Berita Berita Properti

6 Kelebihan dan Kekurangan Atap Sandar. Pertimbangkan Sebelum Membangun, ya!

2 menit

Bentuk dasar atap yang umum digunakan di Indonesia adalah atap limas. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang atap sandar atau shed roof? Yuk kenali karakteristik jenis atap satu ini.

Shed roof sebenarnya lebih sering diterapkan pada gudang, kabin, teras, atau garasi.

Namun kini banyak hunian modern yang menerapkannya untuk bangunan utama.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap mengenai karakteristik atap sandar!

Apa Itu Atap Sandar?

mengenal karakter atap sandar

Sumber: homebuildingsandrepairs.com

Sebelum membahas kekurangan dan kelebihannya, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai definisinya.

Atap sandar dikenal juga sebagai jenis atap tempel atau shed roof dalam dunia konstruksi.

Istilah ‘sandar’ digunakan karena model atapnya menempel pada dinding di bagian atas.

Agar posisinya kuat, beban ditumpukan pada kuda-kuda dengan kemiringan sekitar 20-40 derajat.

Kemiringan ini nantinya akan disesuaikan dengan material atap, misalnya saja:

  • Genteng tanah liat atau keramik kemiringannnya 30-40 derajat
  • Atap asbes atau metal kemiringannya 20-25 derajat

Namun, konstruksi kuda-kuda ini dapat diganti dengan gunungan berbentuk segitiga siku-siku.

Tidak jarang atap dibuat menjadi dua sisi yang saling berhadapan namun memiliki ketinggian berbeda.

Atau dibuat saling membelakangi untuk menampung air hujan di pertemuan bagian bawahnya.

Kelebihan & Kekurangan Atap Sandar

1. Harga Atap Sandar Lebih Terjangkau

Banyak yang memilih jenis atap ini karena harganya yang cukup terjangkau.

Ini karena desainnya sangat sederhana sehingga waktu pengerjaan pun bisa dipersingkat nantinya.

Singkatnya, atap ini memberi keuntungan berupa pemangkasan waktu dan biaya untuk pemilik rumah.

Oleh sebab itu, atap tempel kini kerap digunakan pada bangunan utama hunian modern.

2. Cocok untuk Berbagai Material Atap

jenis material atap rumah

Sumber: thewowstyle.com

Tipe atap tempel juga bisa efektif untuk berbagai jenis material atap.

Kamu bisa menggunakan material apa pun yang diinginkan selama cermat menyesuaikan kemiringan atap.

Sebagai catatan, ketimbang material yang tampak estetik dan kekinian sebaiknya kamu pilih material tahan lama.

Tujuannya agar biaya pemeliharaan rumah tidak membengkak di masa depan akibat material berumur pendek.

3. Mempermudah Aliran Air Hujan

Kemiringan atap nantinya akan berpengaruh pada aliran air hujan.

Pada atap tempel, bentuknya yang miring ke satu sisi akan mempermudah aliran air hujan.

Efeknya, air tidak akan menggenang di atap dan merembes ke plafon rumah.

Kamu tidak perlu khawatir akan terjadi kebocoran ketika hujan besar tengah terjadi.

4. Cocok untuk Aplikasi Skylight

Atap tempel sangat cocok untuk dipadukan dengan skylight.

Ini memungkinkanmu untuk mendapat asupan sinar matahari alami yang cukup setiap harinya.

Tidak hanya itu, keberadaan skylight di atap akan membantu mengurangi pemakaian lampu di rumah.

Terutama di siang hari ketika matahari bersinar terang.

5. Desain Atap Sandar Tidak Cocok untuk Rumah Besar

contoh rumah dengan atap sandar

Sumber: ofdesign.net

Sayangnya, desain atap tempel tidak cocok untuk semua tipe hunian.

Jenis atap ini hanya bisa diaplikasikan pada hunian kecil dengan tampilan fasad sederhana.

Jika hunianmu termasuk rumah mewah, maka aplikasi atap sandar tidak akan ideal.

Sebaiknya gunakan saja atap datar, terlebih jika kamu membangun hunian dua lantai atau lebih.

6. Atap Sandar Membutuhkan Talang yang Lebih Besar

Bentuk atap ini membuatmu harus memiliki talang air yang lebih besar.

Pasalnya talang akan menghadapi volume air yang lebih banyak nantinya, terutama di musim hujan.

Sebaiknya pilih talang berbentuk kotak untuk meminimalisir risiko kerusakan.

Hanya saja tipe talang seperti ini membutuhkan perawatan rutin agar aliran air tidak tersumbat akibat sampah atau kotoran yang menumpuk.

***

Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya, Sahabat 99.

Jangan lupa baca artikel inspiratif lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Ingin memiliki hunian di kawasan Grand Dhika City?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id, ya!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts