Berita

Harga Rokok 2020 di Atas Rp30 Ribu Per Bungkus. Sudah Siap?

25 Oktober 2019
harga rokok 2020
2 menit

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengumumkan bahwa tarif cukai naik mulai tahun depan. Kabarnya, harga rokok 2020 bakal meroket hingga di atas Rp30 ribu per bungkus. Sudah siap?

Kenaikan ini sudah tercatat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau tang diteken pada 18 Oktober 2019.

Dalam peraturan tersebut, kenaikan ini akan resmi diberlakukan pada 1 Januari 2020.

PMK ini menyebutkan juga bahwa tarif cukai dan harga banderol diatur menurut jenisnya.

Selain itu, penerapan ini juga berbeda untuk rokok buatan dalam negeri dan hasil impor.

Harga Rokok 2020 Bisa Naik Hingga Rp35 Ribu

Melansir CNBC Indonesia, terkaitt peraturan tersebut, Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan harga rokok per bungkus bisa mencapai Rp35 ribu.

“Kalau dari kenaikan cukai ini, harga rokok di pasaran bisa menjadi Rp 30.000, Rp 33.000. Atau bahkan bisa sampe Rp 35.000 [per bungkus],” sebutnya seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Berbagai Kenaikan Harga Rokok 2020

Kenaikan Harga Jenis Rokok SKM

Untuk rokok dalam negeri, ada 8 jenis rokok yang aturannya disesuaikan, seperti dilansir oleh katadata.com.

Rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golong I memiliki batas harga paling rendah sebesar Rp1.700 per batang atau gram dengan tarif cukai sebesar Rp740.

Untuk jenis rokok SKM golongan II, batasan harga paling rendah mulai dari Rp1.020 hingga Rp1.275 per batang atau gram dengan cukai Rp455.

Adapun, rokok dengan harga melebihi Rp1.485 akan dikenakan tarif cukai sebesar Rp485.

Kenaikan Harga Jenis Rokok SPM

harga rokok 2020

Untuk jenis rokok Sigaret Putih Mesin golongan 1, harga terendah ditetapkan sebesar Rp1.790 dengan tarif cuka Rp790.

Sedangkan untuk golongan II, harga terendah berkisar Rp1.015 hingga Rp1.485 dengan tarif cukai Rp470.

Jika harga yang ditetapkan melebihi Rp1.485, makan tarif cukai naik menjadi Rp485.

Baca Juga:

4 Fakta Penting Terpilihnya Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Kenaikan Harga Jenis Rokok SKT atau SPT

Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan golongan I menetapkan harga terendah sebesar Rp1.015 hingga Rp1.460 dengan tarif cukai sebesar Rp330.

Untuk harga yang melebihi Rp1.460, maka tarif cukai akan naik menjadi Rp425.

Pada golongan II harga paling rendah ditetapkan sebesar Rp535 dengan tarif cukai Rp200 dan golongan III harga paling rendah Rp450 dengan cukai sebesar Rp110.

Kenaikan Harga Jenis Rokok SKTF dan SPTF, TIS, KLB, KLM, serta Cerutu

Jenis Sigaret Kretek Tangan (SKTF) dan Sigaret Putih Tangan Filter memiliki harga paling rendah Rp1.700 dengan tarif cukai Rp470.

Untuk harga terendah jenis TIS mencakup Rp55 hingga Rp275 dengan tarif cukai Rp30 per batang.

Selanjutnya, jenis rokok daun (KLB) memiliki tarif terendah Rp290 dengan cukai Rp30.

Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM) sendiri dikenakan harga paling rendah Rp200 dengan cukai Rp25.

Terakhir, cerutu dikenakan harga paling rendah Rp495 sampai Rp198 ribu.

Rokok dengan kisaran Rp495 sampai Rp5.500 dikenakan cukai Rp275 sedangkan cerutu dengan harga Rp5.500 hingga Rp22 ribu dikenakan cukai Rp1.320.

Untuk cerutu berkisar Rp22 ribu sampai Rp55 ribu, cuka yang dikenakan sebesar Rp11 ribu dan cerutu kisaran Rp55 ribu hingga Rp198 ribu dikenakan tarif cukai Rp 22 ribu.

Sementara itu, cerutu di atas Rp198 ribu harus membayar cukai sebesar Rp110 ribu.

Untuk rokok yang diimpor, harganya lebih variatif, mulai dari Rp200 sampai Rp198.001 dan cukainya mulai dari Rp30 ribu sampai Rp110 ribu.

***

Baca Juga:

Momen Paling Kocak Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR Pilihan Jokowi

Simak informasi dan tulisan terbaru lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, temukan properti impianmu hanya di 99.co/id!

You Might Also Like