Inspirasi Desain, Rumah Anda

9 Jenis Plafon Rumah Serta Kelebihan dan Kekurangannya

30 April 2019
jenis plafon
4 menit

Jenis plafon rumah ada banyak sekali ragamnya dan setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kamu sudah tahu kelebihan dan kekurangan plafon yang kamu pilih?

Jenis-jenis plafon yang beragam tersebut memudahkan para pengguna dalam menentukan pilihan terbaik yang disesuaikan dengan desain rumah secara keseluruhan.

Terutama bagi kamu yang suka bereksplorasi dalam desain rumah, tentu tak ingin kan tampilan plafon rumahmu membosankan?

Apalagi plafon bangunan adalah salah satu elemen penting untuk dekorasi interior rumahmu, jadi memilihnya pun tak bisa sembarangan.

Penasaran? Yuk, simak 9 jenis plafon rumah serta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

1. Jenis plafon gypsum

jenis plafon

Jenis plafon gypsum adalah pilihan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat baik untuk pelengkap interior rumah modern ataupun rumah semi modern.

Plafon gypsum banyak dipilih karena kemudahan pengerjaannya dan kemudahan dalam mendapatkannya di manapun.

Selain itu, plafon gypsum banyak dipilih karena harganya relatif lebih murah dengan material rangka yang bervariasi seperti kayu dan juga metal.

Kelebihan:

  • Pengerjaan lebih cepat
  • Hasil lebih rapi
  • Model dan desain beragam
  • Tersedia beberapa pilihan material rangka

Kekurangan:

  • Tak tahan air
  • Bahan kurang tahan lama

2. Jenis plafon triplek

jenis plafon

Jauh sebelum orang-orang mengenal gypsum, plafon triplek adalah pilihan yang paling diunggulkan berkat berbagai keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan.

Plafon triplek ini terbuat dari bahan kayu triplek dengan ketebalan yang biasa digunakan berkisar dari 3 mm hingga 6 mm.

Dari segi harga, plafon triplek pun masih terbilang cukup murah dan stoknya juga mudah didapatkan.

Kelebihan:

  • Harga masih cukup murah
  • Pemasangan mudah
  • Bisa dijadikan sebagai tumpuan

Kekurangan:

  • Kurang tahan air
  • Sambungan akan kelihatan
  • Harus sering dicat ulang

3. Jenis plafon kayu

jenis plafon

Plafon kayu atau lambersering adalah jenis plafon yang terbuat dari kayu olahan dan berbentuk lembaran-lembaran berukuran 1 x 9 cm.

Baca juga:

Ragam Desain Plafon yang Menarik dan Stylish untuk Rumah Anda

Selanjutnya, lembaran kayu tersebut dikeringkan agar kadar airnya menyusut sehingga ketika dipasang tak akan mengalami proses penyusutan kembali.

Tampilan plafon kayu sangat elegan karena dalam proses finishing, kayu dipelitur dengan warna alami kayu agar kesannya lebih natural.

Kelebihan:

  • Tampilan lebih artistik
  • Tak akan menyusut ketika dipasang
  • Cocok untuk rumah modern bertema natural

Kekurangan:

  • Pengerjaan lebih lama dan lebih sulit
  • Harga lebih mahal dari plafon gypsum

4. Jenis plafon metal

jenis plafon

Bahan pembuat plafon metal adalah lempengan metal tipis yang diproses dengan cara diembos dan dicetak dalam berbagai motif ukiran.

Setelah itu, material yang telah dicetak dan diukir dirapikan dengan finishing cat minyak serta ragam warna sesuai pilihan.

Plafon metal umumnya dipiliha karena bahannya yang anti air juga anti rayap sehingga lebih kuat dan lebiha awet.

Kelebihan:

  • Anti air dan anti rayap
  • Lebih kuat dan lebih awet
  • Tersedia beragam motif ukiran

Kekurangan:

  • Pengerjaan tak mudah
  • Harga relatif mahal
  • Pilihan harus disesuaikan dengan bentuk rumah

5. Jenis plafon PVC

jenis plafon

Plafon PVC terbuat dari material yang sama untuk pembuatan pipa air, yaitu Polyvinyl Chloride.

Bahan PVC ini sudah terkenal sangat awet karena memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air, api, dan juga serangan rayap.

Plafon PVC dipilih karena materialnya yang kuat, sangat ringan, dan juga tersedia dalam berbagai pilihan warna dan motif yang beragam.

Kelebihan:

  • Material ringan
  • Daya tahan tinggi terhadap air dan api
  • Takkan diserang rayap
  • Tersedia banyak pilihan warna

Kekurangan:

  • Harga masih relatif mahal
  • Tak bisa dicat ulang dan harus diganti baru

6. Jenis plafon eternit atau asbes

jenis plafon

Plafon eternit merupakan plafon yang tampilannya lebih mirip plafon kayu namun dari segi kualitas mirip dengan plafon gypsum.

Bahan plafon eternit biasanya terbuat dari serat asbestosis sehingga memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai gangguan alam seperti air dan api.

Namun, material ini tak lagi dianjurkan karena memiliki resiko yang besar dalam hal kesehatan seperti gangguan pernapasan hingga kanker.

Kelebihan:

  • Proses pengerjaan mudah
  • Daya tahannya cukup awet dan kuat
  • Tahan air dan tahan api
  • Mudah dibongkar pasang

Kekurangan:

  • Membahayakan kesehatan
  • Bahan mudah retak dan patah

7. Jenis plafon GRC

jenis plafon

Plafon GRC atau Glassfiber Reinforced Cement adalah plafon yang terbuat dari material yang sangat mirip karakteristiknya dengan material eternit.

Yang membedakan plafon GRC dari eternit adalah ukurannya yang biasanya lebih besar dan lebih lebar yaitu sekitar 120 x 240 cm.

Meskipun daya tahannya cukup baik terhadap air dan api, namun sayangnya, material ini cukup rapuh dan pemasangannya cukup sulit.

Kelebihan:

  • Tahan terhadap air dan api
  • Desain lebih mewah

Kekurangan:

  • Harga relatif lebih mahal
  • Biaya besar dan proses pemasangan sulit
  • Bahan mudah retak

8. Jenis plafon akustik

jenis plafon

Material berikutnya tak hanya berguna sebagai hiasan atap rumah karena fungsi sampingannya dapat juga digunakan sebagai peredam suara.

Jenis plafon akustik sangat cocok bagi Anda yang ingin menambah kesan tenang dan terhindar dari bising serta keributan di dalam rumah.

Plafon akustik juga dapat dipasangkan pada bangunan yang terbuat dari material rangka kayu ataupun material rangka metal.

Kelebihan:

  • Peredam suara yang efektif
  • Bobotnya cukup ringan
  • Proses pengerjaan mudah dan cepat

Kekurangan:

  • Harga relatif lebih mahal
  • Pasokan terbatas dan sulit didapatkan
  • Tak tahan air

9. Jenis plafon lainnya

jenis plafon

Selain delapan material di atas, masih ada lagi beberapa material lainnya yang juga cocok untuk plafon rumah.

Contohnya bahan plafon kalsiboard, hardplex, fiber flat, dan juga super panel.

Namun, bahan-bahan plafon tersebut memang sangat jarang digunakan karena untuk mendapatkannya pun lebih sulit dari material lainnya.

Kelebihan dan kekurangan bahan-bahan tersebut berbeda-beda namun umumnya memiliki daya tahan yang cukup baik dari air, api, dan juga rayap.

Baca juga:

5 Ide Dekorasi Unik untuk Makin Mempercantik Dekorasi Rumah

Semoga tulisan ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak juga informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cari segala kebutuhan properti Anda hanya di 99.co/id.

You Might Also Like