Rumah Tips & Trik

Ciri Air Mengandung Besi Tinggi yang Wajib Diketahui. Berbahaya untuk Tubuh!

3 menit

Apakah sumber air di rumah kamu termasuk air mengandung besi tinggi atau bukan? Sudah pernah mengeceknya? Jangan dibiarkan, bisa berbahaya!

Zat besi (Fe) adalah zat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan sudah tentu tak boleh sampai masuk ke dalam tubuh.

Tingginya kadar Fe dalam air tak hanya mengganggu berbagai pekerjaan sehari-hari tetapi juga dapat mengganggu kesehatan tubuh pemakainya.

Pemerintah sendiri telah mengatur standar kandungan Fe pada air melalui Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990.

Di dalam Permenkes tersebut dijelaskan air mengandung Fe boleh kamu konsumsi asalkan kadar maksimalnya kurang dari 1,0 mg per liter.

Memangnya, apa saja bahaya air dengan kandungan Fe ?

Lalu, bagaimana cara mengetahui tingkat Fe dalam air di rumah?

Berita 99 Indonesia telah merangkum cara mengetahui ciri air mengandung besi tinggi di rumah lewat penjelasan di bawah ini.

Bagaimana Cara Mengetahui Air Mengandung Besi?

Ciri Air Mengandung Zat Besi Tinggi

air mengandung besi

Ciri air mengandung zat besi tinggi sebetulnya sangat mudah diketahui.

Hal ini akan nampak jelas ketika kamu membandingkan warna serta aroma antara air yang mengandung kadar Fe normal dan tinggi.

Biasanya, air dengan kandungan Fe tinggi banyak terdapat pada air sumur bor, terutama sumur bor yang kamu gali dengan kedalaman rendah.

Ciri lain yang dapat kamu cermati misalnya apabila digunakan terasa licin, menimbulkan kerak pada pakaian, dan tak nyaman untuk mandi.

Ciri lain yang tampak jelas dari air dengan kandungan tinggi Fe yaitu:

  • Air jernih ketika tertampung, tetapi berubah warna kuning saat mengendap.
  • Berbau tajam, kombinasi bau besi dan bau tanah.
  • Air terasa licin.

Penyebab Tingginya Kadar Besi dalam Air

1. Kadar Basa (pH) Air Rendah

Menurut para ahli, batas pH air yang aman untuk penggunaan sehari-hari dan untuk konsumsi adalah antara 6,5 – 8,5.

Air dengan kadar basa normal tersebut aman kamu konsumsi karena dapat melarutkan semua jenis mineral termasuk zat Fe.

2. Tercampur Gas Korosif

Salah satu penyebab air kadar besi tinggi yaitu tercemar oleh gas korosif seperti CO2 dan H2S.

Gas korosif tersebut berbahaya karena sesuai namanya, bersifat korosif dan partikel-partikelnya kemudian bercampur dalam air.

3. Mengandung Bakteri

Bakteri zat besi seperti crenotrik, leptotrik, callitonella, dan siderocapsa membutuhkan oksigen dan besi untuk bertahan hidup.

Akibatnya, mereka mengoksidasi Fe agar larut dalam air dan kemudian Fe tersebut berubah menjadi makanan mereka.

Bahaya Air Mengandung Besi

air kadar besi tinggi

Air berbau besi bahayakah? Seperti apa bahayanya?

Alasan utama kenapa kamu perlu memahami soal kadar besi dalam air di rumah adalah untuk menghindari berbagai bahaya air mengandung besi.

Beberapa bahaya yang ditimbulkan air mengandung zat besi tinggi antaranya:

1. Gangguan Teknis

Gangguan teknis dengan saluran air, mesin pompa, atau kegiatan sehari-hari bisa terjadi karena adanya penyumbatan yang diakibatkan oleh endapan Fe yang bersifat korosif.

2. Gangguan Fisik

Gangguan fisik akan terasa apabila kamu terpapar larutan zat besi dalam air secara terus menerus.

Utamanya, bila kandungan zat besi dalam air melebihi 10 mg per liter, hal itu akan mengubah warna, aroma dan rasa air pada tubuhmu.

3. Gangguan Kesehatan

Zat besi memang dibutuhkan untuk tubuh manusia. Namun, pasokan zat besi berlebih malah justru akan menimbulkan masalah kesehatan.

Bahaya paparan zat besi dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama bisa mengganggu organ pencernaan, kulit, hingga otak.

Cara Menjernihkan Air yang Mengandung Besi

air kadar besi tinggi

Bila kamu masih mengalami masalah air dengan kadar Fe tinggi, mungkin sudah saatnya mencoba menurunkan kadar Fe pada air dengan cara-cara di bawah ini.

Kamu bisa mencoba mengaplikasikan cara menjernihkan air yang mengandung Fe ini pada filter sederhana.

Selain itu, dapat juga mencoba membuat model filter lainnya yang lebih baik.

Cara menjernihkan air yang mengandung besi bisa mengaplikasikan empat cara berikut ini:

1. Aerasi

Aerasi adalah proses untuk menaikkan kadar oksigen dalam air dengan cara menyuntikkan udara ke dalam air lewat proses oksidasi.

Setelah proses oksidasi dengan udara biasa, tahap selanjutnya diikuti dengan proses pengendapan dan penyaringan.

2. Sedimentasi

Proses pengendapan berfungsi untuk mengikat partikel-partikel padat agar mengendap dalam air dengan memanfaatkan gaya gravitasi.

Prinsipnya, proses sedimentasi berusaha untuk mereduksi zat kimia yang menjadi penyebab air keruh tanpa mengubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya.

4. Oksidasi

Proses oksidasi akan membuat air bersinggungan langsung dengan udara agar kadar Fe di dalam air teroksidasi menjadi feri-oksida kemudian menjadi endapan.

Beberapa metode oksidasi juga memanfaatkan beberapa jenis bahan kimia untuk membantu mempercepat proses oksidasinya.

3. Filtrasi

Metode filtrasi tujuan utamanya adalah mengurangi bahan-bahan organik dan nonorganik di dalam air agar air lebih bersih.

Salah satu bahan yang biasa kamu gunakan untuk media penyaringnya adalah karbon aktif karena mampu melakukan penyaringan dengan cukup baik.

Bahan Kimia untuk Menghilangkan Zat Besi Dalam Air

air mengandung besi

Selain dengan menggunakan cara menjernikah air yang mengandung Fe di atas, kamu juga bisa mencoba cara lainnya.

Misalnya saja dengan memanfaatkan bahan kimia untuk menghilangkan kandungan Fe di dalam air.

Beberapa jenis bahan kimia yang bisa menghilangkan Fe dalam air di antaranya:

  • Karbon aktif
  • Pasir silika
  • Resin kation lewatit
  • Ferrolite
  • Kalium permanganat (cara oksidasi)
  • Khlorine dan hipokhlorit (cara oksidasi)

***

Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam mengelola air ya, Sahabat 99!

Jangan lupa baca informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Berita 99.co Indonesia

Cari properti impian kamu lewat www.99.co/id ya.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.
Follow Me:

Related Posts