Tips & Trik

Panduan Budidaya Buah Naga dalam Pot | Tak Perlu Lahan Luas!

20 September 2019
budidaya buah naga
4 menit

Budidaya buah naga selama ini identik dengan kebutuhan lahan yang luas, padahal hal itu tak sepenuhnya benar karena sebetulnya buah naga bisa dibudidayakan dalam pot.

Cara budidaya buah naga baik itu di kebun ataupun dalam pot sebetulnya sama-sama mudah.

Hanya saja, jika Anda seorang pemula, maka harus lebih teliti dalam memperhatikan langkah-langkah di awalnya.

Dengan mengikuti prosedur yang tepat dari awal hingga akhir, dijamin hasil panen buah naga akan melimpah dan pohon buah naganya pun tahan lama.

Nah, sebelum mulai sebaiknya pahami beberapa hal penting sebagai dasar untuk budidaya buah naga berikut ini ya!

Jenis Buah Naga yang Banyak Dibudidayakan

budidaya buah naga

1. Hylocereus undatus (Merah-Putih)

Jenis buah naga yang pertama ini memiliki kulit berwarna merah dengan isi daging buahnya berwarna putih.

Buah naga berdaging putih memiliki kandungan asam serta vitamin C yang cukup tinggi serta protein, serat, karbohidrat, vitamin B1 dan B2, dan zat besi.

Keunggulan jenis ini terletak pada aromanya yang khas yang sangat berbeda dengan buah naga berdaging merah.

2. Hylocereus polyrhisus (Merah-Merah)

Jenis buah naga yang kedua ini memiliki kulit dan daging berwarna merah.

Buah naga berdaging merah memiliki kandungan air yang sangat tinggi yaitu sekitar 91 persen.

Salah satu manfaatnyna adalah membantu mengeluarkan racun dalam tubuh akibat pola hidup kurang sehat.

3. Hylocereus costaricensis (Merah-Hitam Keunguan)

Jenis buah naga yang ketiga memiliki kulit berwarna merah dengan isi daging buahnya yang berwarna keunguan.

Buah naga ini merupakan hasil hibrida dari buah naga merah yang pertama kali dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. AP Kusumaningrat.

Warnanya yang hitam keunguan dihasilkan dari penggunaan pupuk khusus bernama Black Natural dengan komposisi seperti kotoran sapi, cengkok cengkeh, ampas jamu, dan abu sekam.

Baca Juga:

Mantan Pemulung Jadi Miliuner Berkat Budidaya Porang, Ini Rahasianya!

4. Hylocereus megelanthus (Kuning-Putih)

Jenis buah naga yang terakhir ini memiliki kulit berwarna kuning dengan isi daging buahnya berwarna putih.

Perbedaan buah naga kuning dengan buah naga lainnya terletak pada ukuran buah dan ukuran pohonnya yang lebih kecil.

Meskipun begitu, rasa buah naga kuning ini jauh lebih manis dibanding buah naga lainnya.

Syarat Tumbuhnya Buah Naga

budidaya buah naga

Pohon buah naga merupakan tanaman tropis, artinya ia mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Namun, secara umum ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi agar pohon buah naga dapat tumbuh subur.

Berikut beberapa syarat penting untuk budidaya buah naga:

  1. Intensitas sinar matahari sekitar 70 – 80%.
  2. Curah hujan ideal sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun.
  3. Ketinggian permukaan tanah antara 0 – 350 mdpl.
  4. Suhu udara ideal sekitar 26 – 36 derajat celsius.
  5. Tingkat kelembapan udara sekitar 70 – 90%.
  6. Tingkat pH tanah pada skala 6,5 – 7.

Persiapan Sebelum Memulai Budidaya Buah Naga

1. Menyiapkan Bibit Buah Naga

Pemilihan bibit yang tepat akan sangat mempengaruhi jenis dan kualitas buah naga yang kelak Anda panen.

Oleh karena itu, jika Anda belum bisa melakukan pembibitan sendiri lebih baik membeli bibit buah naga unggulan kepada penjualnya.

Namun, bila Anda merasa sudah mampu, maka Anda bisa melakukan pembibitan baik dengan cara generatif ataupun vegetatif.

2. Menyiapkan Pot untuk Media Tanam

Ada banyak jenis pot yang dijual di pasaran, ada yang berbahan semen, plastik, tanah liat, dan kaleng. Pot mana yang harus dipilih?

Khusus untuk budidaya buah naga ini sebaiknya Anda memilih pot yang terbuat dari tanah liat dengan ukuran diameter sekitar 40 – 50 cm.

Pot dari bahan tanah liat diketahui dapat menahan perubahan suhu yang drastis di lingkungan sekitar sehingga pertumbuhan buah naga tetap terjaga.

3. Membuat Tiang Penyangga

Tiang penyangga ini memiliki peran yang sangat penting dalam proses budidaya buah naga bahkan selama umur hidup pohon tersebut.

Fungsi utamanya yaitu untuk menyangga pohon buah naga yang batang dan daunnya sangat besar agar dapat berdiri tegak.

Oleh karena itu, material terbaik untuk membuat tiang penyangga adalah dari beton atau jika tak ada beton Anda bisa menggunakan balok kayu berukuran besar.

Ukuran ideal untuk tiang penyangga ini yaitu diameter 8-10 cm dan tinggi 200 cm.

4. Membuat Media Tanam

Selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam yang akan digunakan di dalam pot.

Berbeda jenis tanaman, tentu berbeda pula jenis dan komposisi media tanam yang digunakannya.

Untuk menanam buah naga, Anda harus menyiapkan media tanam yang terdiri dari pasir, tanah, pupuk kandang, dan kompos.

Semua komposisi tersebut lalu dicampurkan di dalam pot dan kemudian ditambahkan sedikit air agar media tanamnya lembap.

Cara Menanam Buah Naga dalam Pot

budidaya buah naga

Tahap Pertama

Pertama-tama, isilah pot dengan campuran media tanam hingga 80% dari volume pot.

Kemudian, tambahkan juga dolomit sebanyak 100 gram per pot serta pupuk Hortigro sebanyak 20 gram per pot lalu aduk hingga bercampur.

Tambahan dolomit serta pupuk Hortigro akan semakin menambah nutrisi pada pohon buah naga dan membuatnya lebih subur.

Tahap Kedua

Buatlah tiga lubang tanam dengan kedalaman 10 cm dan diameter 6 cm pada setiap pot.

Pastikan agar lubang tanam tersebut tak terlalu dalam apalagi terlalu dangkal karena akan membuat pertumbuhan pohon buah naga tak stabil.

Tahap Ketiga

Tahap berikutnya, masukkan bibit yang sebelumnya telah disiapkan ke dalam pot.

Setelah bibit masuk dengan sempurna, kemudian timbun kembali dengan media tanam hingga merata.

Setelah rata, padatkan media tanam hingga cukup padat lalu sirami dengan air secukupnya agar semakin sempurna.

Tahap Keempat

Di tahap keempat, Anda akan memasangkan tiang penyangga dengan setiap pot untuk menunjang pertumbuhan pohon buah naganya.

Pastikan pemasangan tiang penyangga disesuaikan ukurannya dengan ukuran tinggi pohon buah naga agar pertumbuhannya tak terhambat.

Setelah itu, ikat batang pohon buah naga secara perlahan ke tiang penyangga agar dapat berdiri tegak hingga kokoh.

Tahap Kelima

Terakhir, simpanlah pot di lokasi yang tepat dengan suhu udara dan cahaya sinar matahari yang cukup.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan pemilihan lokasi penyimpanan pot pohon buah naga sesuai dengan syarat tumbuh yang dijelaskan sebelumnya.

Proses Perawatan Pohon Buah Naga

budidaya buah naga

Pekerjaan Anda tak berhenti sampai proses menanam saja. Setelah itu, masih ada proses penting lainnya yang harus dilalui yaitu proses perawatan.

Pertama yaitu Anda harus melakukan penyulaman pada hari ketujuh setelah bibit selesai ditanam.

Penyulaman ini bertujuan untuk mengganti atau memperbaiki tanaman yang mati, membusuk pada bagian pohonnya, atau tak tumbuh.

Kemudian, Anda juga harus melakukan pemupukan akar yang disertai penyiraman secara rutin setiap pagi dan siang hari.

Setelah 2-4 minggu, Anda bisa memulai pemupukan daun dengan cara disemprotkan langsung ke pohon buah naganya setiap minggu selama delapan minggu.

Sedangkan untuk proses pemangkasan, Anda tak perlu melakukannya jika pohon buah naga belum berumur 2-3 bulan.

Terakhir, bila buah naga telah menghasilkan kuncup maka pisahkan antara satu dengan yang lainnya dengan jarak sekitar 30 cm.

Hal itu dimaksudkan agar pertumbuhan pohon buah naga tak saling mengganggu antara satu dengan lainnya.

Baca Juga:

Budidaya Jamur Kuping di Halaman Rumah? Begini Caranya!

Semoga artikel ini bisa membantumu ya, Sahabat 99!

Simak informasi dan tulisan menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id untuk segala kebutuhan propertimu, ya!

You Might Also Like