Berita Ragam

5 Cara Ternak Kroto Praktis di Rumah Menggunakan Paralon | Harga Jualnya Tinggi!

3 menit

Bisnis kroto merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk menggiurkan. Cara ternak kroto pun mudah dilakukan di rumah dengan hanya menggunakan paralon.

Di kalangan pecinta burung kicau, popularitas kroto sangat terkenal karena menjadi salah satu sumber makanan burung yang tinggi protein.

Saat ini, harga kroto terbilang cukup tinggi berada di angka Rp175 ribuan per kilonya. Ini karena ketersediaan kroto cukup langka.

Meski demikian, banyak pecinta burung kicau yang rela merogoh kocek tinggi hanya untuk mendapatkan kroto ini.

Nah, peluang bisnis kroto ini bisa kamu manfaatkan untuk mulai budidaya kroto agar mendapatkan hasil yang kontinyu dan bisa untuk dijual.

Apakah kamu tertarik untuk mengambil peluang emas ini?

Simak cara ternak kroto berikut ini, yuk!

Cara Ternak Kroto di Rumah

1. Menyiapkan Bibit Koloni

cara praktis ternak kroto

sumber: satriabajahitam.com

Cara ternak kroto yang pertama adalah menyiapkan bibit koloni, bisa dari hasil menangkap di alam bebas atau membelinya dari petani.

Kalau kamu kesulitan menangkap kroto di alam bebas, sebaiknya kamu membeli saja dari petani.

Harga beli bibit kroto ini terbilang cukup mahal, untuk satu kemasan botol plastik 1 liter bisa dihargai sekitar Rp150 – Rp200 ribu rupiah.

2. Membuat Kandang dari Paralon

Agar budidaya kroto jadi lebih mudah, sebaiknya kamu menggunakan paralon sebagai tempat budidayanya.

Berikut kelebihan yang ditawarkan kandang paralon dibanding jenis kandang lainnya:

  • Mudah dibuat dan disusun
  • Tahan lama hingga 5-10 tahun
  • Kedap cahaya, namun memiliki dua sisi yang terbuka
  • Berkat bentuknya yang silinder, bila disusun dengan benar posisinya akan saling menguatkan
  • Lebih mudah saat proses panen dan meminimalisir kematian koloni setelah panen

Berikut cara membuat kandang kroto dari paralon:

  • Buat sebuah rak susun 2 tingkat. Bisa dibuat menggunakan bambu, kayu, atau besi
  • Tempatkan setiap kaki rak pada wadah yang diisi air atau oli bekas agar koloni semut rangrang tidak kabur
  • Pastikan bagian rak tidak bersentuhan langsung dengan dinding atau benda lainnya
  • Gunakan paralon berdiameter 12 cm dan sesuaikan panjangnya dengan ukuran rak
  • Susun paralon tersebut pada rak, lalu isi bagian paralon dengan dedaunan untuk merangsang semut rangrang membuat sarang

Kandang ini harus diletakkan di tempat yang tenang dan terhindar dari gangguan. Lebih baik lagi jika diletakkan dalam ruangan tertutup.

Ini karena semut rangrang membutuhkan lingkungan yang tenang untuk bertelur secara optimal.

ternak kroto dengan paralon

sumber: alamtani.com

3. Menebarkan Bibit Koloni

Setelah kandang siap, langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit koloni ke dalam kandang tersebut.

Kalau kamu membeli bibit koloni dalam kemasan botol atau toples, potong botol plastik atau buka toples dan letakkan di atas susunan paralon.

Koloni tersebut akan dengan sendirinya masuk ke dalam paralon, tapi pastikan paralon tersebut sudah diisi dengan dedaunan.

Kalau koloni sudah masuk dan mulai membuat sarang dalam paralon, selanjutnya kamu cukup melakukan pemberian makan rutin saja.

4. Pemberian Pakan

Koloni semut rangrang membutuhkan dua hal, yaitu protein dan karbohidrat sebagai asupan gizi.

Protein ini bisa didapat dari hewan-hewan kecil seperti jangkrik, ulat, belalang, atau cicak.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan daging ayam rebus dan tulang sapi atau kambing yang telah dipecah hingga sumsumnya keluar.

Untuk karbohidrat, kamu bisa memberikan gula pasir yang telah dilarutkan ke dalam air.

Berikut cara memberi pakan koloninya:

  • Letakkan makanan koloni di atas wadah ceper yang kemudian ditempatkan di samping rak.
  • Kalau menggunakan pakan berupa hewan hidup, sebaiknya dilumpuhkan terlebih dahulu agar tidak bisa kabur.
  • Sumber karbohidrat dari larutan gula diletakkan di atas tatakan.
pakan ternak kroto

sumber: alamtani.com

5. Proses Panen

Saat awal budidaya kroto, sebaiknya tidak dilakukan pemanenan selama 6 bulan pertama agar koloni dapat berkembang biak secara optimal.

Proses panen bisa mulai dilakukan setelah sarang semudah sudah terlihat penuh dengan kroto yang berwarna putih.

Kalau sarang tersebut telah stabil, proses panen bisa dilakukan setiap 15-20 hari sekali.

Cara manenan kroto:

  • Siapkan baskom atau wadah sejenis
  • Siapkan saringan dari kawat ram dan letakkan baskom
  • Pakai sarung tangan karet
  • Tumpahkan isi kandang ke dalam baskom. Kroto akan terjatuh ke dalam baskom, sedangkan semut akan tersaring.
  • Bersihkan kandang dan isi kembali dengan koloni semut

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dekat sawah?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts