Berita, Berita Properti

Proses Pembuatan AJB (Akta Jual Beli)

15 September 2015
Rumah Bengkok di Sopot, Polandia
2 menit
Proses Pembuatan AJB Akta Jual Beli

image: plus.google.com

Menjual rumah dengan harga dan kondisi sesuai dengan keinginan memang memerlukan kesabaran dan kadang memakan waktu. Tapi kalau bertemu dengan pembeli yang sudah ‘jatuh cinta’ pada properti Anda, tentu proses selanjutnya akan berjalan mudah. Kesepakatan yang terjadi kemudian di antara dua belah pihak harus mempunyai ketetapan hukum yang pasti. Apalagi ini menyangkut perubahan status kepemilikan. Semuanya harus disahkan dalam surat-menyurat. Salah satunya adalah proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB).

Apa saja yang harus diperhatikan sebelum membuat AJB?

Sebelum sampai pada proses pembuatan AJB, penjual dan pembeli harus sudah menemukan titik temu untuk semua hal. Pembeli sudah melihat dan menerima kondisi fisik rumah serta lingkungannya. Penjual telah menunjukkan surat-surat rumah dan sudah diklarifikasi kebenarannya. Tentunya kedua belah pihak telah sepakat dengan harganya setelah melalui negosiasi. Barulah mereka dapat melakukan transaksi jual-beli.

Ada prinsip Terang dan Tunai ketika menjalankan prosedur jual-beli yang benar. Prinsip Terang mempunyai arti proses dilakukan di hadapan pejabat umum yang berwenang, dalam hal ini seorang notaris. Sedangkan prinsip Tunai artinya setiap pembayaran dilakukan secara tunai sesuai kesepakatan. Apabila salah satu prinsip ini belum terpenuhi, prosedur jual-beli ini belum sepenuhnya dilakukan secara benar sehingga AJB belum bisa dibuat.

Bagaimana proses pembuatan AJB?

Setelah kesepakatan jual-beli terpenuhi, proses selanjutnya adalah mengajukan pembuatan AJB. Pembuatan AJB dlakukan di kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Pejabat tersebut sudah terdaftar dan telah diberi wewenang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan dan memproses pembuatan Akta Jual Beli. Pada sebagian daerah yang belum terdapat pejabat Pembuat Akta Tanah, wewenang tersebut diserahkan kepada Camat dalam pengurusan dan pembuatan akta jual beli.

Apa saja dokumen yang wajib dilampirkan sebagai syarat pembuatan AJB?

Berikut dokumen-dokumen asli yang diperlukan untuk pembuatan AJB :

  • Dokumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama 5 tahun terakhir;
  • Sertifikat Tanah atas nama penjual;
  • Dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
  • Bukti pembayaran terakhir listrik, telepon, dan air.  

Sedangkan untuk info pendukung personal adalah fotokopi identitas penjual (KTP suami-istri), fotokopi NPWP, dan Kartu Keluarga. Untuk lebih lengkap biasanya ditambah fotokopi Akta Nikah. Demikian juga untuk pembeli, dokumen yang sama perlu disiapkan sebagai syarat proses pembuatan AJB.

Berapa biaya dan lamanya proses pembuatan AJB?

Proses pembuatan akta jual-beli tidak dapat selesai dalam sehari karena pejabat yang berwenang akan memeriksa terlebih dahulu keaslian sertifikat tanah dari properti yang dijual di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Biaya proses pembuatan AJB sendiri sebesar 5% dari harga transaksi penjualan properti. Akta Jual-Beli akan diterbitkan dalam 2 lembar dan keduanya asli. Satu lembar akan disimpan di kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk keperluan pendaftaran balik nama. Sedangkan penjual dan pembeli akan hanya mendapat salinan dari Akta Jual-Beli tersebut.

You Might Also Like