Hukum

Tak Perlu ke Pengadilan, Begini Cara Menyelesaikan Sengketa Tanah

3 menit

Persoalan terkait sengketa tanah kerap terjadi. Banyaknya, perkara ini berujung ke meja hijau. Tahukah Anda kalau ada cara menyelesaikan sengketa tanah tanpa haru ke pengadilan? Baca selengkapnya di sini.

Apa Itu Sengketa Tanah?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan dijelaskan bahwa:

“Sengketa Tanah yang selanjutnya disebut Sengketa adalah perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, badan hukum, atau lembaga yang tidak berdampak luas.”

Jadi bisa diartikan bahwa sengketa tanah merupakan kejadian perselisihan antara perorangan atau lembaga mengenai perihal yang berkaitan dengan pertanahan.

Cara Menyelesaikan Sengketa Tanah Berdasar Permen Agraria No. 11/2016

Melansir hukumonline.com, berdasarkan penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa sebenarnya kasus sengketa tanah memang tidak perlu ke lembaga peradilan.

Selanjutnya, penyelesaian sengketa ini bisa dilakukan berdasarkan inisiatif dari kementerian atau pengaduan masyarakat.

cara menyelesaikan sengketa tanah

Alur Pengaduan Penyelesaian Sengketa Tanah

Masih dalam peraturan yang sama, dijelaskan juga mengenai alur pengaduan sengketa tanah.

Penjelasan ini secara lengkap tertulis pada Pasal 6.

Perlu diketahui bahwa pengaduan paling sedikit harus memuat identitas pengadu dan uraian singkat kasus.

Khusus berkas persyaratannya, tercantum pada Ayat (5), yaitu:

“Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilampiri dengan fotokopi identitas pengadu, fotokopi identitas penerima kuasa dan surat kuasa apabila dikuasakan, serta data pendukung atau bukti-bukti yang terkait dengan pengaduan.”

cara menyelesaikan sengketa tanah

Lalu, ke manakah berkas tersebut diberikan?

Masih dalam pasal dan peraturan yang sama, dijelaskan juga bahwa pengaduan sengketa tanaha dapat disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan secara tertulis, melalui:

  • Loket pengaduan
  • Kotak surat
  • Situs Kementerian.

Pengaduan ini pun disampaikan kepada Kantor Wilayah BPN dan/atau Kementerian, berkas Pengaduan diteruskan kepada Kepala Kantor Pertanahan.

Selanjutnya, pada pasal 7 pun dijelaskan bahwa apabila berkas pengaduan telah memenuhi syarat, maka pihak pengadu akan diberikan Surat Tanda Penerimaan Pengaduan.

Lalu, apabila ternyata berkas pengaduan tidak memenuhi syarat, maka petugas mengembalikan berkas pengaduan kepada pihak pengadu.

Pengembalian itu beserta dengan informasi jelas tertulis mengenai berkas yang kurang lengkap.

cara menyelesaikan sengketa tanah

Jangka Waktu Pengaduan Atas Sengketa Tanah

cara menyelesaikan sengketa tanah

Berapa lama prosesnya?

Terkait hal ini, dalam Pasal 28 Ayat (1) dijelaskan bahwa terkait pembatalan hak atas tanah, pembatalan sertifikat, atau perubahan data akan dilakukan dengan cara Kepala Kantor Pertanahan memerintahkan pejabat yang berwenang untuk memberitahukan kepada para pihak agar menyerahkan sertifikat hak atas tanah dan/atau pihak lain yang terkait dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja.

Selanjutnya, dalam Pasal 28 Ayat (2) juga dijelaskan:

“Kepala Kantor Pertanahan melaksanakan Pengumuman mengenai pembatalan hak atas tanah, pembatalan sertifikat atau perubahan data, di Kantor Pertanahan dan balai desa/kantor kelurahan setempat dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.”

Contoh Surat Pengaduan Sengketa Tanah ke BPN

Sebelum mengajukan pengaduan, salah satu kelengkapan yang perlu disiapkan adalah surat pengaduan.

Berikut contoh surat pengaduan sengketa tanah ke BPN  dari atrbpn.go.id dan sumber lainnya yang bisa dijadikan referensi:

contoh surat pengaduan sengketa tanah ke bpn

contoh surat pengaduan sengketa tanah ke bpn contoh surat pengaduan sengketa tanah ke bpn

 

***

Kini sudah jelas bukan bahwa ternyata sengketa tanah bisa diselesaikan tanpa perlu ke pengadilan?

Semoga informasi mengenai cara menyelesaikan sengketa tanah tanpa pengadilan di atas dapat bermanfaat bagi Anda, Sahabat 99.

Baca terus ulasan mengenai hukum seputar properti hanya di blog 99.co Indonesia setiap Rabu.

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts