Berita Berita Properti

Mafia Tanah Adalah Kelompok Terstruktur Ilegal di Dunia Properti. Inilah Pengertian, Masalah, dan Cara Menghindarinya!

3 menit

Bermunculannya kasus sengketa tanah di Indonesia tak lepas dari mafia tanah. Mafia tanah adalah kelompok terstruktur yang bekerja untuk mengambil hak tanah seseorang. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah penjelasannya!

Setiap tahunnya, kerugian yang diakibatkan pemalsuan sertifikat tanah dikabarkan bisa mencapai puluhan miliar.

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kasus mafia tanah.

Hal inilah yang membuat Sahabat 99 wajib mengetahui apa itu mafia tanah.

Mafia tanah adalah oknum yang bekerja secara berkelompok untuk merampas hak tanah seseorang.

Agar lebih jelas, mari kita pelajari seluk-beluknya pada ulasan di bawah ini!

Mafia Tanah Adalah….

mafia tanah adalah kelompok terorganisir di dunia properti

sumber: medium.com

Dilansir oleh hukumonline.com, mafia tanah adalah kelompok yang terstruktur dan terorganisir.

Mereka biasanya melibatkan banyak aktor dan pembagian kerja secara sistematis untuk mengambil hak tanah seseorang.

Mereka tidak hanya merebut tanah korbannya saja, tetapi juga memalsukan dokumen hingga menghilangkan warkah tanah.

Tak hanya itu, mereka juga bisa mengubah tata ruang hingga proyek infrastruktur.

Walhasil, dalam setahun terakhir, istilah ini menjadi frasa yang populer menjadi perbincangan di masyarakat

Hal tersebut akibat seiring bermunculannya banyak kasus sengketa tanah di Indonesia.

Cara Kerja Mafia Tanah

cara kerja sekelompok orang untuk curi hak orang lain

Melihat banyak kasus yang bermunculan, cara kerja pekerja ilegal tanah memang tergolong rapi dan sistematis.

Mereka mampu menyembunyikan fakta tak wajar menjadi hal yang wajar di mata para korbannya.

Agar membantu Sahabat 99 dalam menghindari masalah ini, berikut adalah cara kerjanya.

  • Memalsukan dokumen dan sertifikat tanah
  • Mencari legalitas tertentu di pengadilan
  • Merekayasa perkara
  • Bekerja sama dengan oknum aparat untuk dapatkan legalitas
  • Menghilangkan warkah tanah

Ragam Modusnya

orang sedang memalsukan dokumen

Sebagai antisipasi, kamu wajib mengetahui modus yang biasa dilakukan oleh pengambil hak tanah orang lain ini.

Berikut adalah beberapa modusnya.

1. Berpura-Pura Menjadi Pembeli

Beberapa sindikat mafia tanah kerap kali mengincar penjual properti pribadi.

Caranya adalah dengan berpura-pura tertarik untuk membeli aset properti milikmu.

Kemudian, rekannya akan berperan sebagai notaris atau bisa juga PPAT fiktif.

Hal ini semata-mata dilakukan untuk mendapatkan salinan Sertifikat Hak Milik (SHM) milikmu.

2. Memalsukan Hak Tanah Girik

Di Indonesia, ada sebuah lahan yang dikenal sebagai tanah girik atau tanah milik adat.

Lahan berstatus seperti ini biasanya konversi haknya ke negara belum terdaftar di kantor pertanahan.

Oknum biasanya akan menggunakan blanko girik yang masih kosong untuk berburu mangsa.

Ketika melihat lahan kosong yang tepat, mereka kemudian akan menggunakan blanko girik di area tersebut.

Hasilnya, tanah kosong itu bisa diklaim sebagai milik mereka.

3. Menggugat Pemilik Legal dengan Bukti Hak atas Tanah

Mafia lahan juga kerap memakai jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk mengklaim sebuah lahan.

Pada kasus seperti ini, bisa saja pemilik asli kalah, apalagi jika ia tak hadir dalam sidang gugatan.

Situasi ketidakhadiran pihak tergugat membuat putusan pengadilan bersifat verstek.




Setelah gugatannya menang, para oknum sindikat akan mengajukan permohonan sertifikat ke BPN.

4. Memalsukan Surat Kuasa

Modus lainnya yang kerap terjadi adalah pemalsuan surat kuasa untuk balik nama sertifikat.

Oknum akan membuat surat kuasa yang seolah ditandatangani oleh pemilik sah aset properti.

Kemudian, suratnya digunakan untuk mengganti nama yang tertera di SHM.

Jika namanya berhasil diganti, mereka akan menjual aset properti tersebut.

Berkat adanya surat kuasa palsu, pemilik asli biasanya tidak akan mengetahui apa-apa hingga asetnya terlanjur hilang.

Masalah Mafia Tanah di Indonesia

sofyan djadil soal mafia tanah adalah satu dari sekian banyak permasalahan tanah

sumber: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Maraknya kasus mafia tanah belakangan ini memang cukup membuat resah publik.

Dilansir cnbcindonesia.com, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djajil tidak memungkiri bahwa mafia tanah masih beredar di mana-mana.

Menurut Sofyan, mereka mempunyai berbagai modus untuk menipu korbannya seperti berpura-pura membeli tanah atau memalsukan sertifikat.

Masih melansir dari cnbcindonesia.com, Sofyan mengatakan, pemerintah berusaha keras memberantas oknum-oknum tak bertanggung jawab tersebut, termasuk dimulai dari kantornya.

Untuk mengantisipasi modusnya, pemerintah terus mempermudah administrasi dan pelayanan melalui aplikasi.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengambil langkah tegas bagi oknum yang terbukti menjadi mafia tanah.

“Kami juga terus berusaha mengedukasi masyarakat jangan mudah percaya, hakim-hakim jangan bermain dengan mafia tanah,” ungkap Sofyan, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com.

Tips Menghindarinya

cara menghindari mafia tanah adalah dengan sertifikat online

sumber: Kementerian ATR/BPN

Agar tidak menjadi korban penipuan, berikut adalah cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah aksi mafia tanah.

1. Perhatikan Kredibilitas Calon Pembeli

Mafia tanah biasanya akan berpura-pura menjadi calon pembeli dan berusaha meminjam sertifikat tanah.

Sebelum beraksi, pelajarilah latar belakang orang yang mengaku sebagai calon pembeli.

Pastikan bahwa kamu benar-benar mengenal orang tersebut sebelum membuat perjanjian.

2. Pendaftaran Tanah secara Serentak

Sofyan Djalil menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL.

Program tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri ATR/BPN nomor 6 Tahun 2018.

Lewat program ini, petugas Kantor ATR/BPN akan mengumpulkan data fisik dan yuridis dari sebuah objek tanah.

3. Sertifikat Elektronik

Di samping itu, pemerintah juga telah merencanakan membuat sertifikat elektronik.

Rencana tersebut diharapkan agar mafia tanah tidak memiliki peluang untuk memalsukan sertifikat tanah orang lain.

Program satu ini masih dalam tahap uji coba dan pemerintah tidak akan melakukan penarikan sertifikat tanah.

Oleh karena itu, masyarakat tetap waspada jika ada orang yang meminta sertifikat tanah dengan alasan akan diubah dalam bentuk elektronik.

***

Semoga artikel seputar mafia tanah di atas bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel-artikel yang tidak kalah menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kunjungi juga 99.co/id dan Rumah123.com untuk temukan hunian yang diidam-idamkan selama ini.

Ada banyak pilihan menarik saat kamu cari hunian impianmu, seperti kawasan Mustika Village Sukamulya di Bekasi.




Emier Abdul Fiqih P

Sering berselancar lewat akun @emierfqh di berbagai media sosial yang ada

Related Posts