Berita, Berita Properti

7 Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam Asli Indonesia

14 Oktober 2019
pondasi ceker ayam
3 menit

Pondasi cakar ayam sudah sangat terkenal dan digunakan di banyak konstruksi, tak hanya di dalam negeri namun hingga ke luar negeri karena banyak keunggulannya. Sudah tahu?

Faktanya, ternyata banyak yang belum mengetahui sejarah, kelebihan, serta kekurangan ide pondasi asli Indonesia ini.

Menurut berita yang dimuat Kompas.com, pondasi cakar ayam ditemukan oleh salah satu tokoh insinyur sipil Indonesia, Prof. Ir. Sedyatmo Dr HC, pada sekira tahun 1974.

Pada saat itu, Ir. Sedyatmo menggagas pondasi cakar ayam untuk menyiasati permasalahan tanah yang lembek untuk gelaran Asian Games.

Ternyata, gagasan pondasi ini menjadi sebuah solusi yang jitu bahkan bermanfaat untuk banyak proyek konstruksi di berbagai belahan dunia.

Agar kita bisa lebih berbangga diri terhadap produk asli Indonesia ini, yuk kita telisik lebih jauh berbagai kelebihan serta kekurangan pondasi ini.

Inilah kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam asli Indonesia:

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam Asli Indonesia

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

Bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Ir. Sedyatmo atas gagasannya perihal pondasi cakar ayam ini karena ternyata memiliki banyak manfaat bagi konstruksi.

Beberapa kelebihan pondasi ini di antaranya adalah:

1. Bisa Dibangun di Atas Tanah yang Kurang Kokoh

pondasi ceker ayam

Seperti tujuan awalnya, pondasi cakar ayam memang dikhususkan untuk menopang pembangunan yang berada di kawasan dengan tanah kurang kokoh.

Bahkan, dengan pemanfaatan pondasi ini, proyek konstruksi tetap dapat dijalankan meskipun kondisi tanahnya bertekstur lembek atau berair.

Baca juga:

Megahnya Rumah Kontainer Ini Bikin Takjub, Mau Tiru?

Pondasi ini dijamin tidak akan membuat tanah ambles, longsor, atau bergeser.

Dari segi teknis, pondasi cakar ayam ini memang didukung oleh kekuatan yang lebih tinggi dan tidak membutuhkan ruang-ruang untuk pengembangan akibat pengaruh cuaca.

2. Tidak Butuh Sistem Drainase

pondasi ceker ayam

Sesuai dengan kelebihannya yang pertama, kelebihan ini juga memungkinkan pembangunan konstruksi bahkan pada kondisi tanah yang lembek sekalipun.

Dengan pondasi cakar ayam, tanah bangunan tidak perlu repot karena pondasi ini tidak membutuhkan sistem drainase dan sambungan kembang kusut.

Hal ini terjadi karena seluruh pondasi cakar ayam dibentuk dari beton padat yang sangat kuat yang tidak memiliki ruang untuk drainase.

Keunggulan ini membuat pengerjaan konstruksi jauh lebih hemat dari segi material, biaya, serta waktu pengerjaannya.

3. Cocok Digunakan di Banyak Wilayah di Indonesia

Sesuai dengan peruntukan awalnya yaitu untuk digunakan di wilayah-wilayah yang memiliki tanah lembek, yang banyak sekali di Indonesia.

Oleh karena itu, pondasi cakar ayam sangat cocok digunakan di banyak wilayah geografis seperti persawahan, pergunungan, daerah rawa, termasuk dataran rendah.

Jangan heran bila pondasi satu ini sangat populer dan diadaptasi oleh banyak perumahan hingga bangunan-bangunan tinggi di Indonesia.

Lebih dari itu, kualitas pondasi ini juga sudah sangat teruji secara internasional karena banyak digunakan juga di berbagai belahan dunia.

4. Bangunan Jadi Lebih Kokoh

Kelebihan pondasi cakar ayam berikutnya adalah bangunan jadi lebih kokoh meskipun dibangun di atas tanah yang kondisinya kurang stabil.

Semua berkat cara kerjanya yang sangat baik di mana pondasi ini langsung menembus bagian tanah terdalam ketika selesai dibuat.

Penggunaan beton di keseluruhan pondasi juga jelas sangat menguntungkan karena membuat daya tahan pondasi ini semakin kokoh.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Meskipun terkenal sebagai pondasi yang kuat, namun tetap saja pondasi ini memiliki beberapa kekurangan yang harus Anda perhatikan.

Beberapa kekurangan pondasi cakar ayam di antaranya:

1. Biaya Pengerjaan Lebih Mahal

pondasi ceker ayam

Sehubungan dengan tujuan awalnya pondasi ini adalah untuk membangun bangunan bertingkat, maka otomatis biaya pengerjaannya pun jauh lebih mahal.

Bahkan, jika dibandingkan dengan beberapa jenis pondasi konvensional lainnya, biaya pengerjaan pondasi ini tetap jauh lebih mahal harganya.

Penyababnya, pengerjaan pondasi cakar ayam cukup rumit serta membutuhkan peralatan yang canggih serta bahan-bahan yang cukup banyak.

Contoh kecilnya adalah proses betonisasi pada pondasi ini yang membutuhkan bahan sangat banyak.

2. Tidak Cocok untuk Bangunan Kecil

pondasi ceker ayam

Tujuan awal pembuatan bangunan ini, seperti sudah disinggung sebelumnya, adalah untuk bangunan tinggi atau proyek infrastruktur yang berskala besar.

Oleh karena itu, meskipun Anda tertarik dengan pamor pondasi cakar ayam ini, namun sayangnya tidak cocok digunakan untuk rumah kecil.

Alasannya bukan hanya dari segi bangunannya saja yang kurang cocok, namun juga dilihat dari segi biaya dan proses pemasangannya memang tidak cocok untuk bangunan kecil.

Jika ingin membangun rumah satu lantai, sebaiknya gunakan saja jenis pondasi lainnya yang lebih ekonomis namun tetap berkualitas tinggi.

3. Proses Pembuatan Cukup Rumit

pondasi ceker ayam

Faktor terakhir jelas juga sangat berpengaruh, setidaknya pada durasi pengerjaan proyek konstruksinya.

Pondasi cakar ayam yang kuat dan teruji ini memang bukan hasil dari proses yang mudah dan sederhana, tapi dari proses pembuatannya yang cukup rumit.

Hal ini tidak hanya menyedot biaya produksi yang besar, namun juga berpengaruh pada molornya pengerjaan proyek yang diharapkan.

Baca juga:

7 Kelebihan Pondasi Batu Kali | Rumah Kokoh, Harga Murah

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99.

Yuk, bookmark Blog 99.co Indonesia agar tak ketinggalan info menarik lainnya.

Cari properti impian kamu lewat 99.co/id

You Might Also Like