Rekomendasi dan Tips Membeli Rumah Pertama Sebelum Usia 30

Last update: 22 September 2025 6 min read
Author:

Siapa yang bilang harga rumah dewasa ini selangit, sampai-sampai ditarik kesimpulan bahwa anak muda zaman sekarang mustahil beli rumah pertama?

Hal itu memang tidak salah, tetapi tak sepenuhnya benar, sebab masih ada lo rumah murah bahkan di kota-kota besar.

Meskipun dibanderol dengan harga murah, landed house untuk para first buyer ini cukup berkualitas serta memiliki gaya arsitektur dan desain menarik.

Ditambah lagi, sekarang tersedia program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin memudahkan Anda untuk membeli rumah.

Dengan begitu, impian memiliki rumah sendiri sebelum memasuki umur 30 tahun bukan hal yang mustahil.

Bisa beli rumah sebelum kepala tiga tentu sangat memuaskan, karena usia ini sangat identik dengan kondisi finansial yang sudah stabil.

Secara tidak langsung, rumah pertama yang dibeli pun bisa merepresentasikan bahwa Anda sukses di usia muda.

Lalu, apa saja cara dan tips yang dapat dilakukan untuk membeli rumah pertama di usia muda?

Tips Membeli Rumah Pertama di Usia Muda

tips membeli rumah pertama
Sumber: Freepik.com/jcomp

Di dunia maya, informasi tentang tips membeli rumah tidak pernah hilang dari radar pencarian online.

Artinya, masih banyak orang yang kebingungan dalam menentukan langkah yang harus dilakukan apabila ingin beli tempat tinggal.

Artikel tips beli rumah umumnya menyarankan Anda untuk memperhatikan lokasi, fasilitas internal dan sosial, serta yang pasti meminta Anda untuk menabung.

Padahal sebelum memperhatikan lokasi, fasilitas dan menabung, hal yang perlu diketahui oleh first buyer adalah strategi belinya.

Nah, berikut ini strategis sekaligus tips membeli rumah pertama yang bisa Anda terapkan.

1. Cek Harga Rumah Impian

Meskipun masih muda, tapi ada baiknya untuk sering-sering mampir ke pameran properti, seperti Harpropnas Festival, yang diselenggarakan 99 Group untuk mengecek harga rumah impian. 

Datang ke pameran properti tentunya tidak perlu menunggu uang banyak, lagi pula Anda juga memiliki tujuan yang jelas.

Di sini tujuan Anda adalah mengecek harga rumah impian supaya tahu langkah-langkah selanjutnya yang harus dipikirkan.

Jika tidak memiliki waktu, Anda bisa memanfaatkan situs jual beli rumah seperti 99.co Indonesia untuk melakukan hal ini.

Kami memiliki banyak informasi tentang rumah dijual di seluruh Indonesia, serta kisaran harganya.

Situs jual beli rumah ini akan sangat berguna untuk mengumpulkan referensi rumah dan/atau perumahan sebanyak mungkin, mulai dari informasi rumah dijual di Banda Aceh hingga info jual rumah di ujung timur Tanah Air.

2. Cek Cash Flow

Setelah datang ke pameran properti, setidaknya Anda jadi memiliki pengetahuan tentang serba-serbi rumah dijual.

Anda juga memiliki gambaran tentang hunian seperti apa yang diinginkan, apakah rumah tipe 36, tipe 42 dan lain sebagainya, serta kisaran harganya.

Dengan mengetahui kisaran harga rumah tersebut, Anda akan tahu berapa banyak dana yang harus disisihkan untuk uang muka pembelian rumah.

Untungnya, saat ini ada banyak developer memberikan syarat down payment DP KPR sekitar 5 atau 10 persen dari harga rumah, bahkan ada rumah dengan DP 0 persen.

Misalnya gaji Anda per bulan adalah Rp4 juta, lalu Anda memiliki target untuk membeli rumah di kisaran harga Rp300 juta dengan besaran uang muka 10 persen (Rp30 juta).

Selain bujet untuk DP, jangan lupa siapkan bujet untuk biaya lainnya di luar DP misalnya sebesar Rp20 juta.

Dengan ini, total dana total yang harus tersedia adalah Rp50 juta.

Untuk mengumpulkan dana sebanyak itu dalam jangka waktu tertentu, gunakan rumus 50 persen gaji untuk living cost, 20 persen untuk playing, dan 30 persen disisihkan untuk beli rumah.

Jika gaji Anda Rp4 juta, uang yang perlu disisihkan sekitar Rp1,2 juta, sehingga untuk mencapai Rp50 juta perlu waktu sekitar 4 tahun.

Nah, apabila sekarang usia Anda 23 hingga 25 tahun, masih sangat memungkinkan memiliki rumah sebelum usia 30 tahun, kan?

3. Investasikan Tabungan

Sekarang Anda sudah tahu berapa bujet yang harus disisihkan dari gaji untuk mendapatkan rumah pertama dengan sistem kredit.

Supaya lebih mantap dalam menyisihkannya, sebaiknya gunakan sistem autodebet ke tabungan.

Anda juga bisa membuat dana tersebut bertambah tanpa harus lembur atau mencari pekerjaan sampingan lo.

Caranya dengan bermain investasi, tetapi pilih investasi yang paling mudah untuk pemula alias minim risiko, misalnya reksadana atau investasi emas.

Sekarang banyak sekali financial technology (fintech) yang memungkinkan Anda untuk belajar menginvestasikan dana.

Namun wajib diingat, pilih fintech legal yang terdaftar resmi di lembaga keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Jangan sampai menginvestasikan dana di fintech atau lembaga ilegal, ya. 

Dengan menginvestasikan dana, nilai uang yang dikumpulkan untuk beli hunian pertama pun akan meningkat setiap tahunnya.

Ingat, harga rumah tidak tetap dan pasti terjadi kenaikan setiap tahunnya, jadi sangat disarankan untuk belajar investasi.

Nilai uang yang naik berkat investasi, diharapkan bisa menutup biaya DP yang juga naik seiring dengan peningkatan harga rumah.

Baca juga:

Tips Punya Rumah Pertama dengan Sukses

Rekomendasi Hunian yang Cocok untuk Rumah Pertama

Memilih hunian sebagai rumah pertama sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Pasalnya, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari bujet, lokasi, hingga fasilitas yang ditawarkan.

Terlebih, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang.

Namun, tak perlu khawatir, jika Anda masih bingung menentukan pilihan, berikut beberapa rekomendasi hunian yang bisa menjadi rumah pertama!

1. Terravia

rekomendasi rumah pertama terravia
Sumber: 99.co

Terravia adalah kawasan perumahan modern yang berlokasi di area strategis BSD City.

Mengusung konsep berkelanjutan, Terravia menghadirkan desain hunian tropical modern yang elegan sekaligus fungsional.

Lokasinya sangat mendukung mobilitas sehari-hari karena dikelilingi oleh berbagai sarana transportasi dan fasilitas umum, seperti:

  • Stasiun KRL Sudimara
  • Stasiun Rawa Buntu
  • Stasiun Serpong
  • SMA Islam Al-Azhar BSD
  • ITC BSD
  • RS Medika BSD

Di dalam kawasan, Terravia juga menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan penghuni, mulai dari taman hijau, sistem keamanan 24 jam, hingga area bermain anak.

Perumahan premium ini menawarkan lima tipe unit dengan harga mulai dari Rp2,3 miliar.

2. Tanakayu

perumahan tanakayu
Sumber: 99.co

Ingin memiliki rumah dengan nuansa resort modern? Tanakayu, yang berlokasi di BSD City, bisa menjadi pilihan tepat!

Perumahan ini menghadirkan hunian yang nyaman dengan desain elegan, dilengkapi teknologi modern seperti smart furniture, smart door lock, hingga smart lighting.

Cluster modern Tanakayu juga menawarkan kemudahan akses karena dikelilingi berbagai fasilitas umum, seperti:

  • Stasiun KRL Sudimara
  • Stasiun Rawa Buntu
  • British School Jakarta
  • Pasar Modern BSD
  • RS Premier Bintaro

Unit rumah di Tanakayu BSD ditawarkan dengan harga mulai dari Rp2,9 miliar.

3. Excelia at Banjar Wijaya

perumahan modern Excelia at Banjar Wijaya
Sumber: 99.co

Rekomendasi perumahan lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Excelia at Banjar Wijaya.

Dengan harga mulai dari Rp1,54 miliar, Excelia at Banjar Wijaya menawarkan hunian modern minimalis yang dirancang untuk menunjang gaya hidup kaum urban.

Lokasinya pun strategis, hanya selangkah dari berbagai fasilitas, seperti:

  • Stasiun Tanah Tinggi
  • Stasiun Batu Ceper
  • Tol Buaran Indah dan Pinang 2
  • Sekolah BPK Penabur
  • Tang City Mall
  • RS EMC

Di dalam kawasan, penghuni juga dapat menikmati berbagai fasilitas, mulai dari sistem keamanan 24 jam, café, jalur lari, club house, lapangan basket, hingga area gym.

Baca juga:

4 Contoh Surat Pernyataan Jual Beli Rumah di Atas Materai & Sah

Itulah sejumlah tips membeli rumah pertama di usia muda.

Semoga bermanfaat!

 

Penulis di 99 Group. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.