Keuangan, Tips & Trik

Mengenal Jauh Zakat Fitrah, Syarat, dan Ketentuannya Menurut Hadits

1 Juni 2019
zakat fitrah
2 menit

Bulan Ramadan sudah hampir berakhir, jangan sampai kamu kelewatan membayar zakat fitrah! Bingung dengan ketentuan dan syaratnya? Baca selengkapnya disini!

Tidak terasa, kini kita sudah mencapai minggu terakhir bulan Ramadhan, menandakan Hari Raya Idul Fitri yang sudah di depan mata.

Ini tandanya saatnya umat Muslim untuk menuntaskan kewajibannya sebelum merayakan Lebaran, yaitu membayar zakat fitrah.

Zakat ini merupakan salah satu dari 3 zakat wajib yang harus dikeluarkan umat Muslim selama hidupnya.

Zakat satu ini tentu saja berbeda dengan kedua jenis lainnya.

Agar tidak tertukar, mari kita pelajari apa itu pengertiannya, syarat, serta ketentuan menurut ajaran Islam.

Jangan sampai terlewat bayar, ya!

Sejarah Singkat Zakat Fitrah

Kembali ke masa lampau saat Nabi Muhammad SAW masih hidup, zakat fitrah hukumnya masih belum wajib bagi kaum Muslim.

Namun, perintah zakat sebenarnya sudah ada, hanya saja tidak memiliki ketentuan detail tentang pelaksanaan dan waktu kadarnya.

Dikutip dari tafsir Ibu Katsir pada Surah Al-Muzzammil ayat 20 yang berbunyi:

“Yakni dirikanlah salat wajib dan tunaikanlah zakat yang fardu. Dalam ayat ini terkandung dalil bagi orang yang mengatakan bahwa perintah wajib zakat diturunkan di Mekah, tetapi kadar-kadar nisab yang harus dikeluarkan masih belum dijelaskan dengan rinci kecuali hanya di Madinah; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.”

Perintah tentang zakat fitrah mulai dilakukan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan tinggal disana selama 17 bulan, dimana ayat 183 sampai 184 surah Al-Baqarah turun, tepat di bulan Syakban tahun 2 H.

Zakat ini lalu kembali diterangkan oleh Ibnu Umar yang dicatat pada HR. Muslim, bahwa:

“Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan atas orang-orang sebesar 1 sha’ kurma, atau 1 sha’ gandum, wajib atas orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, dari kaum muslimin.”

Dari sinilah zakat fitrah mulai diwajibkan, dan pelaksanaannya diharuskan tuntas sebelum bulan Ramadan berakhir.

Baca Juga:

7+ Masjid di Indonesia dengan Arsitektur Menakjubkan

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah salah satu dari 3 jenis zakat yang wajib dilakukan umat Muslim yang mampu dan merdeka saat bulan Ramadan.

Pentingnya zakat ini tertulis pada rukun islam yang keempat, itu lah mengapa hukumnya fadhu dikeluarkan, seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

Islam dibangun di atas 5 tiang pokok, yaitu kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, berpuasa pada bulan Ramadan, menunaikan zakat, dan naik haji bagi yang mampu.”

Zakat ini bermanfaat untuk membersihkan harta benda kita dan juga sebagai pelengkap ibadah puasa kita pada bulan suci Ramadan.

Pernyataan ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah pada HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22 di bawah ini.

“Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.”

Syarat-syarat Zakat Fitrah

Hukum zakat fitrah terbagi menjadi dua, wajib dan tidak wajib.

Hukum zakat ini wajib dilaksanakan apabila seseorang memiliki harta yang mencukupi dan bisa dibagikan pada orang lain yang lebih membutuhkan.

Syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Beragama islam dan merdeka
  • Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat,
  • Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Adapun hukumnya yang tidak wajib dengan syarat-syarat berikut:

  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan,
  2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan,
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan,
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan.

Ketentuan Zakat Fitrah

Waktu pembayaran zakat fitrah pun sudah ditentukan hukumnya.

Ini karena apabila dibayar melewati waktu-waktu yang sudah ditentukan, hukumnya menjadi haram.

Berikut adalah keterangan waktu tepat untuk membayar zakatnya:

  • Waktu harus: Dimulai dari awal bulan sampai akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Wajib: Setelah matahari sudah terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Afdhal: Setelah dilaksanakannya solat subuh pada hari akhir bulan Ramadan hongga sebelum mengerjakan salat Idul Fitri.
  • Waktu Makruh: Saat melaksanakan sholat Idul Fitri sehingga sebelum terbenamnya matahari.
  • Waktu Haram: Setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.

Tidak hanya waktunya, bersarnya zakat fitrah pun sudah ditentukan, yaitu sebesar 3,5 liter atau 2,5 kg beras.

Alternatif lain untuk melaksanakan zakat fitrah selain menggunakan beras adalah dengan uang, yaitu seharga 2,5 kg beras tersebut.

Baca Juga:

6 Tips Mengelola THR Secara Bijak Agar Tak Cepat Ludes

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id

You Might Also Like