Rumah, Tips & Trik

Tips Menghemat Listrik dan Air di Rumah

22 Oktober 2015
menghemat listrik dan air
2 menit

Tagihan listrik dan air yang mahal kerap menjadi keluhan utama dalam rumah tangga. Memang, kehidupan modern saat ini membuat manusia sulit hidup nyaman tanpa listrik apalagi air. Menghemat listrik dan air pun harus dilakukan untuk mencegah pembengkakan tagihan.

Listrik adalah energi yang sangat dibutuhkan. Sedikit-sedikit nyalain ini itu yang bertenaga listrik.

Bahkan rasanya mati gaya sekali kalau tidak bisa menyalakan internet yang terhubung dengan listrik.

Sama halnya dengan air.

Jika Anda tinggal di apartemen, atau rumah Anda menggunakan jasa penyedia air minum, tentu segala penggunaan air tidak gratis.

Penggunaan air yang sembrono dalam rumah tangga jelas akan menambah beban finansial karena Anda harus membayarkan tagihan yang tinggi.

Ikuti tips menghemat listrik dan air di bawah ini, Anda pun akan terbebas dari pusingnya tagihan yang membengkak!

Tips Menghemat Listrik

Biasakan mematikan alat-alat listrik saat tidak digunakan

Kebiasaan membiarkan peralatan listrik, seperti lampu, komputer, atau kipas angin menyala ketika sedang tidak ada di ruangan dapat membuat tagihan listrik Anda ‘jebol’. Latihlah kebiasaan ini bersama keluarga agar mereka pun berkontribusi dalam menghemat listrik.

Jika Anda butuh ‘bantuan’ dalam mendisiplinkan diri, coba dengan memasang pengatur waktu (timer) pada televisi atau AC agar mati secara otomatis pada waktu yang ditentukan. Jadi, walaupun Anda lupa mematikannya, televisi dan AC akan tetap padam ketika sudah tidak digunakan.

Maksimalkan penerangan rumah dengan cahaya matahari

Saat pagi hingga siang hari, Anda tidak terlalu membutuhkan lampu sebagai penerangan karena Anda bisa memanfaatkan penerangan dari cahaya matahari. Matikan lampu-lampu yang masih menyala dan buka jendela ventilasi agar cahaya matahari masuk dengan leluasa. Selain menghemat listrik, rumah atau apartemen Anda juga lebih sehat berkat sirkulasi udara dan cahaya matahari.

Gunakan alat-alat listrik berdaya rendah

Penggunaan alat-alat listrik dengan daya rendah agar tidak mengkonsumsi energi listrik terlalu besar. Pertimbangan ini sangat penting, terutama pada pemilihan lampu, AC, mesin cuci atau lemari es/kulkas.

Atur suhu AC atau lemari es

Suhu atau temperatur yang terlalu dingin memerlukan tambahan energi listrik. Agar tagihan listrik Anda tidak tidak membengkak, aturlah suhu AC pada 24 atau 25 derajat Celcius sehingga tidak terlalu dingin namun tetap nyaman bagi Anda maupun anggota keluarga lainnya.

Selain itu, hindari memasukkan makanan atau minuman panas ke dalam kulkas agar tidak memaksa kinerja kulkas yang berarti menambah energi listrik. Atur juga isi kulkas agar tidak terlalu penuh sehingga peredaran udara dingin tidak terhambat.

Tanam pohon dan tanaman di sekitar rumah atau apartemen

Keberadaan tanaman hijau di pekarangan rumah atau sudut-sudut apartemen bisa menciptakan iklim sejuk sehingga Anda dapat mengurangi pemakaian penyejuk udara.

Tips Menghemat Air

Mandi dengan shower atau gayung daripada berendam di bathtub

Tahukah Anda bahwa mandi menggunakan shower dan gayung menghabiskan sekitar 15-30 liter air, sementara mandi dengan cara berendam di bathtub memerlukan hingga 300 liter air? Demi menghemat pemakaian air secara signifikan sekaligus menjaga lingkungan, sebaiknya Anda lupakan opsi mandi menggunakan bathtub.

Tampung air untuk membatasi konsumsi air

Anda bisa membatasi konsumsi air saat mencuci tangan, gosok gigi atau mencuci muka dengan menampung air terlebih dulu. Pembatasan volume air yang Anda gunakan dapat menghemat sekitar 11 liter air per hari.

Matikan keran air saat mencuci pakaian atau peralatan makan

Jangan biasakan menyalakan keran terus-menerus ketika mencuci pakaian maupun peralatan makan. Tanpa Anda sadari, kebiasaan ini membuat banyak air yang terbuang sia-sia. Matikan keran air ketika Anda mencuci dengan sabun dan baru nyalakan keran untuk membilas pakaian dan peralatan makan.

Gunakan sedikit deterjen untuk mencuci

Jika Anda mencuci dengan banyak deterjen atau cairan pembersih lainnya, tentu Anda membutuhkan lebih banyak air untuk membilas. Jadi, gunakan deterjen atau cairan pembersih seperlunya. Anda juga bisa menggunakan sabun bio-degradable dari bahan organik sehingga air bekasnya masih bisa digunakan ulang setelah disaring.

Periksa keran dan pipa air secara berkala

Pemeriksaan berkala dapat membuat Anda cepat mengetahui jika ada keran dan pipa air yang bocor. Segera perbaiki atau ganti keran dan pipa air yang rusak agar air tidak terbuang percuma dan (pada akhirnya) membuat tagihan air dan listrik Anda membengkak.

Ternyata tidak terlalu susah ya menghemat listrik dan air dalam rumah tangga? Yuk, langsung diterapkan!

You Might Also Like