Inspirasi Desain, Rumah Anda

Mengenal 7 Jenis Rumah Limasan untuk Inspirasi Membangun Hunian

3 Mei 2019
rumah limasan
3 menit

Rumah limasan adalah satu dari sekian banyak arsitektur rumah tradisional khas suku Jawa yang memiliki banyak ragam dan kelebihannya tersendiri.

Bangunan tradisional khas ini dibangun dengan elemen-elemen pendukung natural tanpa adanya bahan-bahan modern.

Salah satu kelebihan rumah limasan adalah kemampuannya yang tinggi dalam meredam gempa karena dibangun dengan struktur kayu yang khas.

Selain itu, rumah tradisional jawa ini juga memiliki desain ruangan yang cukup luas sehingga memudahkan untuk digunakan dalam berbagai aktivitas.

Bila Anda ingin desain hunian yang luas dan anti gempa, mungkin Anda bisa menjadikan beberapa jenis rumah limasan berikut ini sebagai inspirasi.

Rumah Limasan Trajumas

Jenis rumah limasan tradisional ini hanya memiliki enam buah tiang yang dijadikan sebagai struktur pokoknya.

Kemudian, di tengah ke enam tiang tersebut terdapat sebuah ander yang digunakan sebagai pembagi ruangan dengan ukuran yang sama.

Sama seperti jenis lainnya, rumah Trajumas juga memiliki empat sisi atap yang berukuran sama panjang.

Bentuk bangunan sederhana ini sangat cocok dikolaborasikan dengan bangunan modern seperti pada bungalow ataupun pada gazebo.

Rumah Limasan Trajumas Lawakan

rumah joglo

Sebetulnya, rumah limasan Trajumas lawakan ini adalah hasil pengembangan dari model Trajumas sebelumnya, sehingga wajar bila tak ada banyak perbedaan.

Perbedaan paling jelas nampak pada tambahan bale-bale atau “emper” di sekeliling bangunannya.

Menariknya, emper ini didesain dengan sudut kemiringan yang berbeda-beda dibandingkan atap utama bangunan.

Baca juga:

6 Adaptasi Atap Rumah Adat untuk Hunian Modern

Kemudian, terdapat empat sisi atap pada bangunan ini yang masing-masing sisinya bersusun dua dan dihubungkan dengan sebuah “bubungan”.

Sementara untuk penyangga, rumah ini menggunakan 20 tiang sebagai struktur utama bangunan.

Rumah Limasan Lambang Sari

Jenis rumah limasan Lambang Sari adalah model rumah yang memiliki bentuk khusus dibandingkan model lainnya.

Ciri khusus tersebut terlihat pada bagian pembentuk atapnya yang memiliki balok penyambung antara “atap berunjung” dan “atap penanggap”.

Bangunan ini memiliki 16 tiang penyangga dengan 4 sisi atap yang masing-masingnya dibentuk dalam dua susun.

Tiang penyangga dan model atap tersebut digunakan untuk menghubungkan celah renggangan di antara atap berunjung dan atap penanggap.

Keseluruhan rumah limasan Lambang Sari menggunakan material kayu keras dengan serat yang kuat seperti kayu jati, sonokeling, atau kayu nangka.

Rumah Limasan Lambang Gantung

rumah joglo

Nama lain dari jenis rumah ini adalah “Rumah Limasan Trajumas Lambang Gantung” karena bagian empernya tak terhubung langsung ke tiang utama.

Bagian emper yang menempel pada kayu gantung di ujung “brunjung” disebut dengan istilah “saka bethung”.

Jenis ini disebut sebagai “Trajumas” karena memiliki dua bagian ruangan yang bernama “rong-rongan” yang dibatasi empat tiang utama di tengahnya.

Jumlah tiang yang dibutuhkan untuk rumah jenis ini sekitar 8 hingga 10 buah dengan empat sisi atap berenggangan untuk mengatur sirkulasi udara di ruangan.

Rumah Limasan Lambang Teplok

rumah joglo

Bangunan yang berbentuk seperti rumah kampung Lambang Teplok ini dilengkapi dengan renggangan di antara bagian atap “brunjung” dan atap “penanggap”.

Desain seperti itu membuat bangunan tampak lebih tinggi dan lebih gagah daripada jenis bangunan lainnya.

Dengan empat sisi atap, bukaan rumah ini pun semakin lebar sehingga sirkulasi udara semakin baik, adem, dan semakin nyaman.

Rumah limasan Lambang Teplok tak menggunakan “tutup keong” di bagian kanan dan kiri atapnya tetapi menggunakan jenis balok dudur yang kokoh.

Seluruh bagian bangunan dibuat dari struktur kayu yang ajeg dan kuat dari bahan dasar kayu jawa berserat padat.

Wajar bila bangunan ini awet bahkan dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Rumah Limasan Semar Tinandhu

rumah joglo

Jenis rumah limasan berikutnya adalah rumah Semar Tinandhu yang memiliki atap “brunjung” yang ditopang oleh empat buah tiang.

Keempat balok tersebut kemudian ditopang oleh balok atau blandar di bagian tengah sehingga atap “brunjung” tak langsung bertumpu pada tiang utama.

Rumah Semar Tinandhu ini dilengkapi dengan 16 tiang saka plus 4 tiang saka pembantu dan 4 buah saka utama di tengah.

Tampilan atapnya sama seperti jenis bangunan lainnya dengan 4 sisi atap serta 4 buah emper di sekeliling bangunan dengan satu buah wuwungan.

Jenis kayu yang umum digunakan pada jenis rumah ini utamanya adalah kayu jawa yang kuat seperti kayu jati, mahoni, kayu nangka, dan juga sonokeling.

Rumah Limasan Gajah Ngombe

Jenis rumah limasan yang terakhir ini pada tampilan atapnya memiliki tambahan yang difungsikan sebagai emper.

Jika melihat denah rumah ini, bagian emper tambahan ditempatkan pada sisi terpendeknya untuk menyesuaikan dengan tampilan umum bangunan.

Rumah Gajah Ngombeni ini dibangun dengan tiang saka sebanyak lebih dari 6 buah dan jumlahnya terus dapat disesuaikan sesuai besar ruangan.

Bangunan ini juga disertai dengan sebuah wuwung, empat buah dudur, serta empat sisi atap.

Pada satu sisi atap ditambahi dengan emper baru yang dibentuk berundak karena kemiringannya berbeda dengan atap utama.

Baca juga:

7 Desain Rumah Joglo Modern dengan Tampilan Minimalis yang Berseni

Gaya arsitektur tradisional tetap dapat dipadukan dengan gaya arsitektur modern, kok!

Anda bisa membuat tampilan rumah yang berkarakter khas dengan mengaplikasikan ide yang ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan tulisan menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Kunjungi saja 99.co/id.

You Might Also Like