Berita Berita Properti

Jangan Panik, Ini Cara Renvoi Akta Notaris Rumah Jika Terjadi Kesalahan

2 menit

Apakah Anda pernah mengalami kejadian penulisan akta rumah yang salah? Jika iya, ada baiknya memahami cara renvoi akta notaris lewat artikel ini…

Sahabat 99, kekeliruan kadang terjadi pada siapa saja…

Termasuk notaris saat membuat akta rumah.

Bisa saja, kesalahan tersebut bersifat fatal dan merugikan diri kita di masa depan.

Jika sudah begini caranya, Anda wajib memahami cara renvoi akta notaris.

Mengenal Cara Renvoi Akta Notaris Rumah

cara renvoi akta notaris

Cara renvoi akta notaris pertama yang harus Sahabat 99 pahami adalah…

Membedakan pengubahan yang dilakukan sebelum dan sesudah akta ditandatangani.

Perlu diketahui terlebih dahulu, pengubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani disebut dengan renvoi.

Sebenarnya, aturan mengenai hal tersebut ada dalam Pasal 48-50 Undang-Undang No. 2 tahun 2014.

Baca Juga:

Contoh Surat Jual Beli Tanah untuk Kebutuhan Transaksi Tahun 2020

Dalam UU tersebut, dijelaskan bahwa isi dari akta dilarang diubah dengan cara:

  1. Diganti;
  2. Ditambah;
  3. Dicoret;
  4. Disisipkan;
  5. Dihapus; dan/atau
  6. Ditulis tindih.

Meskipun demikian, pengubahan isi akta dapat dilakukan dengan cara poin 1 sampai 4 berdasarkan syarat tertentu.

Proses pengubahan akan sah apabila diparaf atau diberi sebuah tanda pengesahan lain oleh penghadap, saksi, dan notaris.

Pada intinya, dapat disimpulkan bahwa isi dari akta dapat diganti atau diperbaiki dengan renvoi apabila akta tersebut belum ditandatangani.

Jangan Abai untuk Memahami Cara Renvoi, Ya!

cara renvoi akta notaris

Lalu bagaimana jika terjadi kesalahan, namun semua pihak tidak mengetahui adanya renvoi?

Jika akta tersebut telah ditandatangani, maka renvoi tidak akan bisa dilakukan lagi.

Kalau ternyata akta sudah ditandatangani, apa yang harus dilakukan?

Apabila akta sudah ditandatangani dan kesalahan dalam akta tidak fatal, seperti salah menuliskan huruf, maka notaris memiliki wewenang untuk mengoreksinya.

Koreksi tersebut wajib dilakukan di hadapan penghadap, saksi, dan notaris.

Koreksi yang dilakukan wajib ditulis dalam berita acara dengan mencantumkan catatan mengenai hal tersebut pada minuta akta asli.

Di dalamnya pun harus tercantum tanggal dan nomor dari berita acara perbaikan dari akta tersebut.

Salinan dari akta berita acara pun wajib disampaikan dan disimpan oleh semua pihak.

Apa yang akan terjadi jika koreksi tidak dilakukan oleh notaris?

Akibatnya, akta tersebut hanya akan memiliki kekuatan sebagai akta di bawah tangan.

Hal ini pun akan menjadi peluang dan alasan para pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi, penggantian biaya, dan bunganya kepada sang notaris.

Nah, kini Anda sudah tahu ‘kan kalau akta bisa dikoreksi asalkan belum ditandatangani.

Baca Juga:

Memahami Cara Bayar PBB Tahun 2020 | Dilengkapi Syarat & Ketentuan

Mungkin sebagian dari Anda juga ada yang baru mendengar istilah renvoi, ya?

Yuk, sebarkan artikel ini di media sosial agar semua orang lebih familiar!

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Bobby Agung Prasetyo

Penyunting konten dan jurnalis paruh waktu. Senang bermusik, berpikir, merenung dan belajar banyak soal penulisan bisnis & properti. Verba volant, scripta manent. Selamat membaca!
Follow Me:

Related Posts