Berita Berita Properti

7 Gambar Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasan Strukturnya, gak Cuma Joglo!

4 menit

Rumah adat Jawa Timur ternyata tak hanya Joglo, Sahabat 99. Masih ada jenis lainnya yang tak kalah filosofis dibanding Joglo. Berikut daftar lengkapnya!

Berkunjung ke Jawa Timur tentu tak lengkap rasanya tanpa melihat rumah Joglo.

Hunian satu ini merupakan salah satu rumah adat di Indonesia yang paling dikenal.

Tapi ternyata, joglo bukan satu-satunya hunian adat dari Jawa Timur, lo.

Ada beberapa jenis dan gambar rumah adat Jawa Timur lainnya yang tak kalah filosofis, Sahabat 99!

7 Jenis dan Gambar Rumah Adat Jawa Timur

1. Rumah Adat Joglo Jompongan dan Sinom

rumah adat jawa timur

Sumber: berbol.co.id

Tahukah kamu, rumah Joglo Jompongan disebut sebagai dasar dari rumah adat Joglo.

Hunian ini memiliki denah bujur sangkar dan menggunakan dua buah pengerat di bangunan.

Sementara Joglo Sinom dibangun dengan tiang penyangga sejumlah 36 buah.

Diantara seluruh tiang tersebut, hanya ada empat tiang utama atau saka guru

Kemudian, di sisi bangunan kamu bisa melihat teras mengelilingi hunian tersebut.

Kedua bangunan ini tentu saja dilengkapi dengan atap tradisional yang disebut sebagai atap Joglo.

2. Gambar Rumah Adat Jawa Timur Joglo Situbondo

rumah adat jawa timur

Sumber: budayajawa.id

Hunian ini memiliki rupa yang sama dengan Joglo yang merupakan rumah adat di Jawa Tengah.

Hanya penyebutan namanya saja yang berbeda, di mana masyarakat Jawa Timur menyebutnya sebagai Joglo Situbondo.

Bentuknya limas atau dara gepak, dengan kayu jati sebagai material utama bangunan.

Keunikan rumah adat Jawa Timur ini adalah, ia melambangkan kepercayaan Kejawen yang berakar pada sinkritisme.

Tata ruangnya merupakan bentuk representasi dari keharmonisan sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya.

Di mana bangunan terbagi menjadi area depan berupa pendopo dan badan rumah yang terbagi menjadi:

  • Senthong tengen/kamar kanan untuk dapur dan gudang
  • Senthong kiwa/kamar kiri untuk area kamar tidur
  • Senthong tengah untuk tempat menyimpan benda pusaka dan berharga

Baca Juga:

5 Jenis Rumah Adat NTB, Daya Tarik Wisata Budaya Indonesia. Penuh Makna!

Sementara pondasi, jumlah saka guru/tiang utama, bebatur/tanah yang diratakan, serta ornamen dalam interiornya menunjukkan kepribadian masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, di bagian depan rumah, sebelum masuk ruang utama, kamu akan melihat makara atau selur gelung.

Ini merupakan pintu dengan hiasan yang diyakini dapat mengusir hal negatif agar tak masuk ke dalam hunian.

3. Rumah Adat Using di Indonesia

rumah adat jawa timur

Jika berkunjung ke desa Kemiren di Banyuwangi, kamu akan merasa seperti dibawa melintasi ruang waktu.

Pasalnya, bangunan-bangunan di sana masih dijaga keasliannya seperti hunian tradisional tempo dulu.

Nama rumah adat ini adalah Using, yang terbagi menjadi tiga jenis bangunan yakni:

  • Rumah Tikel Balung dengan empat rab (bidang atap)
  • Rumah Baresan dengan tiga rab
  • Rumah Crocogan dengan dua rab.

Untuk pembagian ruang, ketiganya sama-sama memiliki empat ruang yakni hek/baleh (pembatas), ampet (teras), jerumah (ruang tengah), dan pawon (dapur).

4. Gambar Rumah Adat Suku Tengger di Jawa Timur

rumah adat jawa timur

Sumber: budayalokal.id

Rumah adat suku Tengger menambah ragam rumah ada di Indonesia.

Keunikan rumah adat Jawa Timur satu ini yakni, bangunannya terlihat terjal dengan bubungan atap yang tinggi dan hanya ada 1-2 jendela.

Material utama pembentuk bangunan adalah papan atau batang kayu.

Di bagian depan rumah, kamu bisa melihat bale-bale menyerupai dipan yang menjadi tempat untuk duduk.

Suku Tengger membangunnya di lereng Gunung Bromo dengan pola tak teratur dan bergerombol.

Jarak antar rumah juga saling berdekatan, hanya dipisahkan oleh jalur pejalan kaki yang sempit.

Ini dilakukan sebagai upaya menghalau serangan cuaca dingin dan angin pegunungan.

5. Rumah Adat Dhurung di Indonesia

rumah adat jawa timur

Berikutnya, ada rumah adat Dhurung yang tampak seperti saung, tanpa bambu atau kayu sebagai dindingnya.

Sementara atapnya tampak besar dan tinggi, dibuat dari rumbai daun pohon dheum.

Bangunan ini bisa dibilang merupakan tempat duduk atau tempat beristirahat masyarakat setelah bekerja di sawah.

Tak hanya itu, Dhurung juga digunakan sebagai tempat untuk bersosialisasi dan bahkan mencari jodoh.

Oleh sebab itu, bangunan ini umumnya diletakkan pada area samping atau depan rumah.

Uniknya, jika Dhurung dibuat berukuran besar, bangunan ini juga digunakan sebagai lumbung padi.

Lengkap dengan jhelepang atau jebakan penangkap hama tikus

Sayangnya, kini Dhurung sudah semakin sulit ditemukan di Jawa Timur.

Baca Juga:

Omo Sebua dan Omo Hada, Rumah Adat Nias yang Tahan Terhadap Gempa. Uniknya!

6. Gambar Rumah Adat Limasan Lambang Sari di Jawa Timur

rumah tradisional Limasan Lambang Sari

Sumber: obatrindu.com

Familiar dengan istilah rumah limasan?

Ini merupakan nama rumah adat di Jawa yang dikenal memiliki bentuk limas atau persegi panjang.

Namun, limasan lambang sari memiliki keuninak tersendiri dibanding bangunan lain dengan konsep serupa.

Keunikan rumah adat Jawa Timur ini yakni, konstruksi pembentuk atapnya berupa balok penyambung.

Kemudian, kamu bisa menemukan tiang rumah sejumlah 16 buah dan atap dengan empat sisi.

Jika diperhatikan dengan cermat, keempat sisi atap ini dihubungkan oleh satu bubungan yang kuat.

Pondasinya sendiri berbentuk umpak, yakni alas tiang bangunan yang terbuat dari batu.

Dengan purus di tengah tiang bawah untuk mengunci tiang bangunan.

7. Rumah Adat Limasan Trajumas Lawakan

rumah tradisional di Indonesia

Sumber: hownesia.com

Rumah adat Limasan Trajumas Lawakan merupakan modifikasi atau perkembangan dari Limasan Trajumas.

Hunian ini dibangun dengan material kayu kuat seperti jati, sosnokeling, glugu, dan lainnya.

Perbedaan bangunan ini dari pendahulunya yakni, ada emperan di sekeliling bangunan.

Setiap emperan memiliki atap dengan derajat kemiringan yang berbeda dari atap utama.

Di tengahnya ada tiang yang membentuk rong-rongan di bagian dalam bangunan.

Atap utama sendiri terdiri dari empat sisi, yang tiap sisinya bersusun dua.

Kemudian, kamu bisa melihat 20 tiang yang menjadi struktur utama bangunan berjajar dengan rapi.

Sehingga bangunan tampak simetris dan stabil.

***

Semoga informasinya bermanfaat ya Sahabat 99.

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Temukan properti idamanmu di 99.co/id.

Ada beragam pilihan menarik, seperti proyek the lana apartemen di Tangerang!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts