Berita, Berita Properti

Keuntungan dan Kerugian Tinggal di Rumah Susun

19 Juni 2019
tinggal di rumah susun
3 menit

Tinggal di rumah susun memiliki beberapa keuntungan dan kerugiannya tersendiri. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Rumah susun ataun rusun adalah program resmi dari Pemerintah Indonesia untuk tipe hunian bertingkat.

Seperti apartemen, kondominium, dan flat.

Konsep pembangunannya yang bertingkat dapat dihuni bersama oleh banyak anggota keluarga tetapi, satu rumahnya dibuat terpisah.

Rumah susun juga sering sebagai apartemen versi sederhana, meski sebenarnya apartemen itu sendiri bisa dikategorikan sebagai rusun.

Bagi pemerintah, rusun merupakan solusi atas permasalahan berupa terbatasnya lahan pemukiman di daerah perkotaan.

Rusun tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jakarta.

Berdasarkan data BPS pada tahun 2015, kekurangan kebutuhan perumahan di Jakarta mencapai 11,4 juta unit.

Hal ini menunjukkan masih banyak lagi warga Jakarta yang belum memiliki rumah sendiri.

Salah satu faktornya adalah harga tanah, dan rumah yang sangat mahal bagi penduduk yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata.

Pemerintah dengan gencar mendirikan sejumlah rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang lokasinya tersebar di sejumlah daerah di Ibukota.

Dengan membayar biaya operasional sekitar Rp. 300 ribuan per bulan.

Namun, dibalik program tersebut terdapat keuntungan juga kerugian tersendiri untuk tinggal di dalam rusun.

Berikut adalah ulasan untung rugi yang dihimpun berdasarkan pengalaman mereka yang pernah merasakan tinggal di rusun.

Keuntungan Tinggal di Rumah Susun

tinggal di rumah susun

Sumber: jawapos.com

1. Lokasi Strategis

Sebagaimana yang telah disebutkan di awal, rusun dibangun untuk menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan pemukiman di daerah perkotaan.

Karena itu, rusun biasanya dibangun di lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat-tempat yang sering dikunjungi publik, seperti area perkantoran, rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan.

Dengan tinggal di rusun, Anda akan mudah mengakses berbagai tempat penting tersebut.

2. Lebih Hemat

Karena lokasinya yang dekat dengan berbagai tempat penting, kamu akan mudah pergi ke tempat-tempat tersebut.

Hal itu selain menghemat waktu, juga menghemat uang dan tenaga kamu.

3. Harga Murah

Walaupun berlokasi di kawasan strategis, biaya sewa rusun terbilang murah.

Hal itu karena fasilitasnya yang tidak selengkap dan sebaik apartemen.

4. Masyarakat Berpenghasilan Rendah Dapat Menghuninya

Rusun memang diperuntukkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sebab, rusun merupakan satu diantara program pemerintah untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat.

Apalagi bagi pemilik e-KTP provinsi DKI Jakarta akan mendapatkan program khusus untuk menempati sebuah rusun.

5. Keamanan 24 Jam

Meski diperuntukkan MBR tidak membuat keamanan rusun dinomor duakan.

Kini rusun sudah mengadopsi sistem keamanan 24 jam seperti apartemen.

Gerbang masuk pun dijaga oleh petugas, agar orang asing tidak mudah menyusup ke dalam rusun.

6. Ada Fasilitas Bersama

Sekarang sudah banyak rusun yang dibuatkan fasilitas bersama terutama lahan bermain untuk anak-anak.

Tak hanya itu saja, ada beberapa fasilitas umum yang layak untuk digunakan seperti disediakan tempat parkir, saluran limbah, aliran listrik dan gas, alat komunikasi, fasilitas perbelanjaan, kesehatan, pendidikan peribadatan, lapangan, sampai lahan bercocok tanam.

Lengkap banget, ya?

Baca Juga:

Yuk, Mengenal Lebih Dalam Asuransi Rumah Dari Banjir!

Kerugian Tinggal di Rumah Susun

tinggal di rumah susun

Sumber: merdeka.com

1. Kurangnya Privasi

Kekurangan pertama dari tinggal di rumah susun yaitu, tak ada privasi.

Rusun terdiri dari beberapa lantai, blok, dan unit.

Satu gedung rusun bisa memiliki ratusan unit yang itu berarti satu gedung rusun bisa ditempati oleh ratusan keluarga—ribuan orang.

Antar satu unit rumah dengan unit rumah lainnya hanya dibatasi oleh tembok yang itu menyebabkan penghuni suatu unit rumah bisa mendengarkan suara dari samping rumahnya.

Jika tinggal di rusun, kamu mudah mendengarkan suara dari samping rumah…

Bahkan tetangga pun mengalami hal yang sama.

Tak jarang, kondisi ini bisa menyebabkan konflik antara sesama penghuni rusun.

2. Sempit

Unit rusun biasanya tidak terlalu luas, rata-rata hanya 21 meter persegi per unitnya.

Hal itu menyebabkan sebagian penghuni mengalami kesulitan dalam menata interior rusun, terutama mereka yang memiliki jumlah anggota keluarga yang cukup banyak.

Demikian keuntungan dan kerugian tinggal di rusun.

Pertimbangkan dengan matang sebelum kamu pindah ke rusun agar tidak menyesal di kemudian hari.

Baca Juga:

5 Tips Ampuh Menciptakan Suasana Liburan Di Rumah

Tertarik tinggal di rumah susun?

Jangan lupa kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk mendapatkan ulasan menarik seputar dunia properti.

Atau kamu sedang mencari rumah impian dengan harga murah?

Temukan semuanya di 99.co/id!

You Might Also Like