Berita Berita Properti

5 Jenis Pupuk Hidroponik Terbaik dan Cara Membuatnya Sendiri di Rumah

3 menit

Kamu memiliki hobi berkebun secara hidroponik? Wah, sudah pasti kamu harus membeli pupuk hidroponik untuk menunjang pertumbuhannya. Lalu, jenis pupuk mana yang terbaik?

Memilih pupuk untuk tanaman tidak boleh sembarangan.

Pupuk memang dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman namun, kamu harus mengetahui peruntukkan pupuk dengan jenis tanaman yang ditanam.

Jika kamu bercocok tanam dengan metode hidroponik sudah pasti tidak akan menggunakan tanah sebagai media tumbuh.

Tetepai akan mengganti media tanam dengan arang sekam atau cocopeat.

Media tanam dari kedua bahan tersebut tidak mempunyai kandungan unsur hara yang cukup.

Jadi, solusi terbaik untuk memenuhi tumbuh kembang tanaman adalah menambahkan pupuk hidroponik.

Nah, ini dia beberapa jenis pupuk yang terbaik.

5 Jenis Pupuk Hidroponik Terbaik untuk Tanaman

1. Pupuk Hidroponik AB Mix Hydro J

pupuk hidroponik hydro j

Rekomendasi merek pupuk hidroponik yang sering dipakai adalah AB Mix Hydro J.

Nutrisi hidroponik ini digunakan untuk tanaman berdaun atau sayuran siap pakai.

Dalam satu bungkus pupuk AB Mix Hydro J terdapat unsur hara yang diburuhkan tanaman.

Teksturnya dibuat serbuk sehingga 100% mudah larut dalam air, ramah lingkungan, dan tidak menyumbat sistem hidroponik milikmu.

2. Pupuk Lewatit HD-5

Selanjutnya, ada pupuk hidroponik Lewatit HD-5 yang memiliki bentuk seperti gula pasir namun, warnanya saja merah muda.

Komposisi nutrisi hidroponik Lewatit HD-5, antara lain dalam 1 liter terdapat 15 gram Nitrogen dalam bentut Nitrat, 3 gram Nitrogen dalam bentuk Amonia, 7 gram P2O5, dan 15 gram K2O.

pupuk hidroponik lewatit

Pupuk Lewatit hanya mampu mengeluarkan unsur haranya ketika ada ion penukar yang terlarut dalam air.

Oleh itu, pupuk ini sangat cocok digunakan untuk tanaman hias dengan waktu pemupukan antara 4-5 bulan.

Memberikan pupuk Lewatit lebih baik setelah tanaman berusia dua minggu sejak dipindahkan ke pot hidroponik.

Cara pemakaian pupuk hidroponik Lewatit, yaitu menyebar secara merata ke permukaan media, lalu menyiramnya dengan air secukupnya.

Takaran nutrisi hidroponik Lewatit yang digunakan dalam satu kali pemupukan adalah sekitar 25-35 cc atau dua sendok makan.

Jika tanaman yang diberi Lewatit termasuk ke dalam jenis tanaman dengan pertumbuhan yang cepat, maka sebaiknya dosis penggunaan Lewatit ditambah menjadi 50 cc atau sekitar empat sendok makan.

Jika umur tanaman sudah mencapai enam bulan, maka pemupukan harus dilakukan lagi.

Baca Juga:

12 Ide Bisnis Pertanian Rumahan Minim Modal Tahun 2020. Untung Besar Menanti!

3. Pupuk Organik Cair (POC) Margaflor

Merek pupuk hidroponik organik selanjutnya adalah Margaflor yang memiliki bentuk cair.

Unsur makro yang terkandung antara lain 11,28% Nitrogen, 5,7% P2O5, 7,84% K2O, dan 3,37% Sulfur. Adapun unsur mikro yang terkandung antara lain unsur Mn, Ce, Fe, Cu, Zn, Mo, Mg, B, dan Co.

Pupuk Margaflor bisa digunakan untuk tanaman sayuran hingga tanaman hias.

Cara menggunakannya harus dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air setelah tanaman berusia tiga minggu ketika dipindahkan ke media hidroponik.

Takaran pupuk Margaflor yang diburuhkan adalah 3 cc dan 1 liter air.

Pada tanaman hidroponik sayuran, takaran yang diperlukan adalah 2,5 cc Margaflor per 1 liter air.

Pemupukan dilakukan setiap hari dengan dosis sebanyak 25 cc untuk satu kali pemupukan.

Setiap umur tanaman bertambah dua minggu, dosis pemupukan pun ditambah 25 cc

Kemudian, setelah tanaman berusia 10 minggu dan seterusnya, dosis pemupukan dibuat tetap, yaitu sekitar 150 cc untuk setiap harinya.

4. Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Pupuk Anorganik dan Gandasil D

Kamu juga bisa lo meramu pupuk hidroponik dari campuran pupuk NPK, KCI, dan Gandasil D.

Di dalam campuran itu terdapat unsur hara makro dan mikro yang berasal dari pupuk daun.

Ingat kamu harus menggunakan konsentrasi yang tepat agar tidak mengendap.

5. Kotoran Kelinci

kelinci

Pengganti nutrisi hidroponik berikutnya yang bisa digunakan adalah kotoran kelinci.

Berikut cara meramu pupuk hidroponik dari kotoran kelinci.

Bahan yang Digunakan

  • 5 lt air seni (urine) kelinci
  • 2 kg kotoran kelinci
  • Tanaman kipahit sebanyak ½ karung atau bisa menggunakan tanaman kacang-kacangan, alga, atau dadap
  • 5 lt air kelapa
  • ¼ kg bawang merah
  • 2 batang gula merah, dan
  • 20 cc dekomposer (mol tape).

Langkah-Langkah Pembuatan Pupuk Kotoran Kelinci:

  1. Tumbuh tanaman kipahit bersama bawang merah dan gula merah hingga halus
  2. Setelah itu siapkan gentong atau wadah untuk menampung campuran bahan tersebut
  3. Kemudian, masukkan semua bahan ke dalamnya dan tuangkan air bersih sekitar 20 liter
  4. Tutup wadah dan simpan di tempat teduh
  5. Setiap hari buka tutup wadah pada jam-jam tertentu, lalu aduk-aduk dan tutup kembali
  6. Ulangi proses ini selama 7-8 hari atau jika ingin lebih lama tidak apa-apa
  7. Laturan nutrisi hidroponik dair kotoran kelinci sudah bisa kamu gunakan.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Merek & Harga Pupuk Buah Terbaik 2020 Agar Tanaman Makin Subur!

Bagaimana dengan informasi di atas?

Semoga bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman hidroponik milikmu, ya.

Kunjungi Berita Properti 99.co Indonesia untuk membaca informasi seputar properti lainnya.

Kalau kamu sedang mencari rumah dengan harga murah langsung saja kunjungi situs www.99.co/id.

Follow Me:

Related Posts