Berita Berita Properti

Mengenal Kayu Jati: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya untuk Rumah

2 menit

Kayu jati terkenal dengan harganya yang mahal. Akan tetapi, banyak orang yang jatuh cinta karena materialnya yang membuat segala hal terlihat mewah. Kenali lebih jauh tentang kayu ini pada ulasan berikut, yuk!

Kayu merupakan salah satu material pembangun rumah yang sering kita lihat dan pakai.

Eksterior dan interior rumah yang dibangun menggunakan kayu senantiasa membuat hunian terlihat menjadi mewah.

Di Indonesia, pemakaian kayu digunakan pada banyak rumah adat.

Desain dan model rumah adat pun kerap diterapkan di hunian biasa untuk menambahkan kesan tradisional.

Ada beragam jenis kayu yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah, salah satunya adalah kayu jati.

Jati sendiri dibagi menjadi 3 jenis.

Setiap jenisnya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda.

Apa saja?

Mari kita bahas pada penjelasan di bawah ini!

Jenis-jenis Kayu Jati

1. Jati Emas

kayu jati emas

sumber: kewesdesign.com

Kayu jati emas merupakan jati yang paling banyak dibudidayakan oleh banyak orang.

Ini dikarenakan pohon jati emas yang mampu tumbuh lebih cepat dan hidup lebih lama dari jenis jati lainnya.

Hanya dalam kurun waktu 6-14 tahun saja, jati emas sudah siap ditebang dan dibentuk menjadi furnitur rumah atau kayu komersial.

Ciri-ciri jati emas yang paling mencolok adalah kulitnya yang berwarna lebih gelap dan pori-porinya yang besar.

Kelebihan jati emas:

  • Usia pohon lebih tahan lama
  • Tumbuh lebih cepat
  • Batangnya lurus dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan
  • Ranting yang lurus dan kokoh, bisa dijadikan kayu tambahan
  • Harga kayu lebih murah dibandingkan jenis jati lainnya
  • Tidak harus mencari supplier, karena bisa ditemukan di mana-mana

Kekurangan jati emas:

  • Bagian pangkalnya sering ditemukan cekungan, sehingga ketika dipotong tidak sampai bawah dan hasilnya lebih sedikit
  • Jika sudah ditebang, kayu tidak begitu awet dan rentan lembap
  • Kadar air cukup tinggi

2. Jati Perhutani

kayu jati perhutani

sumber: builder.id

Kayu jati perhutani, atau TPK, adalah jati yang dirawat langsung oleh Dinas Perhutani.

Itulah mengapa jenisnya sangat istimewa.

Jenis ini butuh perawatan spesial karena masa tumbuhnya yang lebih lama dan membutuhkan atensi lebih.

Jati perhutani membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk tumbuh menjadi pohon dewasa.

Penebangan jati perhutani pun tidak sembarangan.

Setiap prosesnya harus melewati izin dari dinas dan diseleksi untuk memastikan kualitas kayu sesuai standar.

Kelebihan jati perhutani:

  • Serat kayunya sangat padat
  • Jati perhutani awet dan lebih kuat dibandingkan dengan jenis jati lainnya
  • Warnanya 3D, sehingga terlihat lebih hidup dan bertekstur
  • Diameter batang kayu cukup besar
  • Batang kayu lurus dan mudah ditebang
  • Kualitasnya di atas rata-rata karena diseleksi dengan ketat
  • Mengandung minyak alami pada akar dan batang

Kekurangan jati perhutani:

  • Oleh karena budidaya dan pengolahannya yang dijaga dengan baik-baik, harga kayu jati perhutani jauh di atas rata-rata jenis kayu lainnya.

3. Jati Rakyat

kayu jati rakyat

sumber: kayu-jati.com

Jenis kayu jati selanjutnya adalah jati rakyat.

Jati rakyat memiliki ciri-ciri batang yang bengkok dan pori-pori yang padat.

Masa pertumbuhan jati rakyat lebih lama dibandingkan jati emas.

Kayu ini baru bisa siap ditebang dan disulap menjadi mebel mulai dari 14-26 tahun.

Oleh karena masa tumbuh lamban itulah pori-pori jati rakyat padat.

Ciri khas jati rakyat lainnya adalah gubal kayunya yang lebih sedikit dibandingkan jati perhutani dan jati emas.

Kelebihan jati rakyat:

  • Harganya lebih murah dari jati emas dan jati perhutani
  • Kayu hasil tebangannya bisa ditemukan di mana saja

Kekurangan jati rakyat:

  • Kadar air dan gubalnya cukup tinggi
  • Warna kayu pucat, sehingga kurang diminati

***

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting dan menarik seputar properti lewat Berita 99.co Indonesia.

Apabila kamu sedang bingung mencari hunian kece seperti The River Parung Panjang, langsung saja kunjungi 99.co/id, ya!

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts