Berita Berita Properti

Catat, Ini 6 Faktor Penentu Kenaikan Harga Tanah di Pasaran | Teliti Sebelum Investasi!

3 menit

Sahabat 99, apakah kamu berencana membeli tanah? Jika iya, pahami dulu faktor yang memengaruhi kenaikan harga tanah. Kita tahu, bahwa capital gain dari investasi tanah bisa mencapai 25 persen. Ini tentu menggiurkan. Namun, banyak juga orang yang salah langkah sehingga tanah tersebut tak terjual.

 

Kita harus pahami, bahwa investasi properti adalah investasi yang tidak likuid.

Ini berbeda dengan investasi saham, emas, reksadana atau obligasi.

Namun, naiknya harga tanah tiap tahunnya di semua daerah membuat orang tertarik berinvestasi di sektor ini.

Investasi tanah tak kalah untungnya dengan jenis investasi lain.

Ambil contoh ketika harga tanah di wilayah Penajam Paser Utara dan  Kutai Kartanegara mengalami kenaikan hingga 400 persen dalam satu bulan.

Ini saat lokasi tersebut diumumkan sebagai lokasi ibu kota negara (IKN).

Bayangkan, berapa capital gain yang didapat dari hasil penjualan tanah karena kenaikan tersebut.

Jadi, sebelum kamu berinvetasi tanah maka ketahui dulu apa saja faktor yang turut mempengaruhi harga tanah.

6 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Tanah

tanah dijual

sumber: pinterest.com

1. Lokasi

Faktor lokasi merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap kenaikan harga.

Bayangkan, jika lokasi tersebut jauh dari fasilitas lain dan susah dijangkau maka jangan harap tanah tersebut terjual dengan cepat.

Bahkan, kenaikannya pun cukup lambat.

Ini berbeda jika lokasi tanah tersebut berada di lokasi strategis dan terjangkau.

Misalnya, dekat dengan pusat kota; fasilitas sekolah; perguruan tinggi; perkantoran; rumah sakit; pusat belanja; transportasi umum; dan jalan tol.

Maka, tanah tersebut akan cepat terjual dengan nilai investasi tinggi.

Ini karena pengembang akan berpikir bahwa tanah yang lokasinya bagus tersebut dapat dibangun properti.

Apalagi, jika tanah itu terletak di kawasan padat penduduk.

Hal ini karena aktivitas ekonomi di kawasan padat penduduk biasanya berputar dengan cepat.

2. Permintaan

Faktor lain yang memengaruhi kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan.

Salah satunya adalah permintaan properti.

Di daerah penyangga, permintaan properti khususnya perumahan terus bergerak.

Sejalan dengan itu, harga tanah juga bisa terdorong naik.

Pesatnya pembangunan properti ini turut berimbas pada harga tanah.

harga tanah naik

sumber: onthemarket.com

3. Penguasaan Pengembang

Pengusaan lahan oleh pengembang terutama oleh pengembang besar bisa menjadi faktor lain.

Biasanya, mereka membeli tanah untuk kemudian dijadikan cadangan lahan (landbank).

Ada juga yang membeli lahan kemudian diolah dan dijual kembali dengan kenaikan dua hingga tiga kali lipat.

Ini biasanya sudah dalam bentuk tanah matang alias kaveling.

Dengan cara ini, maka keuntungan yang didapatkan pun berlipat ganda.

Baca Juga:

Jenis Pajak Jual Beli Tanah yang Wajib Diurus Sejak Awal. Awas, Terlewat!

4. Objek di Atas Tanah

Meningkatnya harga tanah juga ternyata bisa dipengaruhi oleh keberadaan objek-objek yang terletak di atas tanah tersebut.

Ini bisa berupa bangunan yang semi-permanen maupun tanaman yang bernilai ekonomis.

Misalnya, kopi; cokelat; sayur-sayuran; maupun buah-buahan.

Dengan adanya objek yang berproduktif tersebut, maka turut berimbas pada nilai jual tanah.

Ini berbeda jika tanah tersebut berupa lahan kosong sehingga penafsiran terhadap nilai juga tak terlalu besar.

jual tanah

sumber: landflip.com

5. Tidak Rawan Bencana Alam

Perlu diakui, faktor penentu harga jual tanah yang tinggi salah satunya adalah…

Bebas bencana alam seperti banjir, longsor, atau erupsi gunung merapi.

Kadangkala, pemilik tanah sering melakukan gimik bahwa area tanah tidak rawan dari bencana alam

6. Biaya Pematangan

Tak dipungkiri, harga tanah yang melejit juga sejalan dengan biaya pematangan atau administrasi yang juga tinggi.

Banyak biaya-biaya administratif dan hitungan yang perlu ditambahkan ke dalam harga tanah saat melakukan transaksi.

Beberapa di antaranya pajak pertambahan nilai (PPN), biaya akta jual beli, notaris, serta sertifikat.

Kemudian, ada juga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan perhitungan inflasi per tahunnya.

Sederhananya, kamu tidak hanya membayar biaya pembelian tanah, namun juga biaya registrasi yang menyertainya.

Dalam kata lain, ini untuk biaya-biaya sertifikasi hingga perizinan guna pematangan lahan…

Supaya tanah yang dibeli terbebas dari persoalan.

Baca Juga:

Memilih Investasi Tanah, Rumah, dan Apartemen. Mana yang Lebih Untung?

Sahabat 99, demikianlah faktor yang memengaruhi naiknya harga tanah.

Semoga artikel ini membantu, ya.

Jangan lupa, ikuti terus berita lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari tanah hanya di www.99.co/id.

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts