Berita Berita Properti

11 Istilah KPR yang Penting untuk Diketahui Calon Nasabah

3 menit

Saat mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk pertama kalinya, banyak hal yang mungkin membuat debitur bingung. Bukan hanya alur, hal simpel seperti istilah KPR yang kerap digunakan pun bahkan begitu asing. Supaya semuanya berjalan lancar, ayo cari tahu istilah-istilah tersebut di bawah ini!

Istilah KPR yang Umum dalam Jual Beli Rumah

1. KPR

KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah atau disebut sebagai mortgage dalam Bahasa Inggris.

Sistem pembelian tempat tinggal dengan cara KPR kini banyak dimanfaatkan karena penyedia dana/bank dapat meminjamkan sekitar 90% pembiayaan rumah.

Sementara itu uang muka sekitar 20%-30% perlu dipersiapkan oleh nasabah.

Adapun rumah yang dibeli dengan KPR dijadikan sebagai jaminan jika seewaktu-waktu terjadi gagal bayar.

KPR biasanya berlangsung dalam tenor tertentu, misalnya maksimal 20 tahun.

2. Down Payment

Istilah KPR

Perlu di ketahui, bank tidak memberikan pinjaman kepada nasabah 100% dari total harga rumah melainkan hanya sekitar 75% – 85% saja.

Nah, sisa uang tersebut harus debitur siapkan sendiri sebagai uang muka pembelian. Istilah tersebut pun sering disebut sebagai down payment (DP).

DP ini akan debitur bayarkan ketika bank telah mengabulkan permohonan pinjaman.

Umumnya, debitur wajib melunasi uang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan setelah akad KPR ditandangani kedua belah pihak.

3. Tenor KPR

Tenor adalah jangka waktu pelunasan cicilan yang telah ditetapkan dalam KPR.

Jangka waktu ini dapat disesuaikan dengan kemampuan dari nasabah, baik itu dalam hitungan bulan atau tahun.

Aturan mengenai tenor KPR sendiri telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu maksimal 20 tahun.

4. BI Checking

Istilah KPR

Bank tempat mengajukan KPR akan melakukan pemeriksaan kondisi keuangan calon debiturnya.

Proses ini dinamakan BI checking karena data laporan keuangan tersebut terpusat di Bank Indonesia (BI).

Bila debitur memiliki tunggakan utang yang belum terbayarkan, semuanya akan diketahui oleh bank, lo!

Baca Juga:

BI Checking Buruk Sebabkan Gagal KPR? Ini Cara Menghapusnya

5. Agunan

Jaminan atau agunan adalah barang berharga atau aset yang harus dititipkan nasabah atau debitur kepada kreditur atau pemberi pinjaman.

Dalam KPR, aset yang dijadikan agunan ialah rumah.

6. Appraisal

istilah KPR

Proses pengajuan KPR dimulai dari pemasukan aplikasi ke bank dan BI checking.

Setelah itu, pihak bank akan melakukan appraisal pada rumah yang akan dibeli oleh debitur KPR.

Apa sih arti dari istilah KPR yang satu ini?

Appraisal merupakan proses penaksiran harga rumah.

Hal ini dilakukan bank untuk menilai kesesuain harga yang diajukan oleh calon debitur.

Selain itu, appraisal pun dilaksanakan sebagai bahan pertimbangan untukmengukur kemampuan kredit sang calon debitur.

Bila semuanya sesuai, maka debitur pun bisa mendapatkan pinjaman tersebut.

7. Roya

Roya adalah dokumen penanda bahwa nasabah atau debitur KPR telah terlepas dari kewajiban utang kredit.

Roya juga disebut sebagai pencoretan nama dalam buku hak tanggungan.

Penjelasan dan aturannya telah tercantum dalam UU Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah.

8. Akad 

istilah KPR

Bukan, ini bukan akad seperti dalam sebuah pernikahan, Sahabat 99!

Istilah akad pada proses pengajuan KPR mengacu pada dilakukannya perjanjian kredit antara debitur dengan pihak pemberi pinjaman, dalam hal ini bank.

Di dalam akad tersebut, kedua belah pihak akan menandatangani surat yang berisikan hak serta kewajiban.

9. Balik Nama

istilah KPR

Setelah debitur melakukan penandatanganan akad kredit, maka notaris yang telah ditunjuk akan mengurus dua di antaranya, akta jual beli (AJB) dan juga balik nama.

Istilah KPR “balik nama” berarti mengganti nama pemilik lama di dalam sertifikat hak milik (SHM) dengan pemilik baru.

Baca Juga:

Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah & Hal Lain yang Wajib Diketahui

11. AJB

istilah KPR

Akta jual beli (AJB) merupakan dokumen bukti peralihan hak atas tanah dari penjual, dalam hal ini bank pada pembeli.

Dokumen ini sah di mata hukum karena dibuat oleh notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) yang telah ditunjuk.

11. Plafon Kredit

istilah KPR

Saat pembahasan perjanjian akad kredit, istilah berupa plafon kredit serta tenor akan kerap terucap dari pihak bank.

Plafon kredit adalah besarnya pinjaman yang akan diberikan untuk membeli rumah pada debitur.

***

Semoga istilah KPR di atas bermanfaat untuk Anda sekalian, Sahabat 99.

Ada yang ingin Anda diskusikan?

Tinggalkan saja komentar pada kolom sosial media 99.co Indonesia.

Baca terus ulasan lainnya seputar properti, rumah, investasi, dan bisnis hanya di halaman Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin mencari rumah dengan KPR, langsung saja klik 99.co/id.

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts