Gaya Hidup Kesehatan

10 Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya Dengan Benar. Cermati yuk!

3 menit

Ternyata ada banyak jenis sakit kepala yang dialami manusia. Simak jenis-jenis dan cara mengatasinya di sini!

Sakit kepala adalah penyakit yang paling sering dialami seseorang.

Umumnya orang yang mengalami sakit kepala akan merasakan sakit atau berdenyut pada kepala.

Ketika sakit kepala menyerang, banyak orang langsung mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasinya.

Padahal sebelum memutuskan menelan obat, kamu harus mengetahui penyebab dan letak sakit kepalanya di mana.

Perbedaan tersebut lah yang membuat setiap jenis sakit kepala membutuhkan obat yang berbeda untuk mengatasinya.

Yuk, simak apa saja jenis sakit kepala yang dapat kamu alami dan bagaimana cara untuk mengatasinya di sini!

10 Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

1. Migrain

jenis sakit kepala migrain

Sumber: raynersmale.com

Biasanya gejala dari migrain adalah berdenyut di sebagian kepala dan berlangsung selama beberapa hari.

Jika dipaksakan beraktivitas, penderita migrain akan mengalami sakit yang lebih intens.

Faktor yang memicu sakit kepala migrain diantaranya adalah insomnia, dehidrasi, melewatkan makan, fluktuasi hormon, dan paparan bahan kimia.

Untuk mengatasi penyakit ini, kamu dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti cukup tidur, kurangi stres, minum banyak air, olahraga teratur, dan hindari gluten.

Baca Juga:

Ini Dia 10 Manfaat Brokoli Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui | Bisa Mencegah Anemia!

2. Jenis Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang biasanya dipicu oleh stres berlebih.

Gejala yang dialami penderita adalah sakit di seluruh bagian kepala tapi tidak berdenyut.

Untuk mengobati sakit ini, kamu harus beristirahat sejenak, jauhkan mata dari layar komputer, lakukan peregangan tubuh, dan mandi air panas untuk melemaskan otot.

Kamu juga dapat mengompres kepala dengan kompres hangat untuk membuat kepala lebih rileks.

3. Jenis Sakit Kepala Kluster

sakit kepala kluster

Sumber: chiropractor.com

Sakit kepala ini ditandai dengan rasa panas dan tertusuk-tusuk di bagian belakang mata atau sebagian wajah.

Sering kali penderita akan mengalami bengkak, kemerahan, dan berkeringat pada bagian yang terdampak.

Untuk mengatasi hal ini, penderita harus mengikuti terapi oksigen atau anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit.

4. Sakit Kepala Sinus

Sinus disebabkan oleh reaksi alergi atau gejala infeksi sinus.

Sakit kepala sinus terasa di seputar sinus dan muka.

Dokter menyarankan untuk memberi penderita antibiotik untuk menyembuhkan infeksi, menipiskan tumpukan lender, dan menyebabkan tekanan sinus.

5. Jenis Sakit Kepala Hormon

Sakit kepala ini umumnya dirasakan oleh perempuan yang dipengaruhi oleh fluktuasi hormon, seperti menstruasi, mengonsumsi pil KB, dan kehamilan.

Untuk mencegah gejala sakit, kamu disarankan untuk melakukan relaksasi, yoga, akupuntur, dan menjaga pola makan sehat.

6. Sakit Kepala Kafein

Sakit kepala ini biasanya terjadi pada seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Kafein yang terlalu banyak dapat menghambat aliran darah ke otak, sehingga membuat sakit kepala.

Untuk mengatasi penyakit ini, kamu harus menjaga asupan kafein pada batas yang cukup atau bila perlu berhenti sepenuhnya.

7. Sakit Kepala Bagian Belakang

nyeri kepala belakang

Sumber: medicalnewstoday.com

Sakit kepala ini biasanya terjadi setelah melakukan aktivitas berat.

Penyebab penyakit ini adalah peningkatan aliran darah ke tengkorak, otot menegang, dan postur tubuh yang salah.

Sakit kepala ini biasanya akan mereda dalam hitungan menit apabila kamu berhenti beraktivitas, hirup udara segar, dan minum air putih secukupnya.

8. Jenis Sakit Kepala Hipertensi

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sakit kepala pada seseorang.

Gejala yang dirasakan dari sakit kepala ini diantaranya adalah berdenyut pada dua sisi kepala, pandangan kabur, kesemutan, mimisan, nyeri dada, atau sesak nafas.

Sakit kepala akan berhenti jika tensi kembali normal dan tekanan darah terkontrol dengan baik.

9. Sakit Kepala Hipnik

hypnic headache

Sumber: migrainespecialist.com

Sakit kepala ini biasanya dialami oleh seseorang berusia lebih dari 50 tahun.

Sakit kepala hipnik ditandai dengan nyeri berdenyut ringan yang terasa pada 2 sisi kepala.

Orang tua yang mengalami hal ini disarankan untuk memeriksanya ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca Juga:

Cermati! Ini Dia 5 Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Benar

10. Sakit Kepala Pascatrauma

Sakit kepala ini dapat terjadi pada seseorang yang mengalami cedera pada kepala.

Gejala yang dirasakan biasanya tegang yang menyerupai migrain yang bertahan hingga 6 sampai 12 bulan.

Sakit ini terjadi karena ketegangan otot yang berlangsung saat cedera atau pembuluh darah yang menyempit.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Sahabat 99!

Nantikan artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah di Bali?

Pastikan untuk mencarinya lewat 99.co/id!

Shafira Chairunnisa

Jr. Content Writer for 99.co
Follow Me:

Related Posts