Berita Berita Properti

7 Jenis Finishing Kayu untuk Memperkuat Furnitur Rumah dan Perbedaannya

3 menit

Furnitur dan berbagai perlengkapan rumah yang terbuat dari kayu biasanya mendapatkan pelapisan tahap akhir agar terlihat bagus secara visual dan tahan lama. Untuk hal itu, diperlukan beragam jenis finishing kayu yang hadir dengan fungsi berbeda.

Kayu merupakan salah satu material yang paling sering digunakan untuk membuat berbagai barang keperluan rumah tangga.

Beberapa di antaranya adalah pagar, lantai, dinding, furnitur, dan lain-lain.

Agar kayu nyaman digunakan dan tahan lama, tentu memerlukan pelapisan tahap akhir.

Proses pelapisan tahap akhir atau finishing ini sebenarnya bisa dilakukan siapa saja selama mengetahui caranya.

Masing-masing jenis pelapisan tahap akhir tersebut memiliki cara penggunaan serta fungsi yang berbeda untuk setiap kayu.

Jadi, kamu harus mengetahui berbagai jenis pelapisan kayu dan kelebihannya tersebut sebelum menggunakannya.

Nah, kali ini 99.co Indonesia akan membagikan sejumlah jenis finishing kayu yang bisa kamu lakukan.

Yuk langsung kita cek!

7 Jenis Finishing Kayu dan Perbedaannya

1. Finishing Kayu dengan Pernis

finishing kayu menggunakan pernis

Pernis adalah teknik pelapisan kayu secara transparan atau berwarna keras.

Pernis merupakan larutan zat resin yang jernih dan pucat serta minyak terpentin atau alkohol.

Dengan menggunakan teknik pelapisan ini, kamu bisa mendapatkan perabotan kayu dengan warna natural namun tetap terlihat bagus.

Setelah dilapisi pernis, warna permukaan kayu akan menjadi glossy atau semi-glossy.

Tujuan pernis adalah membuat kayu lebih tahan lama dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

Jika ingin menggunakan teknik ini, sebaiknya kamu memperhatikan terlebih dulu harga pernis kayu terbaru.

Baca Juga:

Jangan Tertukar! Begini Cara Membedakan Pernis Kayu dan Plitur

2. Ekspos Warna Asli Kayu

finishing kayu menggunakan sealer kayu

sumber: hargacat.com

Kamu tidak perlu melakukan finishing secara menyeluruh jika menyukai motif kayu alami khas desain rustic.

Kamu cukup menggunakan sealer kayu lapis being agar kayu lebih awet.

Sealer kayu lapis bening tidak akan mengubah warna kayu sama sekali.

Untuk sedikit menghaluskan beberapa bagian yang terlalu kasar, kamu bisa menggunakan ampelas.

Setelah itu, kamu cukup membersihkannya dari debu menggunakan lap.

3. Finishing Kayu Menggunakan Cat Khusus

wood preserver

sumber: expertreviews.co.uk

Salah satu cara untuk menjaga ketahanan kayu adalah dengan menggunakan cat khusus pemeliharaan kayu.

Setelah dilapisi cat ini, kayu akan terhindar dari kerusakan oleh sorot sinar matahari atau pelapukan karena serangan serangga.

Biasanya cat ini memiliki warna matte yang tidak mengkilap atau semi-glossy.




Jika bingung memilih cat untuk kayu, kamu bisa menggunakan cat lacquer.

4. Cat Lilin

cat lilin

sumber: tokokayujatibelanda.com

Jika kamu menyukai perabotan kayu dengan warna doff dan tidak terlalu mengkilap, kamu bisa menggunakan cat lilin.

Cat lilin biasanya tersedia dalam bentuk cair, pasta, dan padat.

Cat ini terbuat dari berbagai sumber mineral dan organik.

Meski dapat memberikan warna pada kayu, cat ini tidak efektif untuk melindungi kayu dari goresan dan aus.

Hal ini dikarenakan cat tidak menembus kayu dan hanya menempel pada bagian permukaan kayu.

5. Finishing Kayu Menggunakan Cat Minyak

cat minyak

sumber: fivestarpainting.com

Jika ingin mendapatkan kayu dengan warna yang mengkilap, gunakanlah cat minyak.

Setelah melapisi kayu menggunakan cat ini, kayu akan terlihat cerah dan mengkilap.

Cat minyak terbagi dalam dua jenis, yaitu cat minyak kering dan cat minyak basah.

Namun yang biasa digunakan untuk pengolahan kayu adalah cat minyak basah.

6. Pewarna Kayu

cat warna untuk pagar

sumber: pixabay.com/hans

Jika ingin perabotan kayu dengan warna beragam, sebaiknya kamu menggunakan pewarna khusus kayu.

Pewarna khusus untuk finishing kayu terbuat dari larutan mineral, air, dan alkohol.

Pewarna ini dapat mengubah warna kayu tanpa mengaburkan serat kayu.

Selain itu, cara penggunaan pewarna kayu ini sangat mudah.

7. Wood Stain

finishing kayu woodstain

sumber: arsitur.com

Teknik ini digunakan untuk menyeragamkan warna kayu yang tidak konsisten.

Dalam mengaplikasikannya, biasanya wood stain dicampur dengan minyak dan air.

Setelah finishing kayu dengan cara ini, warna serat kayu akan kabur dan kayu terlihat mulus.

Hal ini dikarenakan wood stain mengandung pigmen yang buram.

Baca Juga:

7 Tips Merawat Furniture Kayu agar Tetap Awet (100% Ampuh)

Itulah 7 cara finishing kayu untuk berbagai perabotan rumah tangga dan furnitur.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang ingin melakukan pelapisan kayu secara mandiri.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari sewa rumah di Surabaya dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts