Berita Berita Properti

5 Fakta Unik Rumah Adat Aceh “Krong Bade” | Anti Gempa Hingga Tahan 200 Tahun!

3 menit

Rumah adat Aceh dikenal sebagai salah satu rumah adat di Indonesia yang sangat unik dengan banyak nilai filosofis serta keunggulannya. Sudah tahu?

Masyarakat Aceh menyebut rumah adat di daerahnya dengan nama Krong Bade atau Rumoh Aceh.

Melihatnya sepintas saja kita pasti akan langsung mengagumi mahakarya arsitektur tradisional ini.

Bagaimana tidak, rumah adat berukuran besar ini terlihat begitu megah dengan wibawa khasnya tersendiri.

Tentunya, Krong Bade tak sekadar mengandung eksotisme dan romantisme masa silam semata.

Lebih dari itu, ada banyak nilai-nilai filosofis dan hal-hal yang bisa dipelajari di balik keberadaan Krong Bade, terutama bagi masyarakat Aceh sendiri.

Berikut ini beberapa fakta menakjubkan serta nilai filosofis yang terkandung di balik wujud rumah adat Aceh “Krong Bade”.

5 Fakta Menakjubkan Rumah Adat Aceh “Krong Bade”

1. Dibangun Menggunakan Bahan-Bahan Alami

rumah adat aceh

Sumber: merahputih.com

Rumah adat Aceh secara umum memiliki unsur bangunan yang sama dengan kebanyakan rumah adat di Indonesia lainnya.

Unsur paling utama yaitu bahan-bahan bangunan yang digunakan sepenuhnya dari alam.

Struktur Krong Bade dibuat berdasarkan kepercayaan masyarakat adat terdahulu.

Fungsi Krong Bade pun bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebuah ekspresi atas pencipta dan leluhurnya.

Oleh karena itu, bahan-bahan yang digunakan sepenuhnya menggunakan bahan alam tanpa bahan fabrikasi.

Meskipun begitu, Krong Bade terkenal kokoh dan bahkan disebut awet hingga 200 tahun!

2. Rumah Adat Aceh “Krong Bade” Berbentuk Panggung

rumah adat aceh

Sumber: nesabamedia.com

Fitur utama Krong Bade yang juga sangat mirip dengan rumah adat Indonesia lainnya yaitu dari bentuk rumahnya.

Bentuk rumah ini tetap menganut bentuk rumah panggung, sebagaimana lazimnya digunakan pada rumah adat lainnya.

Penggunaan struktur rumah panggung di banyak rumah adat memiliki fungsi dan alasannya tersendiri.

Salah satunya yaitu untuk menghindarkan diri dari serangan binatang buas.

Tidak hanya itu, tinggi tiang rumah yang mencapai tiga meter juga berfungsi untuk menghindarkan diri dari terjangan banjir dan bencana alam.

3. Bagian Muka Selalu Menghadap ke Barat

Sumber: bobo.grid.id

Hampir setiap aspek dalam pembangunan rumah adat pasti memiliki nilai filosofisnya tersendiri.

Begitu pula dengan rumah adat Aceh yang bagian mukanya selalu dibuat menghadap ke Barat.

Ternyata, hal ini dilakukan sebagai bagian dari nilai-nilai agama yang dianut para masyarakat adat Aceh.

Tujuannya, agar Krong Bade selalu menghadap kiblat sebagai simbol hubungan dengan Yang Maha Kuasa.

4. Rumah Adat Aceh “Krong Bade” Anti Gempa

Sumber: indozone.id

Selain memiliki struktur bangunan yang melindungi penghuninya dari hewan buas dan bencana alam, masih banyak lagi kelebihan Krong Bade.

Ternyata, Krong Bade memiliki daya tahan terhadap goncangan gempa meskipun dibuat dengan bahan-bahan dari alam, lho!

Struktur bangunan Krong Bade tidak disambungkan dengan paku melainkan dengan sebuah tali khusus bernama taloe meu-ikat.

Tali berbahan rotan, ijuk, serta kulit pohon waru inilah yang membuat struktur Krong Bade kokoh dan tahan gempa.

Baca Juga:

Menengok 5 Rumah Anti Gempa di Dunia | Indonesia Masuk Daftar!

5. Jumlah Anak Tangga Selalu Ganjil

Sumber: Twitter @aseanfoundation

Di bagian muka rumah adat Aceh, terdapat sebuah tangga sebagai jalur penghubung dari permukaan tanah menuju ke rumah.

Nah, tangga penghubung setinggi tiga meter ini selalu memiliki jumlah anak tangga ganjil antara tujuh hingga sembilan buah.

Ternyata hal ini memiliki nilai filosofisnya tersendiri.

Konon, jumlah anak tangga yang ganjil ini mengindikasikan sifat-sifat religius yang diyakini masyarakat Aceh terdahulu.

Kandungan Nilai Filosofis dalam Rumah Adat Aceh “Krong Bade”

Sumber: indonesiakaya.com

Hampir setiap elemen dan struktur bangunan pada Krong Bade memiliki nilai filosofisnya tersendiri.

Sebelumnya, sudah dibahas makna di balik elemen seperti bentuk bangunan dan jumlah tangganya.

Selain itu, elemen-elemen mendasar lainnya juga punya banyak makna filosofisnya.

Misalnya saja bagian ukiran yang menghiasi sekeliling Krong Bade.

Rupanya, bentuk ukiran yang terpajang ini sangat berkaitan dengan status ekonomi sang pemiliknya.

Bahkan, bagian pintu pun dibuat dengan ukuran lebih rendah untuk menekankan nilai filosofis dari masyarakat Aceh.

Dengan demikian, setiap orang yang hendak masuk ke dalam rumah harus membungkuk sebagai tanda penghormatan.

Terakhir, setiap ruangan dalam Krong Bade juga mempunyai fungsi serta nilai filosofisnya tersendiri yang sangat menarik untuk dicermati.

Baca Juga:

40 Gambar Rumah Adat yang Ada Di Seluruh Indonesia

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99.

Jangan lupa membaca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Jakarta, Surabaya atau kota lain?

Kunjungi 99.co/id dan temukan properti impianmu!

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.
Follow Me:

Related Posts