Berita Ragam

5 Hukum Islam dan Contohnya yang Wajib Diketahui Sebagai Pedoman Sehari-hari

3 menit

Siapa yang belum tahu 5 hukum Islam? Hukum Islam bisa menjadi pedoman sebelum melakukan sesuatu hal dan memudahkan kamu dalam berkehidupan sehari-hari. Bagi kamu yang belum tahu, yuk simak selengkapnya pada artikel ini!

Sahabat 99, memahami hukum Islam sangatlah penting.

Ini karena semua tindakan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam agama Islam.

Dikutip Islamidia, hukum Islam merupakan keseluruhan ketentuan perintah Allah SWT yang wajib diturut oleh muslim.

Hal ini berhubungan dengan aqidah (kepercayaan) dan hukum hukum amaliyah (perbuatan).

Dengan mengetahui hukum islam, maka hidup yang kamu jalani akan lebih bermanfaat.

Secara umum, terdapat lima jenis hukum Islam dengan penjelasannya masing-masing.

Yuk, simak daftar 5 hukum Islam di bawah ini.

5 Hukum Islam dan Contohnya yang Wajib Diketahui

1. Wajib

seorang muslim sedang sholat

Dikutip Islamidia, hukum Islam yang pertama adalah wajib atau fardhu.

Wajib ini harus dilakukan oleh mereka yang memenuhi syarat atau orang yang sudah mukallaf yakni sudah dewasa dan berakal sehat.

Dengan kata lain, jika kamu mengerjakannya maka akan mendapat pahala.

Namun, bila ditinggalkan akan mendapat dosa.

Contohnya adalah salat lima waktu, puasa Ramadan, membayar zakat, dan menunaikan haji bagi yang mampu.

Sementara itu, dikutip beritaislam ada 4 hukum wajib yang patut kamu ketahui:

1. Kewajiban dari waktu pelaksanaannya

a. Wajib muthlaq: wajib yang tidak ditentukan waktu pelaksanaannya seperti meng-qadha puasa Ramadan yang tertinggal atau membayar kafarah sumpah.

b. Wajib muaqqad: wajib yang pelaksanaannya ditentukan dalam waktu tertentu dan tidak sah dilakukan di luar waktu yang ditentukan. Wajib ini terbagi tiga:

  • Wajib muwassa: wajib yang waktu disediakan untuk melakukannya melebihi waktu pelaksanaannya.
  • Wajib mudhayyaq: kewajiban yang sama waktu pelaksanaannya dengan waktu yang disediakan seperti puasa Ramadhan.
  • Wajib dzu Syabhaini: gabungan antara wajib muwassa dengan wajib mudhayyaq, misalnya ibadah haji.

2. Kewajiban bagi orang yang melaksanakannya

  • Wajib aini: kewajiban secara pribadi yang tidak mungkin dilakukan atau diwakilkan orang lain, misalnya, puasa dan salat.
  • Wajib kafa’i/kifayah: kewajiban bersifat kelompok apabila tidak seorang pun melakukannya maka berdosa semuanya dan jika beberapa melakukannya maka gugur kewajibannya seperti salat jenazah.

3. Kewajiban berdasarkan ukuran atau kadar pelaksanaannya

  • Wajib muhaddad: wajib yang harus sesuai dengan kadar yang sesuai ketentuan seperti zakat.
  • Wajib ghairu muhaddad: kewajiban yang tidak ditentukan kadarnya seperti menafkahi kerabat.

4. Kewajiban berdasarkan kewajiban perintahnya

  • Wajib Mu’ayyan: kewajiban yang telah ditentukan dan tidka ada pilihan lain seperti membayar zakat dan sholat lima waktu.
  • Wajib mukhayyar: kewajiban yang objeknya boleh dipilih antara beberapa alternatif.

2. Sunnah

Hukum Islam selanjutnya adalah sunnah.

Sunnah atau sunnat adalah perkara yang dianjurkan bagi umat Islam.

Artinya, jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak apa-apa.

Contohnya yaitu salat sunnah dan puasa Senin-Kamis.

Berikut macam-macam sunnah:

  • Sunnah muakkad: sunnah yang sangat dianjurkan, seperti salat Idulfitri, salat tarawih, salat dhuha, puasa arofah, dan lainnya.
  • Sunnah gairu muakkad: misalnya memberi salam kepada orang lain.
  • Sunnah hajat: perkara di dalam salat yang sebaiknya dikerjakan, seperti mengangkat tangan ketika takbir.
  • Sunnah abad: perkara dalam sholat yang harus dikerjakan ketika lupa, dan harus melakukan sujud sahwi.
  • Sunnah hadyu: perbuatan yang dituntut melakukannya kareba begitu besar faidah yang didapat dan orang yang meninggalkannya tercela seperti azan, salat berjamaah, salat hari raya.
  • Sunnah zaidah: sunnah yang apabila dilakukan oleh mukalaf dinyatakan baik tapi bila ditinggalkan tidak diberi sanksi apapun. Misalnya mengikuti yang biasa dilakukan nabi sehari-hari seperti makan, minum, dan tidur.
  • Sunnah nafal: suatu perbuatan yang dituntut tambahan bagi perbuatan wajib seperti salat tahajud.

3. Haram

haram minum alkohol dalam hukum islam

Ini merupakan hukum Islam yang sangat wajib kamu ketahui.

Ada beberapa larangan yang berkaitan dengan hukum Islam.

Jika kamu meninggalkannya maka mendapat pahala, sedangkan jika dikerjakan mendapat siksa dan dosa.

Contohnya adalah mencuri, berzina, mabuk, membunuh, berjudi, dan lainnya.

Dilansir beritaislam, menurut Jumhur para ulama, hukum haram terbagi menjadi dua:

  • Al Muharram li dzatihi: sesuatu yang diharamkan oleh syariat karena esensinya mengandung kemadharatan bagi kehidupan manusia seperti makan bangkai, minum khamr, berzinah.
  • Al Muharram li ghairihi: sesuatu yang dilarang bukan karena esensinya tetapi karena kondisi eksternal seperti jual beli barang secara riba.

4. Makruh

Hukum Islam lainnya adalah makruh.

Makruh adalah larangan terhadap suatu perbuatan tetapi larangan tidak bersifat pasti.

Artinya, jika dilakukan tidak berdosa, sedangkan jika ditinggalkan akan mendapat pahala.

Contoh makruh adalah makan sambil berdiri atau berkumur saat sedang berpuasa.

Dikutip beritaislam, ada 2 macam makruh:

  • Makruh tahrim: sesuatu yang dilarang oleh syariat secara pasti. Contohnya larangan memakai perhiasan emas bagi laki-laki.
  • Makruh tanzih: sesuatu yang dianjurkan oleh syariat untuk meninggalkannya, tetapi larangan tidak bersifat pasti. Contohnya memakan daging kuda saat sangat waktu perang.

5. Mubah

makan dan minum boleh dalam islam

Mubah adalah hukum di mana seorang boleh mengerjakan suatu perkara tanpa mendapat pahala dan dosa.

Contoh mubah adalah adalah makan dan minum.

***

Demikianlah 5 hukum Islam seperti dikutip Islamidia dan Beritaislam.

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus tulisan informatif lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Temukan rumah impianmu dari sekarang hanya di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts