Berita Ragam

Mengenal Cara Kerja dan Manfaat Panel Surya | Dilengkapi Rekomendasi Merek

4 menit

Panel surya merupakan suatu komponen yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Meski harganya cukup mahal, penggunaannya punya banyak keuntungan jangka panjang. Simak ulasannya, yuk!

Panel surya memang belum begitu banyak digunakan di perumahan Indonesia.

Padahal, teknologi yang memanfaatkan energi alam ini memiliki sejumlah keunggulan, lo.

Salah satunya, lebih ramah lingkungan dan dapat membantu mengurangi pemanasan global atau global warming.

Apa kamu tertarik menggunakannya di rumah?

Sebelumnya, mari mengetahui terlebih dahulu mengenai seluk beluknya.

Baca Juga:

6 Cara Periksa Instalasi Listrik di Rumah, Jangan Anggap Sepele ya!

Mengenal Lebih dalam Soal Panel Surya

  1. Apa Itu Panel Surya?

penggunaan panel surya

Seperti yang telah dibahas sedikit di awal, panel surya atau solar panel adalah suatu komponen yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Cara kerjanya tersebut menggunakan prinsip yang disebut efek photovoltaic.

Umumnya, energi listrik yang diproduksi akan digunakan untuk kebutuhan listrik di rumah.

Selain itu, ada juga yang disimpan terlebih dahulu dengan baterai.

  1. Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara umum, cara kerjanya adalah mengumpulkan energi cahaya matahari di siang hari.

Meski demikian, sistem panel bertenaga matahari ini tetap dapat berjalan meski keadaan sore dan malam hari.

Bahkan dalam keadaan hujan, panel surya tetap dapat berjalan berkat bantuan baterai.

Panel surya tersebut terintegrasi ke panel listrik rumah lewat kabel.

Sehingga secara otomatis konsumsi listrik dari barang elektronik di rumah menggunakan tenaga listrik dari panel surya.

Nah, jika persediaannya tidak mencukupi, maka penggunaan listrik akan mengambil dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Cara kerjanya sendiri terjadi paralel dengan listrik PLN.

Jika persediaan dari panel surya melebihi konsumsi listrik, tagihan listrik bisa dijual kembali ke PLN.

Untuk membantu perhitungannya agar lebih akurat, meteran harus diganti dengan meteran ekspor impor.

Fungsinya untuk mencatat berapa listrik yang dibeli dan berapa listrik yang dijual.

Kemudian akan diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan dilengkapi informasi selisihnya.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa komponen panel tenaga matahari ini untuk di rumah.

Komponen tersebut terdiri dari:

  • Panel surya.
  • Baterai atau accu.
  • Solar charge controller.
  • Module atau PV.
  • Inverter DC to AC (Digunakan agar dapat menghidupkan alat-alat yang tegangannya 220 volt, seperti kulkas dan televisi).
  1. Manfaat Menggunakan Panel Surya

Dari segi penggunaan, energi listrik tenaga surya sangat cocok karena tidak menggunakan bahan bakar secara konvensional.

Energi utamanya adalah matahari yang tentunya bisa didapatkan secara mudah dan gratis.

Dengan panel surya, kamu akan merasakan biaya tagihan listrik yang begitu hemat.

Manfaatnya lainnya yang didapatkan jika dibandingkan dengan tenaga listrik biasa, antara lain:

  • Membantu mengurangi pemanasan global.
  • Tagihan listrik jadi lebih hemat secara jangka panjang.
  • Menghemat ketergantungan pada listrik berbahan batu bata.
  • Mudah dipasang dan digunakan.
  • Tidak memerlukan lahan yang luas.

Baca Juga:

7 Merk dan Harga Penangkal Petir Rekomendasi yang Bisa Jadi Pilihan

  1. Bagaimana Proses Pemasangannya?

pemasangan solar module

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri sudah berkoordinasi untuk menyiapkan skema biaya pemasangannya.

Proses pemasangan panel atau yang biasa disebut solar cell ini diawali dengan mengetahui kebutuhan konsumen.

Sejauh ini, Kementerian ESDM dan OJK lebih fokus menerapkannya pada:

  • Bangunan komersial
  • Mal
  • Rumah sakit
  • Perkantoran

Meski demikian, PLN juga dapat membantu kamu dalam proses memasang di rumah.

Langkah pertama yang dilakukan, PLN akan melihat kebutuhan listrik penggunanya lewat tagihan listrik tiap bulannya.

Kemudian PLN akan menganalisa berapa tagihan yang dapat dikurangi setelah menggunakan panel surya.

Selanjutnya, PLN akan memeritahukan berapa biaya yang dibutuhkan untuk memasangnya.

Setelah konsumen setuju akan dilakukan survei ke lokasi pemasangan.

Proses ini perlu dilakukan karena panel surya berukuran besar.

Sehingga penyedia jasa pemasangan harus melihat terlebih dahulu seberapa besar watt listrik dari lokasi pemasangan.

Proses pemasangannya sendiri hanya memakan waktu maksimal dua hari untuk perumahan.

Ada juga peraturan dari Kementerian ESDM bahwa kapasitas daya listrik solar panel yang dipasang tidak boleh melebihi daya listrik PLN.

  1. Berapa Biaya Pemasangannya?

Untuk satu rumah dengan listrik 2200 watt, dibutuhkan sekitar 6-8 panel dengan ukuran 1×2 meter berjejer di atap.

Tempat yang bisa menggunakan panel surya idealnya 1.300 watt ke atas.

Di SolarKita sendiri, biaya pemasangannya untuk listrik 2200 watt kurang lebih sebesar Rp45-50 juta.

Pemasangan solar panel ini diperhitungan angka kasarnya dapat mengeluarkan dana kurang lebih Rp20 juta per kilowatt.

Usia pakai panel ini pun cukup panjang, yakni kurang lebih 25 tahun.

Penggunaannya tersebut dapat menghemat anggaran listrik kamu di rumah dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Tinggal di Rumah Dekat SUTET? Ini 6 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Kurangi Dampaknya

Rekomendasi Merek Panel Surya di Pasaran

rekomendasi panel surya

Secara umum, ada klasifikasi bagi perusahaan pembuat panel surya.

Klasifikasi biasanya diidentifikasi dengan sebutan Tier 1, Tier 2, dan Tier 3.

Mengenal Klasifikasi Perusahaan

Umumnya, produsen  Tier 1, didefinisikan sebagai berikut:

  • Telah memproduksi selama 5 tahun atau lebih.
  • Terdaftar secara publik di bursa efek atau memiliki neraca yang kuat dan stabil.
  • Produksi sepenuhnya otomatis dengan tingkat integrasi interface yang tinggi.
  • Menginvestasikan secara signifikan dalam pemasaran merek serta produk.
  • Memiliki jaminan asuransi produk penuh serta after sales yang baik.

Sedangkan produsen Tier 2 dan Tier 3 adalah mereka yang tidak memenuhi satu atau lebih dari kriteria di atas.

Selain itu ciri lainnya adalah:

  • Biasanya panel surya Tier 1 harganya 10-30 persen lebih mahal daripada Tier 2 dan Tier 3.
  • Tier 2 memiliki harga yang cenderung stabil dari tahun ke tahun.
  • Tier 2 dan Tier 3 bisa terdeteksi kemungkinan lebih besar terdampak cacat.
  1. Rekomendasi Merek Panel Surya Tier 1

Meski memiliki kualitas yang baik, Tier 1 tidak terjamin dari cacat dan kemungkinan juga bisa terkena cacat.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, asuransi dan after sales-nya dapat diandalkan jika dibandingkan yang lain.

Rekomendasi mereknya antara lain:

  • Jinko Solar
  • Canadian Solar
  • Risen Energy
  • JA Solar
  • Hanwha QCells
  • Trina Solar
  • Longi
  • GCL Systems
  • Talesun
  • Seraphim
  • Suntech
  • Renesola
  • Znshine Solar
  • First Solar
  • Chint/Astronergy
  • LG Electronics
  • BYD
  • Eging
  • Sumec/Phono Solar
  • Jinneng
  • REC Group
  • Waaree
  • HT-SAAE
  • Adani/Mundra
  • Vikram Solar
  • ET Solar
  • Neo Solar Power
  • Lightway
  • Boviet
  • Hansol Technics
  • Shinsung
  • Helience
  • Sharp
  • SolarKita
  1. Rekomendasi Merek Tier 2 dan Tier 3 yang Cukup Bagus

  • Luminous
  • Kenika
  • ICA Solar
  • Sonyoku
  • Sun Power
  • Hitachi
  • Panasonic
  • Mitsubihi
  • Skytech
  • Jembo
  • Hooray
  • BP Solar
  • Yunda Solar
  • My Solar
  • Solarimba
  • Solana
  • Sneider
  • Lein
  • Yingli
  • Sky
  • Sundaya
  • NS
  • Weston
  • Wedo Solar
  • ATWsolar
  • Adyasolar
  • SUN
  • SMS NUenergi
  • Grentek
  • GH
  • STsolar
  • Tesla
  • Sunlite

***

Demikian ulasan dan rekomendasi merek panel surya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99, ya!

Bagaimana, tertarik memasangnya di rumah?

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Bali, Surabaya atau kota lainnya?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts