Finansial Keuangan

Ini Fungsi & Keuntungan Pinjaman Syariah. Penting untuk Kamu yang Sedang Cari Pinjaman Dana!

2 menit

Saat hendak mengajukan pinjaman dana di lembaga keuangan, masyarakat bisa memilih dua alternatif, yaitu pinjaman konvensional dan pinjaman syariah.

Berbeda dengan pinjaman konvensional, pinjaman syariah menerapkan prinsip syariah dalam proses pengajuan kreditnya.

Meski begitu, proses pengajuan jenis pinjaman ini tidak sulit.

Semua proses pengajuannya relatif sama dengan pinjaman konvensional.

Dengan begitu, metode pinjaman berbasis hukum Islam ini cukup menarik sebagai alternatif kamu yang ingin meminjam dana, sekaligus tetap menerapkan prinsip syariah dalam prosesnya.

Melansir berbagai sumber, berikut seluk-beluk mengenai jenis pinjaman berbasis hukum Islam ini, mulai dari definisi hingga fungsinya.

Seluk-beluk Pinjaman Syariah

1. Definisi

Pinjaman syariah adalah pinjaman sejumlah dana dengan sistem pengembalian dana dan batasan waktu sesuai dengan prinsip syariah.

Berbeda dengan pinjaman konvensional, lembaga keuangan syariah, semisal bank syariah, tidak mengenal istilah bunga.

Karena menganut sistem kemitraan, lembaga keuangan syariah hanya mengenal istilah bagi hasil, yang diterapkan menjadi pengganti bunga pinjaman.

Baca Juga:

Wajib Dicatat! Ini 6 Jenis Pinjaman Modal Usaha yang Bisa Kamu Gunakan | Kenali Untung dan Ruginya

2. Akad Pinjaman

akad pinjaman syariah

Dalam prinsip syariah, terdapat tiga jenis akad dalam proses peminjaman dana, yaitu:

  • akad murabahah (jual beli)
  • ijarah wa iqtina (sewa dengan perubahan kepemilikan)
  • musyarakah mutanaqishah (pembagian modal).

Berikut penjelasan masing-masing jenis akad:

  • Akad Murabahah

    Dalam akad murabahah, bank berperan sebagai pembeli benda yang diinginkan nasabah.

    Kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan margin tertentu.

    Contoh:

    Nasabah ingin membeli sebuah mobil seharga Rp100 juta, maka bank akan membeli mobil tersebut terlebih dulu.

    Kemudian bank akan menjual kepada nasabah dengan harga Rp110 juta.

    Nasabah akan mengangsur mobil tersebut dalam jangka waktu tertentu. Margin harga tersebut menjadi keuntungan bank.

  • Akad Ijarah Wa Iqtina

    Dalam ijarah wa iqtina, bank telah membeli barang yang diinginkan nasabah.

    Nasabah akan menyewa barang tersebut dalam rentang waktu tertentu.

    Setelah menggunakan barang itu dalam waktu tertentu, nasabah memiliki hak untuk membeli barang tersebut.

  • Akad Mutanaqishah

    Dalam akad ini, bank dan nasabah memiliki peran sama-sama menaruh modal dalam membeli sebuah barang.

    Contoh:

    Saat membeli sebuah barang, bank memberikan dana sebesar 60% dari harga barang, sedangkan nasabah memberikan dana 40%.

    Di kemudian hari, nasabah akan membeli porsi kepemilikan bank yang sebesar 60%.

3. Kegunaan

Pinjaman berbasis hukum Islam ini memiliki fungsi untuk pembiayaan berbagai kepentingan kamu.

Kini banyak lembaga keuangan syariah juga bisa meminjamkan dana kepada nasabah tanpa agunan.

Plafon pinjaman pun bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Beberapa bank syariah bahkan siap mengucurkan pinjaman dengan nilai di atas Rp100 juta.

Berikut beberapa fungsi pinjaman berbasis hukum Islam, yang bisa kamu manfaatkan:

  • Membeli rumah
  • Membeli kendaraan bermotor
  • Membeli logam mulia
  • Membeli tanah
  • Ibadah haji atau umrah
  • Modal usaha

4. Keuntungan

pinjaman syariah

Pinjaman yang menerapkan prinsip hukum Islam memiliki beberapa keuntungan.

Berikut keuntungan yang bisa kamu dapat dengan memanfaatkan jenis pinjaman ini:

  • Halal

    Banyak orang yang ragu mengajukan pinjaman konvensional, karena sistem yang digunakan.

    Bagi beberapa orang sistem bunga pada pinjaman konvensional adalah sebuah hal yang haram dalam Islam.

    Sementara, jika menggunakan pinjaman yang berbasis hukum Islam ini, lembaga keuangan syariah akan menjamin kualitas halal pinjaman tersebut.

    Jika lebih nyaman meminjam dana dengan prinsip syariah, maka jenis pinjaman ini dapat menjadi solusi pendanaan berbagai kebutuhan kamu.

  • Fasilitas

    Meski menggunakan sistem yang berbeda, fasilitas yang ditawarkan lembaga keuangan syariah tak jauh berbeda dengan bank konvensional.

    Nasabah masih bisa menikmati sejumlah fasilitas layaknya nasabah bank konvensional.

    Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati di antaranya adalah kemudahan pembayaran cicilan, internet banking, dan lain-lain.

Baca Juga:

Seluk-beluk 3 Jenis Bunga Pinjaman, dari Cara Menghitung sampai Penggunaannya | Penting untuk Hitung Utang dan KPR!

Itulah seluk-beluk mengenai pinjaman syariah, mulai dari definisi, fungsi, hingga keuntungan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari sumber pendanaan berbagai kebutuhan.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bandung dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts