasi, kolom, balok, lantai, atap).
  • Rekomendasi teknis IPPL dan siteplan.
  • Perhitungan konstruksi bangunan yang dibuat oleh tenaga ahli sertifikasi (SIPB) untuk bangunan di atas lantai dua dan/atau konstruksi beton yang memiliki bentangan lebih dari 10 meter.
  • Gambar bangunan dikeluarkan jika disetujui.

3. Datangi Dinas Perizinan

dinas perizinan

Sumber: jatilurus.blogspot.com

Jika semua berkas telah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor  Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di daerah masing-masing.

Jika rumah yang dibangun di bawah 500 meter persegi, maka pengurusannya bisa langsung menuju loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kecamatan tersebut.

Langkah selanjutnya, kamu harus mengisi formulir pengajuan pengukuran tanah.

Sekitar satu minggu kemudian akan datang petugas pengukur tanah membuat gambar denah rumah kamu.

Setelah itu, gambar denah yang sudah menjadi cetak biru akan dibuat dasar untuk pembuatan IMB.

Ada perbedaan biaya cara mengatur IMB tergantung kebijakan di setiap kota, kabupaten dan daerah.

Adapun, proses penerbitan IMB bisa mencapai hingga 21 hari.

4. Biaya Mengurus IMB

surat imb

Sumber: rumahpro.id

Kamu perlu menyiapkan uang untuk mengurus IMB karena di daerah tertentu,bisa mencapai jutaan rupiah.

Namun, perhitungan biaya penanganan IMB juga mencakup beberapa hal, di antaranya:

  • Luas bangunan
  • Indeks konstruksi
  • Indeks fungsi (untuk membedakan fungsi bangunan, apakah untuk hunian, usaha atau keagamaan)
  • Indeks lokasi
  • Tarif dasar

Untuk menghitung biaya IMB rumah bangunan baru, dapat menggunakan rumusan sebagai berikut:

Rumusnya adalah tarif dasar masing-masing daerah dikalikan indeks fungsi, indeks lokasi, indeks konstruksi, dan terakhir dikalikan luas bangunan.

Sebagai gambaran, tarif dasar pembuatan IMB saat ini minimal sekitar Rp2.500 per meter persegi untuk bangunan pagar pembatas hingga Rp750.000 per meter persegi atau lebih untuk konstruksi seperti menara.

Baca Juga:

5. Ajukan Permohonan

tanda tangan surat imb

Setelah memenuhi persyaratan administrasi untuk pengurusan IMB bangunan baru, kamu dapat langsung mengajukan permohonan IMB kepada pemerintah daerah yang diundang.

Lalu, setelah mengisi formulir meminta IMB, kamu harus membayar biaya pengukuran yang nilainya tidak sama di setiap daerah.

Selanjutnya Surat Izin Pengukuran (SIP) biasanya diterbitkan dalam waktu satu minggu sejak kita diminta.

Jika Izin Pengukuran (IP) sudah diterbitkan maka proses pengukuran sudah dapat dilakukan.

Kamu dapat meminta persetujuan atas gambar konstruksi bangunan.

Jika gambar konstruksi bangunan dirancang, gambar tersebut dapat digunakan cetak biru untuk perencanaan pembangunan.

Kemudian dikeluarkan Izin Pengembangan (IP), maka kamu sudah bisa memulai proses pembangunan sambil menunggu dikeluarkannya IMB sekitar 20 hingga 21 hari kerja.

IMB memiliki masa berlaku selama satu tahun.

Bentuk fisik IMB terdiri dari beberapa lembar surat atau bahkan cukup satu lembar.

Di dalam surat IMB akan memuat informasi lengkap tentang pemohon, luas bangunan yang dikirim batas-batasnya, dan juga status tanah yang dijadikan objek IMB.

Kemudian, pihak pemerintah akan memberikan izin kepada pihak yang akan memberikan informasi tentang bangunan yang akan mengajukan persyaratan dan alamatnya.

Jika IMB sudah diterbitkan, kamu dapat meminta Izin Penggunaan Bangunan (IPB) atau Sertifikat Laik Fungsi (SLF) berlaku 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk non-rumah tinggal.

Keuntungan Mengantongi IMB

Beberapa keuntungan jika sebuah properti memiliki IMB, antara lain:

  • Memiliki nilai jual yang tinggi
  • Jaminan kredit bank
  • Peningkatan status tanah
  • Informasi peruntukan dan rencana jalan

Kehadiran IMB pada sebuah bangunan sangat penting, karena bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan.

Dasar Hukum

Pembangunan rumah atau gedung diatur dalam undang-undang Nomor 34 Tahun 2001 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Sebagai peraturan pelaksanaan dari undang-undang tersebut maka pada setiap daerah akan mengaturnya dengan peraturan daerah yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.

Dengan demikian, mengantongi IMB adalah suatu hal keharusan bagi pemilik rumah.

Jika tidak mengantongi IMB, maka pemilik rumah akan dikenai denda sebesar 10 persen dari nilai bangunan.

Tak hanya itu, rumah atau bangunan tanpa IMB juga terancam akan dibongkar.

Baca Juga:

Miliki Surat Izin Gangguan Sebelum Mendirikan Usaha!

Nah sahabat 99, itu dia tata cara mengurus izin mendirikan bangunan yang perlu kamu ketahui.

Ikuti terus berita propeti lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu lagi cari rumah mewah? Cek saja di www.99.co/id.

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts