Berita Berita Properti

Mengenal Fungsi Setiap Ruangan di Rumah Adat Aceh yang Kental Tradisi Melayu & Islam

3 menit

Rumah Adat Aceh merupakan salah satu rumah adat di Indonesia yang memiliki banyak nilai filosofis. Rumah adat ini juga dibangun dengan mengombinasikan nilai-nilai budaya Islam dan Melayu.

Kebudayaan masyarakat Aceh memang telah lama dikenal erat kaitannya dengan agama Islam.

Salah satu penyebabnya karena Aceh merupakan salah satu titik awal penyebaran agama Islam di Nusantara.

Hal ini berdampak pada adat istiadat masyarakat Aceh, termasuk dalam membangun rumah.

Rumah tradisional Aceh ini sering disebut sebagai Krong Bade atau Rumoh Aceh.

Meski sudah jarang masyarakat Aceh tinggal dalam Rumoh Aceh, namun kamu masih bisa menemui rumah tradisional ini di beberapa kampung.

Rumah berukuran besar ini memiliki banyak ruang yang memiliki fungsi masing-masing.

Kamu penasaran? Yuk cek fungsi dari setiap ruang di rumah adat Aceh ini.

Seluk-beluk Komponen di Rumah Adat Aceh

1. Bentuk Rumah Adat Aceh

bentuk rumah adat aceh

Sumber: ruparupa.com

Secara umum, rumah ini berbentuk seperti rumah panggung yang memanjang dengan atap berbentuk prisma.

Tinggi tiang rumah panggung ini sekira 2,5-3 meter.

Bentuk memanjang ini disebut sengaja dibuat masyarakat Aceh agar memudahkan penentuan kiblat salat.

Kesuluruhan material rumah adat ini terbuat dari material kayu.

Sementara, bagian atap dilapisi daun rumbia.

Setiap rumah biasanya memiliki tiga sampai lima ruang.

Rumah yang memiliki tiga ruang biasanya ditopang oleh 16 buah tiang.

Sementara, rumah yang memiliki lima ruang, biasanya ditopang oleh 24 tiang.

Salah satu keunikan rumah adat ini adalah pintunya yang berukuran kecil dengan tinggi sekira 120-150 cm.

Meski pintu kecil, begitu memasuki rumah, kamu akan takjub dengan ukuran ruangan yang besar.

Beberapa warga yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik, rumah akan dihiasi ukiran dan ornamen unik.

Baca Juga:

5 Gambar Rumah Adat Jawa Tengah. Lengkap dengan Penjelasan!

2. Seuramoe-ukeu atau Serambi Depan Rumah Adat Aceh

Serambi depan rumah adat Aceh biasanya digunakan untuk menerima tamu laki-laki.

Selain itu, ruang yang terletak di bagian depan rumah ini juga berfungsi sebagai tempat tidur dan tempat makan tamu laki-laki.

3. Seuramoe-likoot atau Serambi Belakang

Jika serambi depan digunakan untuk menerima tamu laki-laki, serambi belakang digunakan sebagai tempat menerima tamu perempuan.

Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai tempat tidur dan tempat makan tamu perempuan.

4. Rumah-Inong

Rumah-inong merupakan bagian utama rumah adat Aceh.

Ruang ini menghubungkan serambi belakang dan serambi depan.

Rumah-inong terbagi menjadi dua ruangan. Kedua ruangan tersebut dipisahkan sebuah jalan kecil menuju serambi depan dan belakang.

5. Dapur

Dapur atau rumoh-dapu adalah tempat untuk memasak dan menyiapkan hidangan.

Dapur terletak di bagian belakang rumah, dekat dengan serambi belakang.

Posisi lantai dapur biasanya lebih rendah dibanding lantai serambi belakang.

6. Seulasa atau Teras

teras rumah adat aceh

Sumber: satujam.com

Rumah adat Aceh juga dilengkapi teras yang berada di paling depan rumah.

Area ini juga dekat dengan serambi depan tempat warga menerima tamu laki-laki.

7. Lumbung Padi

Sejak zaman dulu, sebagian besar masyarakat Aceh bermata pencaharian sebagai petani.

Maka dari itu, mereka juga menyiapkan lumbung padi di sekitar rumahnya.

Letak lumbung padi ini terpisah dari rumah utama.

Tidak ada patokan khusus mengenai letak lumbung padi ini.

Ada yang meletakkannya di bagian depan, samping, atau belakang rumah.

8. Keupaleh atau Gerbang Rumah Adat Aceh

Tidak semua masyarakat Aceh memiliki gerbang di bagian depan rumahnya.

Rumah yang dilengkapi gerbang adalah rumah miliki tokoh masyarakat atau yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik.

Biasanya, gerbang depan ini terbuat dari kayu.

9. Tamee atau Tiang

Tiang merupakan salah satu komponen penting karena rumah adat berkonsep rumah panggung ini.

Diperlukan tiang yang kokoh untuk menopang beban bangunan dan orang di dalamnya.

Tiang berbentuk tabung ini memiliki diameter sekira 20-35 cm dan tinggi sekira 150-170 cm.

Sama seperti ornamen lainnya, tiang ini juga terbuat dari kayu.

Baca Juga:

3 Jenis Rumah Adat Maluku Lengkap dengan Ciri Khas, Keunikan, serta Perbedaannya

Itulah bagian-bagian rumah adat Aceh beserta fungsinya.

Semoga artikel ini menambah wawasan kamu mengenai rumah adat di Indonesia.

angan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Banda Aceh dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts