Interior Rumah Anda

8 Hal yang Harus Diketahui sebelum Kamu Menata Interior dengan Desain Retro!

3 menit

Saat ini banyak orang ingin menata interiornya rumahnya dengan gaya retro. Desain retro adalah gaya desain yang akan memberikan kesan klasik pada hunian.

Dengan gaya ini, nuansa rumah seolah kembali ke tahun 1960-an.

Untuk membuat interior rumah bergaya retro, kamu tidak bisa sembarangan membeli beragam furnitur bertema klasik.

Terdapat beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum mengaplikasikan gaya ini di rumah.

Secara umum gaya desain klasik terbagi menjadi dua, yaitu vintage dan retro.

Gaya vintage mengadopsi gaya desain tahun 1920 sampai 1960.

Sementara, gaya retro mengadopsi gaya menata ruang tahun 1960-an.

Perbedaan keduanya terletak pada furnitur dan warna dinding ruangan yang digunakan.

Jika kamu tertarik untuk mengaplikasikannya, berikut sejumlah ciri desain retro yang wajib diketahui.

Baca Juga:

Inspirasi Desain Ruang Makan Retro Ala Artis Zooey Deschanel, Ini Contekannya

Ciri-Ciri Desain Retro

1. Desain Retro dengan Kombinasi Warna Cerah

desain retro

sumber: comelite-arch.com

Salah satu ciri paling mencolok dari gaya retro adalah penggunaan warna yang mencolok.

Penggunaan warna yang cerah ini diterapkan pada setiap furnitur.

Warna yang paling populer digunakan adalah hijau alpukat, biru telur puyuh, kuning, cokelat, oranye, dan merah.

Warna cerah pada furnitur tersebut bisa kamu kombinasikan dengan warna putih pada dinding.

2. Pencahayaan yang Unik

sumber: alexnld.com

Ciri desain retro selanjutnya adalah penggunaan pencahayaan ruangan yang unik.

Cahaya berwarna biru telur puyuh atau hijau alpukat dapat menambah kesan retro.

Kamu bisa menggunakan lampu lava berwarna warni yang ditaruh di meja tamu atau dekat televisi.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan lampu berbentuk kotak atau lampu berumbai.

Kamu juga bisa mendapat berbagai jenis lampu bergaya retro di Ruparupa dan Bukalapak lo!

3. Pop Art

desain retro

sumber: decoratorist.com

Rumah pada tahun 1960-an banyak memajang pop art artis yang populer pada masa itu.

Kamu juga bisa menerapkan pop art tersebut di ruang tamu atau kamar kamu.

Beberapa pop art yang banyak digunakan untuk menambah kesan retro, di antaranya lukisan Marlyn Monroe, The Beatles, dan mobil zaman dahulu.

Kamu juga bisa mengombinasikannya dengan sejumlah pajangan berwarna cerah.

4. Lantai dan Wallpaper Geometris

sumber: atrafloor.com

Selain warna, desain retro juga memiliki ciri khas pada desain lantai dan dinding.

Lantai atau wallpaper bergaya retro biasanya memiliki pola geometris semisal kotak-kotak, segitiga, atau lingkaran.

Pola repetitif ini dapat menutupi seluruh area lantai atau dinding.

Selain geometris, pola dot atau berupa titik-titik juga menjadi salah satu pola populer pada tahun 1960-an.

5. Material Sintetis

sumber: architecturaldigest.com

Banyak ruangan bergaya retro menggunakan material sintetis pada lantai.

Banyak lantai yang dilapisi oleh bahan semisal plastik, karet, vinil, fiber, dan besi.

Lantai bematerial sintetis ini cocok dikombinasikan dengan furnitur dari kayu.

6. Desain Retro dengan Ruang yang Terbuka

desain retro

sumber: kayukienviet.net

Ruangan dengan gaya retro biasanya memiliki ciri ruang yang terbuka.

Beberapa fungsi ruang biasanya disatukan dalam satu ruang.

Untuk memisahkan ruangan tersebut, kamu bisa menggunakan dua lampu berwarna beda di masing-masing ruangan untuk bisa menegaskan pemisahan ruangan.

Cara lainnya, kamu bisa menggunakan sekat ruangan yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan.

7. Furnitur Desain Retro Sedikit Nyeleneh

desain retro

sumber: mitchellflores.co

Pada tahun 1960-an, banyak orang berinovasi membuat furnitur dari bahan yang tidak biasa.

Furnitur dari material yang tidak biasa ini bisa dikombinasikan dalam satu ruangan untuk memberi kesan retro.

Beberapa contoh furnitur tidak biasa itu, di antaranya adalah kursi dari plastik, lampu berumbai, dan lain-lain.

8. Kaya akan Tekstur

desain retro

sumber: decoist.com

Gaya interior retro juga memiliki ciri kaya akan tekstur.

Kamu bisa menerapkannya dengan menggunakan karpet atau wallpaper bertekstur.

Tekstur yang bisa kamu pilih di antaranya bergambar bunga, batik, atau tekstur garis.

Kamu juga bisa mendapat karpet bergaya retro di Shopee dan Lazada lo!

Baca Juga:

7 Desain Kamar Klasik Terbaik yang Berikan Kesan Jadul. Mana Favoritmu?

Itulah 8 ciri-ciri desain retro yang populer tahun 1960-an.

Semoga artikel ini menginspirasi kamu dalam mendesain interior rumah.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bekasi dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts