Berita Berita Properti

Material Kayu Dinilai Lebih Baik daripada Bahan Konstruksi Lainnya. Beton Kalah?!

2 menit

Kini, material kayu menjadi populer di dunia konstruksi karena banyak arsitek di berbagai belahan dunia berinovasi membuat bangunan dengan material tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kayu dinilai jauh lebih ramah lingkungan.

Keramahannya tersebut membuat kayu diprediksi menjadi material yang akan digunakan untuk pembangunan di masa yang akan datang, terutama untuk bangunan rumah hingga gedung-gedung tinggi pencakar langit.

Melansir dari archdaily.com, hingga saat ini tercatat sebanyak 44 bangunan gedung tinggi pencakar langit bermaterialkan kayu yang dibangun di seluruh dunia, seperti:

  • T3 di Minneapolis Amerika Serikat
  • Brewerly Lofts di Amerika Serikat
  • Dushan Shuisi di China
  • Karbon 12 di Portland Amerika
  • Curtain Place di London
  • UBC Earth Sciences Building di Canada

Didukung Pemerintah

kayu mindi untuk furniture

sumber: courtina.id

Perkembangan penggunaan material kayu tak ayal didukung oleh kebijakan pemerintah di berbagai dunia.

Pada tahun 2017, pemerintah Kanada meluncurkan Program Green Construction Through Wood (GCWood) yang menyediakan pendanaan untuk proyek-proyek padat kayu atau yang menggunakan produk dan sistem kayu inovatif.




Demikian pula, Dewan Kode Internasional menyetujui 14 perubahan pada Kode Bangunan Internasional awal tahun ini.

Salah satunya adalah meningkatkan ketinggian konstruksi kayu massal yang diizinkan menjadi 270 kaki (80 meter).

Dinilai Lebih Baik Dibandingkan Material Lainnya

Melansir dari kompas.com, material kayu ini pun dinilai memiliki banyak manfaat jika dibandingkan dengan material lain, seperti baja dan beton.

Pasalnya, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa energi yang terkandung dalam baja dan tingkat emisi gas rumah kaca sangalah buruk.

Berlaku pula pada material beton yang dinilai tidak jauh lebih baik karena menghasilkan 27 kilogram CO2 dan 290 megajoule (MJ) energi.

Sebaliknya, satu meter persegi luas lantai yang ditopang oleh balok kayu hanya mengeluarkan 4 kilogram CO2 dan hanya membutuhkan energi 80 megajoule (MJ).

Dengan begitu, membangun ruang seluas satu meter persegi dengan kayu akan mengurangi emisi karbon hingga sepersepuluh dari hasil aslinya.

Selain itu, kayu sebagai bahan alami juga dinilai sebagai sumber daya terbarukan yang tumbuh secara alami.

Akibatnya, pergeseran pembangunan baru dari konstruksi baja dan beton ke kayu yang lebih tinggi dapat berdampak signifikan terhadap lingkungan.

***

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk membangun rumah dengan material kayu?

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Apakah kamu sedang mencari rumah dijual di Mampang Prapatan?

Cek saja pilihannya hanya di 99.co/id.




Gadis Saktika

Gadis Saktika is an Indonesian Language and Literature graduate who specializes in Linguistics. Aside from that, Gadis is an aspiring content writer. Her experience varies from writing property, lifestyle, and politics. She also uses Google Analytics, Ahrefs, and implements SEO seamlessly in her contents to further enhance the contents she produces.

Related Posts