Rumah, Tips & Trik

Pahami 10 Hal Ini, Agar Investasi Tanah Kebun Jadi Menguntungkan

8 September 2019
tanah kebun
2 menit

Tanah kebun saat ini cukup banyak dilirik orang yang tertarik untuk berinvestasi properti. Pasalnya, lahan yang telah dibeli dapat ditanami dan memberikan penghasilan pasif sepanjang tahun. Adalagi keuntungan lainnya dari investasi tanah kebun. Simak di Sini!

Keuntungan investasi tanah kebun salah satunya bersumber dari berbagai macam tanaman yang kemudian dapat dipanen.

Memang, besarnya keuntungan ini tergantung dari tanaman dan jangka waktu panennya tetapi…

Apabila kamu memilih tanaman dan mengelolanya dengan baik, tentu akan menimbulkan keuntungan yang besar.

Terlebih lagi bila lokasinya berada di tempat yang strategis.

Pontesi untung pun jadi lebih terbuka lebar.

Keunggulan Investasi Tanah Kebun

Keunggulan dari tanah kebun ternyata banyak sekali di antaranya:

  • Masih banyak tanah kebun yang berupa tanah industri
  • Memiliki potensi kenaikan harga yang besar

Itulah beberapa hal yang membuat investasi tanah kebun begitu diminati.

Sebelum Beli Tanah Kebun, Pahami 5 Hal Ini

tanah kebun

1. Menggali Potensi Posisi Tanah Pilihan

Tanah yang letaknya ada di lokasi strategis tentulah dapat dijual kembali dengan harga yang tinggi beberapa tahun ke depan.

Cara memilih lokasi yang prospektif adalah dengan sering-sering melihat iklan, baik di koran maupun media internet.

Jika tanah berada di lokasi perkotaan, lihat apakah tanah tersebut nantinya potensial untuk dijadikan permukiman, perkantoran, atau bangunan komersial.

Jika tanah tersebut ada di lingkungan pedesaan, lihat apakah tanah tersebut bisa produktif dengan dijadikan kebun.

2. Status tanah

Sebelum membeli tanah, pastikan bahwa tanah tersebut statusnya benar-benar sah dan layak untuk dibeli.

Hindarilah tanah sengketa dan tanah yang tidak memiliki sertifikat

Baca Juga:

Tanah Ulayat Dijadikan Lahan Perkebunan. Hukumnya?

3. Pastikan kepemilikan tanah

Pastikan juga nama siapa yang ada di dalam sertifikat tanah tersebut.

Sebisa mungkin, jangan membeli tanah yang sertifikatnya digadaikan ke bank.

4. Lakukan pembayaran bersyarat

Jika sudah deal harga, maka ajukan beberapa persyaratan mengenai pembayaran tanah tersebut.

Sebisa mungkin buat perjanjian di atas kertas tentang beberapa hal yang harus disepakati seperti, proses balik nama, proses pembayaran, dan sebagainya.

5. Bayarlah secara bertahap

Jangan langsung membayar 100%.

Bayar saja uang muka sekian persen terlebih dahulu.

Jika nanti semua proses balik nama selesai, barulah membayar sisanya hingga lunas.

Hal ini juga bisa memberikan keamanan dan kenyamanan dalam transaksi.

5 Tips Memaksimalkan Keuntungan Investasi Tanah Kebun

tanah kebun

1. Pilih Jenis Tanaman

Agar keuntungan dari investasi tanah kebun milikmu tak sia-sia harap pilih jenis tanaman yang ditentukan bersarkan potensi dari tanah itu sendiri.

Banyak macam-macam jenis tanaman yang bisa menghasilkan pemasukan yang baik.

Mulai dari tanaman kecil seperti, cabai, jagung, singkong, buah-buahan.

Hingga tanaman besar seperti pohon jati, pohon jabon.

Lebih baik memilih pohon yang bisa menghasilkan kayu.

Selain dari faktor tanah, faktor cuaca pun harus diikutserakan dalam pemilihan jenis tanaman.

2. Biaya Pemeliharaan

Perlu diperhatikan apabila kamu ingin berinvestasi tanah kebun berarti membutuhkan biaya yang cukup besar.

Apalagi untuk pemeliharaannya seperti:

  • Biaya pupuk
  • Biaya pestisida
  • Biaya irigasi
  • Biaya petani
  • Biaya penggarapan tanah kebun, dan masih banyak lagi.

3. Ajak Ahli Kebun untuk Berbisnis

Tidak ada salahnya memulai bisnis dengan orang-orang terdekat.

Tetapi, alangkah lebih baik dengan orang yang sudah ahli atau mengerti mengenai bisnis tanah kebun.

Mereka sudah lebih dulu terjun di dunia perkebunan.

Hal ini perlu kamu perhatikan agar meminimalisir resiko kerugian yang kita dapat.

Baca Juga:

7 Jenis Pupuk Organik Terbaik untuk Kebun Rumahan

4. Jangka Waktu Panen

Setiap tanaman memiliki jangka waktu panen yang berbeda-beda.

Misalkan kamu ingin menanam bayam.

Ini berarti kamu harus memikirkan proses pertumbuhan bayam.

Umumnya bayam tumbuh mulai dari umur 25 hari kemudian bertahap setiap 5 hari sekali.

5. Pelajari Ilmu Bercocok Tanam

Namanya pembisnis tanah kebun harus banyak belajar mendalami ilmu bercocok tanam.

Itulah hal yang harus kamu kembangkan setiap harinya agar memiliki wawasan yang luas terhadap bisnis ini.

***

Semoga artikel ini dapat mempermudahmu dalam berinvestasi tanah kebun ya, Sahabat 99.co!

Temukan informasi yang kamu butuhkan seputar properti dalam Blog 99.co Indonesia

Ingin mendapatkan properti idaman tanpa kesulitan mencarinya? Temukan lewat situs 99.co/id .

You Might Also Like