Rumah, Tips & Trik

Yuk, Diet Plastik! Gunakan Saja 7 Barang Alternatif Ini

17 April 2019
diet plastik
3 menit

Diet plastik bukan lagi sebuah kebutuhan saat ini, melainkan sebuah keharusan bagi setiap orang. Apalagi dengan semakin memburuknya kondisi lingkungan akibat sampah plastik. Setuju ‘kan?

Penggunaan bahan plastik memang tak bisa dihindarkan dari kehidupan kita sehari-hari karena berbagai keuntungan dan kemudahan yang ditawarkannya.

Namun, di sisi lain, penggunaan plastik pada hampir segala barang sehari-hari juga menimbulkan masalah lingkungan yang tidak bisa disepelekan.

Belum lagi jika menengok bahaya berbagai jenis plastik bagi kesehatan.

Sudah seharusnya kita mulai menggalakan gerakan diet plastik setiap hari.

Diet plastik caranya mudah kok, cukup dimulai dengan mengganti barang-barang sehari dari bahan plastik dengan barang alternatif nonplastik.

Kamu bisa mulai diet plastik dengan menggunakan 7 barang alternatif pengganti plastik berikut ini:

1. Diet plastik dengan sedotan stainless steel

diet plastik

Pada tahun 2018 lalu, sedotan stainless steel ini menjadi tren yang cukup heboh di kalangan masyarakat terutama para pengguna medsos.

Produk sedotan stainless steel ini bisa menjadi solusi terampuh pertama untuk mengurangi sampah plastik dari sedotan.

Jadi, ketika kamu membeli minuman ringan di warung atau jus di kafe, kamu tak perlu lagi meminta sedotan plastik dan cukup gunakan sedotan stainless steel ini.

Soal tampilan pun tak kalah menarik karena tersedia berbagai pilihan desain dan warna yang bisa kamu pilih sesuai keinginan.

Baca juga:

Keranjang Plastik Lama Bisa Disulap Jadi Makin Keren. Lihat Caranya, Yuk!

2. Gunakan sikat gigi bambu

diet plastik

Tahukah kamu salah satu zat berbahaya bernama Bisphenol-A (BPA) terdapat dalam sikat gigi plastik?

Tak main-main, bahaya zat BPA ini sangat mengerikan karena bisa menyebabkan ketidaksuburan hingga penyakit kanker, lho!

Jika tak ingin terpapar bahaya zat BPA ini, yuk mulai ganti sikat gigi kamu dengan sikat gigi bambu.

Sikat gigi ini sangat aman karena bulunya terbuat dari 62% minyak biji jarak dan batang sikat giginya terbuat dari 100% bambu alami.

3. Diet plastik dengan botol minum pribadi

diet plastik

Kita harus berterima kasih kepada salah satu tempat ngopi ternama seperti Starbucks karena telah memopulerkan penggunaan botol minuman pribadi.

Hal itu telah membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai sekaligus menghindarkanmu dari zat berbahaya yang terkandung dalam plastik.

Kamu bisa memilih botol minum pribadi yang terbuat dari bahan kaca ataupun bahan stainless steel dengan tampilan yang tetap trendi.

Selain lebih hemat, lebih ramah lingkungan juga kan?

Selamat tinggal botol plastik!

4. Gunakan sendok makan kayu

diet plastik

Percayalah, penggunaan bahan plastik untuk makanan dan minuman sangat membahayakan bagi tubuhmu.

Sendok plastik misalnya, ketika kamu gunakan untuk makan maka makananmu beresiko terkontaminasi banyak zat berbahaya dari dalam plastiknya.

Yuk sekarang ganti sendokmu dengan sendok kayu. Dijamin lebih aman bagi tubuh dan lingkungan, deh!

5. Diet plastik dengan kotak makan reusable

diet plastik

Kampanye diet plastik semakin masif, termasuk menyarankan penggunaan kotak makan reusable daripada tempat makan sekali pakai.

Apalagi jika tempat makan terbuat dari styrofoam atau plastik yang jika terpapar suhu panas akan mengaktifkan zat berbahaya di dalamnya.

Jadi, untuk mencegah kerusakan tubuh karena zat styrene dari styrofoam, yuk mulai biasakan menggunakan kotak makan reusable.

6. Gunakan pembalut dari katun

diet plastik

Pembalut jadi salah satu sampah dengan quantitas terbesar dan barang dengan bahan yang sulit terurai dengan tanah.

Tenang, ladies, pembalut dari bahan katun jauh lebih aman untukmu dan organ intimmu kok daripada jenis pembalut biasa.

Pembalut ini dibuat dengan bahan yang lembut yang masih memungkinkan sirkulasi udara yang baik bagi organ intimmu.

Bahkan, pembalut dari bahan katun bisa mengurangi resiko lecet, iritasi, serta keringat berlebih, lho.

Selain lebih sehat dan lebih aman, pembalut dari bahan katun juga pasti jauh lebih hemat karena dapat kamu gunakan kembali.

7. Diet plastik dengan tas belanja multipakai

diet plastik

Cara diet plastik yang terakhir yaitu dengan membiasakan penggunaan tas belanja pribadi agar tak perlu lagi menggunakan kantong plastik.

Pemerintah pun telah banyak memberikan sosialisasi diet kantong plastik di berbagai swalayan dan toko-toko kelontong.

Tinggal kesadaran dan kemauan kita sebagai warga masyarakat dan warga dunia untuk mau terlibat dalam gerakan bebas plastik ini.

Bayangkan berapa banyak plastik yang bisa kamu selamatkan jika kamu membiasakan penggunaan tas belanja pribadi setiap hari, kan?

Baca juga:

Cara Membuat Cermin Hias dari Sendok Plastik. Aduh Cantiknya!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk dapatkan informasi-informasi menari seputar properti dan hunian.

Jangan lupa, cari properti impian kamu lewat 99.co.

You Might Also Like