11 Kelebihan dan kekurangan Genteng Beton

Last update: 15 September 2025 4 min read
Author:

Di Indonesia, jenis genteng yang paling sering digunakan adalah genteng tanah liat.

Sementara itu, penutup atap berbahan beton justru lebih populer di kawasan Eropa, khususnya Jerman.

Genteng beton terbuat dari campuran semen, pasir, dan pigmen warna yang membuatnya memiliki daya tahan tinggi.

Inilah alasan mengapa material ini banyak digunakan sebagai penutup hunian di Eropa.

Guna lebih mengenal karakteristiknya, simak kelebihan dan kekurangan genteng beton berikut ini!

Kelebihan dan Kekurangn Genteng Beton 

Kelebihan Genteng Beton

Kelebihan Genteng Beton
Sumber: Bmigroup.com

1. Daya Tahan Genteng Beton Tinggi

Daya tarik utama genteng satu ini adalah daya tahannya yang tinggi.

Terlebih, jika dibandingkan dengan genteng tanah liat atau material lainnya.

Tingkat efisiensinya terhadap lingkungan sangat kuat, sejalan dengan sifat-sifat keramik.

Jika Anda menaikinya pun genteng tak akan mudah retak dan rusak.

Tak hanya itu, meski mengalami perubahan suhu yang ekstrem dan terkena api, genteng akan tetap terpasang dengan kokoh.

Inilah yang membuat genteng bisa bertahan bahkan hingga 20 tahun penggunaan.

Selain itu, genteng ini pun tidak mudah pecah atau dibobol.

Inilah salah satunya yang membuat genteng tersebut disebut antimaling.

2. Bentuk Genteng Bervariasi

Ada dua pilihan model genteng di pasaran, yakni bentuk datar dan bergelombang.

Hal tersebut membuat Anda dapat menyesuaikan penggunaannya dengan konsep hunian yang dibangun.

Jika ingin hunian memiliki kesan modern dan elegan, sebaiknya gunakan genteng beton datar.

Namun, jika Anda ingin atap hunian tampak kuat dan natural, pilihlah model genteng bergelombang.

Baca juga: 5 Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Metal dengan Tepat dan Akurat, Pakai Rumus Sederhana!

3. Genteng Beton Tersedia dalam Berbagai Pilihan Warna

Pada mulanya, genteng beton memiliki tampilan yang muram dan tidak menarik.

Oleh sebab itu, digunakan campuran oksidan besi agar genteng dapat memiliki rona warna tertentu.

Itulah yang membuat genteng jenis ini tersedia dalam berbagai pilihan warna cerah, seperti cokelat, biru, dan hijau.

Pemilik rumah pun dapat lebih leluasa menyesuaikan warna genteng dengan konsep hunian.

4. Dapat Menahan Serangan Biologis

Untuk hunian yang berada di pinggir jalan raya, genteng beton adalah pilihan yang tepat untuk digunakan.

Hal ini karena material penyusunnya memiliki sifat isolasi akustik dan isolasi termal.

Dengan kata lain, genteng dapat menyerap polusi suara dan perubahan suhu udara dengan sangat baik sehingga penghuni akan lebih nyaman berada di dalam rumah.

5. Efektif Memantulkan Panas

Sejalan dengan sifat isolasi termal yang dimilikinya, genteng ini tentu efektif untuk menghadapi perubahan cuaca.

Terutama, genteng beton dapat memantulkan panas matahari yang diterimanya sehingga suhu ruangan di bawahnya tetap sejuk dan terjaga.

Untuk negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, hal ini tentu sangat menguntungkan.

6. Lebih Terjangkau dari Genteng Keramik

Dilihat dari segi harga, tentu genteng beton lebih mahal ketimbang genteng tanah liat.

Namun, jika dibandingkan dengan genteng keramik, harga genteng beton relatif lebih murah.

Terlebih kualitas yang dimilikinya setara dengan genteng keramik.

Oleh sebab itu, genteng ini bisa jadi alternatif pilihan untuk hunian.

7. Permukaan Genteng Bisa Dicat Ulang

Meski material penyusunnya kuat, warna permukaan genteng bisa saja memudar.

Namun jangan khawatir, Anda bisa langsung mengecat ulang genteng, kok.

Tak hanya itu, jika ada keretakan kecil di permukaan genteng, kamu juga bisa memperbaikinya sendiri.

Cukup gunakan pelapis khusus untuk memperkuat genteng kembali.

8. Tidak Mudah Berubah Bentuk

Proses pembuatan genteng satu ini tidak memerlukan pembakaran sehingga bentunya tak akan berubah dan tetap serupa satu sama lain saat proses produksi.

Ini tentu akan memudahkan proses pemasangan genteng nantinya.

Serta mengurangi risiko kebocoran akibat celah antar genteng.

Baca juga: 7 Ukuran Genteng Berdasarkan Jenisnya

Kekurangan Genteng Beton

Kekurangan Penutup Atap Beton
Sumber: Qhomemart.com

1. Bobot Genteng Cukup Berat

Dibalik beragam kunggulannya, tentu ada pula kekurangan dari penutup atap beton.

Salah satunya adalah dari segi bobot, di mana bobotnya bisa mencapai 60kg/m2.

Hal tersebut membuat Anda harus memastikan struktur atap benar-benar kuat sebelum memasangnya.

Tak hanya itu, sistem pemasangannya pun cukup rumit dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

2. Pemasangan Sulit

Kekurangan lain dari genteng beton adalah proses pemasangannya yang cukup rumit.

Sebab, genteng ini perlu dipasang dengan penuh ketelitian sehingga waktu pengerjaannya pun lebih panjang.

3. Perawatan Khusus

Kekurangan lain dari genteng beton adalah membutuhkan perawatan khusus.

Meski tergolong tahan lama, genteng ini tetap memerlukan pelapisan tambahan agar kualitas dan kekuatannya terjaga.

Adapun proses pelapisan biasanya dilakukan 1 hingga 2 kali dalam setahun.

 

FAQ

Berapa lama kekuatan genteng beton?

Umumnya, genteng beton memiliki masa pakai 40 hingga 75 tahun, tergantung dari kualitas dan perawatannya.

Apakah atap beton dapat bocor?

Kebocoran pada atap beton tetap bisa terjadi.

Penyebabnya beragam, mulai dari retakan pada permukaan, kualitas pengecoran yang kurang baik, hingga lapisan waterproofing yang rusak.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Rumah sesuai Jenisnya

Itulah ulasan lengkap seputar kelebihan dan kekurangan genteng beton.

Semoga bermanfaat!

 

Penulis di 99 Group. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.